
Kedua wanita yang berbeda jauh umur itu dengan leluasa membicarakan apa yang seharusnya dibicarakan, tidak terasa mereka sangat dekat dan akrab sekali meski dalam satu hari pun.
“Mom, apa kau tidak mempunyai anak” tanya nya siapa lagi kalau bukan Laurence
Disini Laurence memanggil Laura mom ya, soalnya memang disuruh oleh Laura agar ia bisa lebih dekat dengan Laurence dan sesekali menenggelamkan kerinduannya pada putrinya yang sudah lama menghilang kepada Laurence.
“Tidak sayang, hanya saja putri Mommy sudah lama menghilang, mungkin sama seumuran dengan mu nak, pasti dia cantik sekarang” ujar Laura seraya menatap langit langit
Laurence mengusap punggung wanita paruh baya itu yang sudah tengah bersedih, ia memang ada sedikit getaran dan rasa kasihan terhadap wanita paruh baya tersebut.
“Yang sabar ya mom, putri Mommy pasti akan ditemukan. Ia pasti sangat tidak tahu menahu tentang mommy nya ataupun jika ia sedang bahagia dengan keluarga angkatnya, bangkai yang tertutup pasti akan tercium bau nya juga. Mommy yang sabar aja, Laurence pasti ada di dekat mommy ko anggap aja Laurence anak mommy” seru Laurence tersenyum tulus
“Kamu memang sangat baik Nak. Pantas saja Aldebaron sangat mencintaimu” seru Laura sedikit mengejek
“Hahaha mommy bisa aja. Aku kan kenal Aldebaron tidak sengaja itu pun saat aku kecelakaan dia yang menabrak ku”
“Ha? Apa dia pernah menabrak mu nak? Apa kau tidak membenci nya bahkan justru mencintai nya?Kau benar benar tidak waras nak” ucap Laura terkejut ada sedikit rasa kesal dihatinya
“Justru itu mengantarkan ku bertemu dengan nya mom, hingga sekarang dia benar benar mencintaiku ” seru nya seraya tersenyum tulus
“Tetap saja dia lah yang menyebabkan kamu terluka dulu. Apa kamu dulu kecelakaan parah nak?”
“Dibilang parah sih nggak, kalau dibilang nggak sih parah” ucapnya sambil cengengesan
“Yang bener kalau orang tua nanya tuh dijawab yang bener nak” seru nya dengan bersungut-sungut
“Hufftt sudahlah mom, jangan dibahas lagi. Itu kan masa lalu. Nanti kalau aku menceritakan detailnya Mommy pasti akan lebih kesal dan mencabik cabik Aldebaron seperti Abang ” sahut nya, sontak ia teringat dengan Abang nya dan belum sama sekali menghubungi bahwa dia sudah berada di Apartemen dengan selamat
“Ohiya Mom, aku belum menghubungi Abang, Mom aku pulang dulu ya sebentar mau menghubungi Abang, supaya dia tidak khawatir denganku.”
“Baiklah, ini terakhir Mommy di Cambridge, Nanti mommy pasti akan sering kesini ya, kan kamu anak mommy” ucapnya seraya tersenyum tulus
“Oke siap Mom, nanti ke Apartemen Laurence aja ya, Laurence akan memasak khusus untuk Mommy nanti ”
“Bye sayang” seru Laura dari kejauhan seraya menatap sedih ke arah Laurence yang sudah mengisi kekosongan hari harinya, yang merindukan putri semata wayangnya.Hanya gelang kaki, yang menentukan informasi akhir jika informasi dari orang suruhannya tidak membuahkan hasil. Ya, ia bersemangat akan menemukan putri semata wayangnya, karena berhasil disemangati oleh Laurence.
*********
“Yah, gue ditinggal lagi sama si Laurence. Gapapa lah gue tugas disini juga. Lumayan juga gue gak akan ngejar jadi spesialis deh, mahal kan biayanya. Disini juga Alhamdulillah gaji nya Rumah Sakit besar milik kekasih temen gue” seru Oktavia tersenyum
Sanca kemudian terheran heran karena rekannya, Oktavia tersenyum sendiri bukannya sedih ditinggal sahabatnya, pikirnya.
Ya, sekarang Sanca tidak kembali menjadi direktur perusahaan, ia kembali menjadi Dokter karena ingin mengejar Laurence. Namun setelah mengetahui Abang Laurence yang memang orang Yang sudah ia pecat dan Laurence sudah mempunyai kekasih Yang sangat berpengaruh, ia memundurkan diri dan kemudian ia mendekati Oktavia, sang sahabat Laurence.
Perihal saat ia mencoba kurang ajar pada Abang Laurence, ia sudah meminta maaf dan tentu saja Abang Laurence belum memaafkan kelakuan Sanca yang semena mena terhadapnya dulu. Hingga saat ini, jika Sanca mendekati sang pujaan hati yaitu Oktavia, ia pasti akan kena semprot oleh babang Indra. Jika mereka kumpul bersama.
“Kenapa lo senyum senyum sendiri?” tanyanya
Sanca memang bersikap seperti itu agar ia tidak kembali merasakan kehilangan orang orang yang disukai nya. Ia seperti itu pura pura cuek pada Oktavia agar Oktavia tidak merasa ilfeel padanya. Karena memang pada dasarnya semua wanita akan ilfeel jika lelaki tersebut sangat mengejar ngejar wanita itu dan memperlihatkan nya. Makanya memang Sanca sendiri sudah membuktikan bahwa memang benar juga filsafat seperti itu. Jadi ia menjadi dirinya sendiri jika berada dekat dengan Oktavia, tidak seperti dulu seperti ia mengejar Laurence.
'Dih, aneh amat kelakuan Oktavia, memang ya wanita itu galak makanya gue sayang ck'
___________
Tenonet ... Tenonet...
Ponsel Laurence bergetar, tertera disana sang kekasih sedang memanggil untuk Vidio call .Dan ia sedang dalam keadaan sibuk untuk fokus dengan mata kuliahnya saat ini. Ia pun terpaksa meminta izin kepada Dosen untuk mengangkat telfon
Setelah mengangkat Vidio call dari sang kekasih, ia menangis karena memang Laurence sangat merindukan perlakuan Aldebaron yang selalu membuatnya meleleh dan merasa nyaman.
“Baby, kenapa kau menangis?. Kau jangan menangis ya, aku akan segera cepat kesana sekarang” ucap Aldebaron dengan khawatir karena memang ia tidak sanggup melihat Laurence menangis seperti itu. Jadi ia putuskan, hari ini akan menyusul Laurence ke New York.
“No Sayang!Aku tidak apa apa. Disini tidak ada kejadian yang membuatmu khawatir ko. Kau jangan kesini aku hanya merindukanmu jadi aku menangis karena disini tidak bisa memelukmu” sahut Laurence dengan lirih
Aldebaron membatu, sedetik kemudian ia melebarkan senyumnya karena bahagia tengah dirindukan oleh sang kekasih. Alay memang, tapi jauh di lubuk hatinya ia juga sangat amat merindukan Laurence.
“Kupikir kau menangis karena ada sesuatu yang mengganggumu atau membuatmu terluka. Ternyata kau sedang merindukan ku baby” sahut nya dengan merenggut
“Apa kau tidak merindukanku juga Aldebaron?” tanya Laurence dengan menaikkan sedikit alisnya
“Tentu saja aku sangat sangat merindukanmu. Kau memang tidak melihat mataku baby?”
“Emang ada apa dengan matamu?”
“Di dalam mataku tersimpan namamu. Dan sedang menghilangkan kotoran yang membuatku menghalangi pertemuan denganmu”
“Berbentuk seperti apa kotoran itu?”
“Ya seperti berkas berkas ku ini. Ini adalah kotoran yang menghalangi ku bertemu dengan mu” ucap Aldebaron dibalik telfonnya dengan menampilkan muka so cute.
Ya memang sangat cute kalau Aldebaron itu ckck
“Dih kirain apaan. Ku kira ada wanita lain yang ada di balik kotoran itu” sinisnya
“ Kau sudah mengenalku baby, kita berpacaran hampir tiga tahun. Aku kan tidak Sudi menyentuh wanita lain selain kau baby, masa kau tidak percaya sih” ucapnya
“Tentu saja aku percaya, kau memang yang terbaik. Terbaik seisi dunia”
“Hah masa baby?Memangnya aku banyak apa”
Tercengang kaget dengan ucapan Laurence, masa iya yang memang seorang diri banyak diri seperti dunia, pikirnya.
Bersambung...
Maaf ya jika ada kata kata kurang nyambung, jangan lupa like dan comment ya ✨