Our Love Is Different

Our Love Is Different
Hancur.



“Apa tidak ada sedikitpun rasa untukku?” tanya nya dengan lemah.


Laurence menggelengkan kepalanya, karena memang ia jujur terhadap perasaan nya sendiri daripada pura pura terlihat sayang. Karena Laurence tidak ingin menghianati kekasihnya yang sudah membantunya, terlebih selalu mendukung nya dalam keadaan apapun. Ya, Laurence tidak ingin menyakiti Aldebaron untuk ke dua kalinya.


“Baiklah, dengan begini aku lega. Akhirnya aku bisa berbicara dari hati ke hati dengan mu tanpa sengaja. Aku.. aku akan melupakan mu Laurence. Terima kasih, semoga aku mendapatkan wanita sepertimu” Ucapnya seraya tersenyum tulus.


Tadinya, Raka mengejar hingga ke Cambridge demi seorang Laurence. Nyatanya kini dipatahkan oleh keadaan yang memang tidak mendukung nya dengan Laurence. Terlebih, masalah hati tidak bisa dipaksakan sekuat apapun jika kita berjuang, jika hatinya bukan untuk kita itu sangat sakit.


Dengan berat hati, Raka kemudian melenggangkan langkahnya untuk menjauh dari Laurence. Ia memutuskan untuk tidak menjabat pura pura seperti ini.


Karena kacau sudah rencananya, kini ia tidak akan mengejar seorang Laurence lagi. Dan trauma mengejar orang yang tengah mempunyai kekasih.


Hati Laurence berdenyut sakit, setelah melihat kepergian Raka. Ia tahu Raka jika berbicara seperti itu akan serius dan tidak main main dengan hatinya.


Namun ia lebih memilih menyakiti daripada Raka terus terusan berada di titik menyakitkan seperti itu. Lebih baik Raka membuka hatinya kembali untuk orang lain, daripada dengannya.


__________🕳️🕳️🕳️________


Perusahaan AB Corp.


Setelah rencana nya berantakan dan dipatahkan realita, pria itu dengan tampang acak acakan melenggangkan kakinya ke perusahaan nya.


Jika seperti itu ia hanya bisa memuncratkan amarahnya pada Asistennya, Vero.


“Vero sini kau!!” bentak nya dengan sedikit kasar.


Vero mengerutkan keningnya, ada masalah apalagi Tuannya, pikirnya.Karena setelah kembali dari Rumah Sakit tiba tiba membentaknya. Membuat ia penasaran apa yang terjadi.


Singkat cerita, Vero memang mengikuti Raka kemanapun ia pergi. Ia menyusul Raka setelah Raka mengucapkan untuk menyusul Laurence ke Cambridge, jadi Vero takut terjadi apa apa dengan Tuannya.


Dan benar saja, setelah melihat realita aslinya, firasat nya seolah kebenaran. Lihatlah, Tuannya kini dipenuhi amarah dan terluka di ekspresi wajahnya, terlihat seperti itu.


Tanpa banyak pikir, ia menuruti perintah Tuannya dan masuk ke Ruangan Tuannya.


Brakk!!!


Setelah ia memasuki Ruangan, terlihat disana seperti kapal pecah,karena Ruangan terlihat acak acakan seperti tidak terurus beberapa bulan.


Dan wajah Tuannya, lihat wajah Tuannya seperti banteng yang akan menyeruduk padanya setelah ia masuk.


Bukan seperti dugaannya, Tuannya justru bertekuk lutut hancur dihadapan Vero. Kini terlihat sisi kerapuhan seorang Raka yang dikenal licik,angkuh dan pantang menyerah memperjuangkan cinta. Kini tidak terlihat lagi julukan seperti itu.


Yang ada, julukan saat ini yang mungkin ia beri pada Tuannya adalah Tuan yang lemah, rapuh dan hancur. Hanya kata itu yang pantas untuk kata julukan kepada Tuannya.


“Verr... ” Gumamnya dengan lirih.


“Ya Tuan kenapa?Kenapa Anda bertekuk lutut seperti itu?” tanya nya dengan iba.


“Apa aku tidak pantas untuk Laurence?” tanya nya dengan lirih menatap sendu Vero.


Ia mengangkat tubuh Tuannya untuk bisa berdiri, kemudian menatap lembut Raka.


“Tuan, Anda sangat tampan, kaya dan jika dilihat lebih dalam Anda sangat baik. Nona Laurence bukan tidak pantas untuk Anda, hanya saja mungkin Tuhan tidak mengizinkan kalian bersama karena terpaut jauh perbedaannya. Dan jika dipaksakan, Nona Laurence tidak baik untuk Anda. Apa yang menurut Anda baik belum tentu menurut Tuhan itu baik, Tuan” jelasnya dengan lirih membuat mata dan hati Raka agar sadar.


Raka menatap kosong ke depan, memang benar jika dipikir pikir ucapan Asisten nya itu.


'Ya memang benar, jika menurutku baik belum tentu menurut Tuhan itu yang terbaik untukku. Dan jika itu baik, maka akan didekatkan kepadaku' batinnya tersadar setelah mendengar ucapan Asisten nya yang tumben benar.


Raka mengelap ingusnya, kemudian bergumam.


“Tumben kau pintar Ver, ” gumamnya dengan sedikit meledek sembari mengelap ingusnya.


“Aishh, jika Tuan begini dihadapan karyawan karyawan Anda, wibawa Anda akan jatuh dalam sekejap Tuan, ” ledeknya tak kalah pedas membalas ucapan Tuannya.


“Apakah aku harus membiarkan Laurence bahagia, sedangkan aku rapuh begini?” tanya nya dengan serius kembali.


“Jika Tuan mencintai Nona Laurence, maka Tuan dengan melihatnya bahagia Tuan juga akan bahagia” gumamnya dengan tersenyum lembut menasihati.


“Ishh, bikin ngeri kau Vero jika tersenyum begitu, ” gumam Raka dengan bergidik ngeri melihat senyum yang menurutnya sangat aneh setelah sekian lama tidak melihat Asisten nya tersenyum begitu.


'Dasar Tuan laknat!' Batinnya mengumpat.


bersambung....


Jangan lupa like Dan comment ya🌹