
Hening.
Laurence belum melanjutkan ucapannya yang membuat Mrs. Laura terdiam penasaran.
“Mom, sepertinya Laurence tidak bisa mengikuti Mom deh. Soalnya Laurence kuliah disini dan gak akan sia siain
beasiswa agar mendapatkan gelar spesial profesional yang Laurence inginkan” seru nya dengan sabar
mengucapkan panjang lebar.
“Baiklah, jika itu mau mu Laurence. Tapi Mom sementara ini gak bisa kesini ya, ada pekerjaan banyak yang menunggu Mommy” seru Laura dengan menatap Laurence pasrah.
“Mommy jangan sedih dong, kata Mommy kan kemarin bilang kalau di Mansion Mommy ada kucing yang sangat lucnut bukan?”
“Tentu saja, tapi itu bukan kucing asli tau” gumam nya merenggut.
“Maksudnya Mom?”
“Maksudnya apa ya? Maksudnya gini lho, kucing jadi jadian Asisten Mommy yang diam diam selalu membuat gaun rancangan Mommy selalu hancur. Dia seperti kucing lucnut” seru nya dengan jelas.
“Ih itu mah namanya bukan kucing lucnut atu Mom, itu namanya kucing lacknat” timpalnya dengan sedikit merenggut kesal kirain kucing lucu lucknut beneran.
“Laurence bagaimana dengan biaya kamu disini?” tanya nya dengan wajah ditekuk.
“Aku sekarang ini ditawarin kerja sampingan di Rumah Sakit ternama yang ada di New York Mom, jaraknya sedikit jauh dari sini. Tapi gapapa hitung hitung Laurence cari pengalaman lebih jauh”
“Mommy tenang aja, Laurence pasti akan jaga diri baik baik ko.” Ucapnya seraya melebarkan senyumnya tulus mengusap bahu sang Mommy.
_________________________
Dengan terburu-buru lelaki dengan rahang tegas itu naik ke lift 1. Namun didalamnya juga terdapat wanita.
Brukkkk
“Awww!” sentak wanita itu meringis
“Lo apa apaan si! Main tubruk aja kan gue bukan kopi tubruk!” omel seorang wanita itu dengan kesal karena sang pria mengacuhkan dan tanpa dosa keluar begitu saja.
“Apa apaan si kamu!” sentak nya wajah datar lebih dari dataran rendah sambil membenarkan jas nya yang berantakan karena tiba tiba ditarik seorang wanita dari belakang.
“Lo pria yang ga tanggung jawab. Apalagi lo udh jadi suami gue. Is amit amit” ucap wanita itu dengan sangat bawel.
Pria itu berjalan berjalan begitu saja tanpa menghiraukan ocehan wanita yang sudah marah 100% di wajahnya.
“Auwss! Kamu kalau mau uang bilang dong!Nih ...” dengan melempar uang merah beberapa lembar kepada wanita yang menurutnya gila tersebut. Karena wanita itu terus saja mencari gara gara dengannya dengan menyeruduk nya seperti banteng dari belakang sambil berkacak pinggang.
“Lo! Gue ga butuh uang lo! Gue cuma butuh ucapan permintaan maaf dari mulut lo langsung!” ucapnya masih dengan berkacak pinggang sambil melotot sampai matanya mau keluar.
“Saya ga salah” ucap nya dengan enteng
“Issh!Lo benar benar nyari amukan gue gue ya!” sambil memutar bola matanya ia melihat benda yang akan menjadi alat sasaran amukan untuk pria yang menabraknya tadi.
“Hussssss!Huss!Keluar lo jin sombong dari tubuh pria tampan ini!Keluar!” dengan dirundung oleh api kemarahan wanita itu memukul pria yang ada dihadapannya dengan kemoceng bulu.
“Hahahaha kamu sangat keterlaluan!Bwuahahahaa aku akan membalas mu. Bwuahahahaa ” dengan tertawa terbahak bahak karena kegelian akhirnya Jack menghentikan kegilaan wanita itu dengan mendorong pelan tubuh wanita itu.
“Hei tunggu!Awas lo ya! Kalau gue ketemu lagi akan ku cabik cabik wajah tampannya itu biar hancur!” dengan gemas wajah kesal ia bergumam sendiri tidak menyadari banyak orang yang berada di lobi tersebut memandang ke arah nya dari tadi yang berani pada Asisten dari Direktur Perusahaan PT. BUANA TBKA.
Dengan langkah kaki menuju resepsionis, wanita itu kemudian melebarkan senyumnya.
“Maaf mbak, ruangan interview dimana ya, saya sudah dipanggil kesini. Ini email saya bisa di cek” ucap wanita itu seraya memperlihatkan handphone nya kepada resepsionis.
Dengan raut wajah yang heran, resepsionis tersebut menunjukkan apa yang di butuhkan wanita tersebut.
“Ruangannya ada disana mbak, ” seloroh resepsionis itu dengan menunjukkan dengan tangannya.
“Terima kasih” ucap nya dengan ramah.
🌹🌹🌹...............
Ruang interview.
Dengan langkah kaki yang pelan pelan, dan lutut yang bergetar wanita itu melangkahkan kakinya karena baru melamar pertama kali disini.
Ceklek
“Apa kamu bernama Roseline Kirana?” tanya pria itu dengan dingin dan datar.
“Benar Pak” ucap nya dengan nada bergetar dan menundukkan kepalanya.
'Gue kaya kenal suara ini, tapi dimana ya' batin Roseline bertanya tanya dan menepis pikiran alam bawah sadarnya dengan fokus pertanyaan yang diajukan oleh orang yang menginterview tersebut.
“Kamu menjawab pertanyaan sepatu saya. Saya tanya sekali lagi, apakah benar kamu bernama Roseline Kirana?” tanya pria itu sekali lagi dengan santai.
Faham apa yang dimaksudkan pria itu, Ros lalu mengangkat wajahnya dan terkejut.
“Kau!!” teriaknya
Dengan gemetar, nyawa Roseline menciut setelah terkejut karena pria yang di omeli nya tadi merupakan pria yang sama saat ini. Dan tatapan tajam pria itu.
'Ah bodo amatlah dia gak mungkin apa apa sama gue, dia pasti profesional ' batin Ros dengan cemas.
“Ya!Kamu belum menjawab pertanyaan saya dan saya sudah mengulang beberapa kali. Silahkan keluar!” dengan tegasnya.
“Belum juga aku jawab, malah disuruh keluar!” omelnya dengan kesal.
'Tapi gue harus mempertahankan interview ini. Lumayan kan gue kalau kerja disini gajinya' batinnya membayangkan jika ia kerja disini.
“Tunggu apalagi??Keluar!” ucap nya dengan sedikit menaikkan nada bicaranya.
“Em tapi pak, saya kan belum menjawab pertanyaan nya. Saya minta maaf ayo bapak mulai lagi pertanyaan yang tadi.” Seloroh nya dengan memperlihatkan pup eyes nya wajah yang sedikit memelas.
Deg deg deg
'Kenapa jantungku berdetak kencang ya?Masa iya aku terpesona liat wanita nenek sihir itu, Cantik sih tapi sayang...' batin Jack dengan menelisik wanita itu dari atas hingga bawah.
“Baiklah, saya harap kamu menjawab dengan benar dalam satu detik. Apa benar nama kamu Roseline Kirana?” tanya nya.
“Benar pak” jawab nya dengan cepat takut salah lagi.
“Apa kamu mempunyai pacar. Em maksud saya apa kamu masih lajang?” tanya nya dengan tergagap memukul mulutnya yang salah tanya.
“Saya masih lajang, kenapa memangnya pak?” dengan mengerutkan keningnya wanita itu merasa aneh dengan pertanyaan konyol pria itu.
“Karena disini mewajibkan harus lajang, kecuali HRD harus tua” ucapnya dengan datar.
“Tapi pak, memangnya seperti itu ya?Tapi saya liat banyak orang yang mengandung disini. Dan Tante tante juga terlihat menor lagi” tanya nya dengan polos
“Ya, tapi terkhusus untuk Sekretaris tidak akan diterima jika wanita itu sudah menikah dan mempunyai anak” jawab Jack.
“Oooo ” singkat Ros dengan membulatkan mulutnya seperti tahu bulat.
Buggg!
Dengan memukul meja dengan sangat keras yang sangat memekikkan telinga wanita yang ada dihadapannya, pria itu terduduk kembali.
“Kamu jawab dengan benar!” ucap nya dengan sedikit membentak, karena ingin memberi balasan kepada orang yang tadi mengomelinya tersebut.
Dengan tergagap takut, Ros berani membuka suara.
“Baik pak. Lanjutkan” seru Ros dengan sedikit tergagap takut.
“Kamu tidak perlu mengatur saya!” dengan menggebrak meja, pria itu sedikit membentak wanita yang ada dihadapannya.
'Harus sabar, orang sabar disayang gaji' batinnya. Dengan sabar, ia mengusap dadanya dan menyimpan kekesalannya demi gaji yang mungkin akan ia dapatkan.
bersambung...
Jangan lupa like dan comment ya.🌹