
~ Happy reading đź’–đź’–đź’–~
Indra hari ini diangkat menjadi kepala General manager Keuangan karena memang melihat totalitas kinerja nya sangat meyakinkan, dan sangat cukup bagus. Bukan karena Indra adalah kakak Laurence, Aldebaron tidak pernah mencampurkan urusan pribadi dengan pekerjaan.
Setelah kepulangannya dari kantor, Indra yang saat ini sedang melajukan mobilnya niat ingin ziarah ke makam orangtuanya. Namun ia melihat sahabat Laurence yang tak lain adalah Oktavia, sedang berada di sekitar makam juga. Entah siapa yang diziarahinya, setahunya orang tua Oktavia masihlah hidup.
Indra menghampiri Oktavia dengan penasaran karena Oktavia terlihat sembab karena menangis
“Hay Oktavia? Lo kenapa disini?” tanya Indra to the point.
“Huum Bang, gue disini ziarah hehe” jawabnya dengan terkekeh
“Ziarah ke makam siapa lo? Setahu gue kan Nyokap bokap lo masih hidup ya kalo ga salah?” tanya nya dengan menaikkan sedikit alisnya karena penasaran
“Hehehe gak siapa siapa bang, cuma ziarah aja ko”
Ia semakin dibuat penasaran, karena memang tidak mungkin bukan siapa siapa dia menziarahi makam tersebut. Tentu saja pasti orang yang berharga.
“Lo boong ya sama gue Oktav? Jujur aja kenapa? masalah makam juga lo sembunyi sembunyiin. Santai sama gue mah”
“Gak apa apa Bang. Bukan siapa siapa, dan ini bukan urusan lo!” jawabnya dengan jutek membuat Indra semakin penasaran ada apa dengan Oktavia. Biasanya Oktavia tidak akan marah jika dia bertanya hal lain.
Karena memang, Indra dan Oktavia selama ini dekat seperti kakak-Adik. Oktavia selalu menganggap Indra Abangnya, namun tidak dengan Indra.
Sepertinya Indra mempunyai rasa lebih kepada Oktavia, ayey
Setelah berbicara kepada Indra, Oktavia langsung melangkahkan kakinya untuk kembali pulang, namun ditahan oleh Indra.
“Gue tau lo sembunyiin sesuatu dari gue, tapi gapapa lah kalo lo belum siap cerita. Gue anterin pulang ya?Tapi lo tungguin gue dulu ziarahi makam nyokap bokap gue” ujarnya
Indra dan Oktavia memang sudah dekat sejak Laurence dengan Oktavia masih SMP. Makanya wajar Indra tidak mungkin menolak pesona Oktavia, karena memang wanita itu sangat cantik meskipun keturunan asli Indonesia. Wajahnya yang ayu dan manis membuat Indra semakin tertarik, dan kelakuannya yang sebelas dua belas dengan adiknya membuatnya semakin mencintai nya. Ya, meskipun Oktavia selama ini selalu menganggap Indra Abangnya sendiri.
Oktavia cemberut, sungguh mukanya sangat menggemaskan Dimata Indra.
“Ulululuu... lo jangan cemberut gitu dong, nanti tikus pada takut ngeliat wajah jelek lo. Bibir di monyong monyongin lagi kaya lontong aja” gurau Indra
Oktavia membabuk Indra karena selalu mengejek nya.
Plak pluk
“Auww, sakit tau pukulan lo kaya pukulan Ronaldowati masukin bola ke gawangnya! Sungguh sangat sakit meskipun lo cewek” ucapnya dengan lebay sambil meringis karena memang terasa sakit asli.
“Abang ini ya. Muka gue itu bukan buat nakut nakutin tikus. Lo yang bener aja tikus takut sama muka cantik gue, yang ada para tikus itu tercengang, terbengong, ternganga melihat kecantikan gue yang tiada Tara di dunia para dewa” seru nya dengan terkekeh
“Dih, lo pede amat ya. Mana ada tikus terbengong bengong ngeliat wajah jelek lo. Emangnya tikus manusia apa ckck, lo berarti berharap disukai sama tikus ya?” desaknya karena cemburu pada tikus ckck
“Yaudah, ini tuh jadi tidak ziarah nya?!” jawab nya dengan nge gas
_________________
Pria itu sedang terdiam sejenak mencoba menepis perkataan orang orangnya. Ia ingin kembali mengorek keterangan dari orang suruhannya agar ia bisa melihat jelas bukti itu. Tidak mudah bagi Aldebaron tidak mempercayai Laurence karena memang selama berpacaran tiga tahun, mereka pasti saling jujur dan percaya.
Kuncinya, hubungan mereka harmonis karena memang saling mengerti dan memahami sikap satu sama lain. Dan Laurence pun tidak pernah berniat main belakang dengan Aldebaron. Laurence hanya terancam oleh Kendrick.
Sebelumnya niat Aldebaron menyelesaikan cepat cepat urusan kantornya di Indonesia karena memang akan menyiapkan suprise dan hadiah untuk Laurence. Dua Minggu lagi, ya Aldebaron akan memberikannya.
“Oke Tuan. Saya kirim fotonya dengan jelas ya, supaya Tuan percaya ” gumam orang itu dibalik telfon
Dan benar saja, ketika foto itu masuk ke WhatsApp Aldebaron. Sontak dadanya berdenyut, terasa sesak karena tidak percaya apa yang dia lihat. Sedikit rasa kecewa dihatinya karena melihat Laurence bisa berbuat seperti itu dibelakangnya. Terlihat sangat jelas di foto itu.
Visual
Namun Aldebaron tetap tidak percaya begitu saja, ia harus mempunyai bukti lain yang kuat. Ya, dia akan menelfon kekasihnya
tenonet tenonet
Tidak diangkat
tenonet tenonet
“Hallo baby, kamu sehat?” ucapnya dengan menyelidik dibalik telfon
“Sehat Sayang. Ko kamu nanya gitu sih?” tanyanya balik
“Kamu ada dimana baby?” tanya Aldebaron kemudian
“A... aku ada di Apartemen kak, kau kenapa bertanya seperti itu padaku?” jawabnya dengan tergagap
Mendengar jawaban Laurence yang tergagap, sontak Aldebaron benar benar percaya dengan apa yang dilihatnya di ponselnya. Dia syok, sangat sangat menusuk jantung hati, ia tidak menyangka Laurence akan menghianati nya Setega itu. Aldebaron kemudian menutup telfon nya membuat Laurence cemas di sana karena telah mengkhianatinya karena terpaksa. Ya, karena terpaksa dia melakukan itu demi Abangnya.
Aldebaron membanting ponselnya yang penuh kenangan indah dengan Laurence selama mereka berpacaran. Ia menggebrak meja yang ada dihadapan nya dan membanting apa yang dilihatnya, termasuk berkas berkas perusahaan. Sungguh sekarang terlihat seperti kapal pecah ruangan Aldebaron karena terlihat acak acakan.
...............*
“Baiklah, hanya satu menit ya berdansa. Kau tidak boleh menyentuhku, dan kesepakatan kita sudah tadi aku sudah memberikan pelukanku!” tegasnya karena setress, cemas, khawatir Aldebaron marah padanya karena dia berbohong.
Laurence tidak ingin membuat Aldebaron khawatir, biarlah ia tutupi karena memang menurutnya itu tidak akan membuat hubungan mereka bermasalah.
Nyatanya tidak, Aldebaron tidak akan menghubungi Laurence lagi dan akan fokus menyelesaikan pekerjaan nya di Indonesia dan setelahnya, dia akan langsung terbang ke Coventry, Inggris untuk melihat keadaan orangtua nya dan kembali menetap disana.
Karena memang tugasnya sudah selesai mengurus perusahaan Anak Cabang di Indonesia.
Aldebaron tidak jadi untuk menemui kekasihnya, karena ia sudah tidak percaya lagi pada Laurence. Pendidikan Laurence yang jauh sungguh membuatnya cemas karena takut terjadi sesuatu dengan Laurence, dan juga takut Laurence berpaling pada pria yang membuat nya nyaman disana, ternyata menjadi kenyataan.
Hancur sudah harapan Aldebaron untuk hidup bersama dengan Laurence dan mempertahankan hubungan mereka untuk meminta restu kepada kedua orangtua Aldebaron.
Memang kepercayaan adalah kunci suatu hubungan bisa berjalan dengan harmonis. Nyatanya, setiap pasangan pasti akan mempunyai masalah masing masing, tidak mungkin semuanya berjalan lurus dan datar datar saja. Seperti kisah Aldebaron dan Laurence yang memang sengaja author buat.
bersambung....
jangan lupa like dan comment ya readers tersayang 🌹