
Hari ini Cinta terlihat bahagia sejak bangun pagi ia selalu bersenandung gembira.
Hatinya sangat bahagia melihat suaminya sudah bisa bercerita dan bersenda gurau.
Cinta membayangkan hari-hari nya akan terasa begitu bahagia hidup bersama suami tercinta.
Cinta masih ingat pertemuan pertama mereka sewaktu mereka masih kanak-kanak.
Zoe lah orang pertama yang menghapus air matanya saat ia menangis. Zoe jugalah sahabat pertama yang ia miliki di masa kecilnya.
Bermain bersama berboncengan sepeda sepanjang sungai yang mengalir di kota itu kota kecil tempat ayahnya dulu mengerjakan proyek.
Sebagai anak tunggal Cinta merasa sangat kesepian tidak ada saudara berbagi maupun patner berantem dirinya.Semua yang ia lakukan selalu ia lakukan sendiri.Sebegitu mandirinya Cinta hingga ia merasa tidak lagi membutuhkan orang lain bahkan terkadang sering meremehkan bantuan orang lain.
Tetapi semua itu tidak bisa memungkiri perasaannya yang seringkali merasa sepi. Hingga kehadiran Zoe dalam hidupnya membuat hidupnya lebih berwarna.
Cinta sangat bahagia baginya kehadiran Zoe adalah anugerah terindah dari Tuhan untuk dirinya. Sejak hari pertama mereka bertemu hari-hari Cinta terasa begitu menyenangkan.Tiada hari tanpa mereka bertemu.
Sudah menjadi jadwal tetap Cinta setiap pulang sekolah Cinta selalu minta diantar ke kota kecil tersebut.
Perjalanan ke kota itu membutuhkan waktu kurang lebih satu setengah jam dari kota tempat Cinta tinggal.
Tetapi entahlah sejak mengenal Zoe Cinta sangat betah untuk berlama-lama di kota kecil itu.
Karena bermain dengan Zoe sangatlah mengasyikan. Cinta tidak lagi merasa sendiri di dunia ini.
Hingga akhirnya ada kesalahpahaman diantara mereka yang membuat Cinta menangis sedih dan akhirnya menjauh dari persahabatan mereka.
Masa-masa itu adalah masa penuh teka teki bagi Zoe karena tiba-tiba Cinta tidak pernah lagi menemui dirinya.
Setiap kali Zoe bertanya kepada Ayah Cinta selalu dibilang Cinta sibuk sekolah padahal Zoe sebenarnya tahu ayah Cinta menutupi sesuatu ia tahu kalau Cinta selalu menolak ajakan ayahnya untuk berlibur di kota kecil ini lagi. Karena suatu ketika Zoe sempat mendengar pembicaraan antara ayah Cinta dan Cinta di telepon.
Sejak saat itu Zoe selalu bertekad apapun yang terjadi ia akan terus memenuhi janjinya untuk selalu menjaga Cinta walau Cinta entah kenapa tidak mau lagi berjumpa dengannya.
Zoe terus berlatih hingga suatu saat ketika ia sudah mulai kuliah di kota tempat tinggal Cinta. Ayah Cinta menghubungi dirinya untuk meminta tolong padanya menjadi bodyguard pribadi anaknya Cinta.
Bagaikan disiram air dingin yang menyejukkan Zoe langsung menyetujui nya berbeda dengan Cinta yang langsung menolaknya Apalagi mengetahui kalau yang akan menjadi bodyguard dirinya ada Zoe.
Untuk beberapa waktu lamanya Cinta terus menolak Zoe sebagai bodyguard pribadinya hingga suatu kejadian membuat identitas kekasih Cinta terbongkar. Dan akhirnya Cinta pun tahu ternyata kekasih yang ia banggakan dan cintai adalah si Zoe bodyguard pribadinya sendiri sekaligus sahabat masa kecilnya.
Mengingat semua kejadian demi kejadian, baik yang membahagiakan dan menyedihkan tidak mengurangi kebahagiaan yang ia rasakan saat ini menyandang status istri dari Zoe Reyhan Victorie bodyguard pribadi, sahabat kecilnya dan kini adalah suami tercintanya.
Membayangkan sosok Reyhan yang begitu tampan lembut tetapi macho membuat jantung Cinta berdetak begitu cepatnya."My sexy bodyguard i love you" gumam bahagia Cinta mengingat suaminya.
Tok tok tok
"Cinta! ...Cinta.! ... bangun!" tiba-tiba terdengar pintu kamarnya di ketuk berulang-ulang dan suara mama terus memanggil namanya.
"Cinta! Buka pintu nak! Cinta!" kembali suara mama terdengar panik memanggil Cinta.
Spontan lamunan Cinta ambyarr saat mendengar teriakan mamanya yang terdengar panik memanggil namanya.
'Iya ma sebentar! " sahut Cinta yang tak kalah paniknya saat mendengar kehebohan mamanya mengetuk pintu kamarnya..
Cinta pun bergegas membuka pintu kamarnya.
Setelah membuka pintu kamarnya ia melihat mamanya berusaha menahan tangis.
Cinta pun mengerutkan keningnya.
"Ada apa ma? Mama kenapa?"
"Yuk Cinta kita ke Rumah Sakit" ajak mamanya lalu pergi meninggalkan Cinta yang masih berdiri terbengong di depan Kamar.
"Ke Rumah Sakit? Pagi-pagi begini kemarin mama bilang mau ke Rumah Sakit jam delapan kenapa sekarang pagi-pagi sudah heboh? Apa mau gantiin papa jaga? Mungkin ada klien yang minta meeting pagi. Papa sih... kemarin aku mau jaga Reyhan dilarang. Harus istirahat di rumah karena kemarin aku tidak istirahat samasekali." gerutu Cinta menebak-nebak.
"Cinta! Ayoo nak!" suara mama kembali menggelegar di seluruh ruang.
"Iya ma! Cinta turun" kemudian Cinta pun segera turun dan langsung masuk ke mobil.
Di dalam mobil mamanya hanya diam dan sesekali tersenyum pada Cinta dan menggenggam erat tangan Cinta.
Cinta yang dari tadi merasa aneh dengan sikap mamanya merasa ada sesuatu yang disembunyikan.Senyuman mamanya padanya terkesan sangat sangat dipaksakan.Bahkan sorot mata mamanya menyiratkan kesedihan entahlah Cinta hanya mencoba menebak apa sebenarnya yang terjadi.
"Ma sebenarnya ada apa sih?" Cinta mencoba memberanikan diri untuk bertanya capek sudah dirinya dari tadi menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi.
Sekali lagi mamanya mencoba tersenyum dan memberikan pelukan hangat serta usapan lembut di tubuhnya agar Cinta tenang dalam menghadapi kenyataan sesungguhnya.Tanpa sepengetahuan anaknya airmata Mama menetes diam-diam.
Cinta hanya menikmati kehangatan pelukan sang mama.Entah kenapa setiap kali dalam pelukan mama ia selalu merasa tenang dan tentram.
Sepanjang perjalanan menuju ke Rumah Sakit hanya ada suasana hening dan diam.Cuaca hari ini pun sedikit mendung sedih dengan angin semilir berhembus yang menggerakkan lembut dedaunan di sepanjang jalan. Seolah olah hembusan angin yang lembut itu berusaha menghibur dan tetap memberikan kesejukan untuk Cinta di pagi hari ini.
Mama dan Cinta tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.
"Permisi Bu kita sudah sampai"ucap Sopir keluarga Cinta.
"Oh ya baiklah.Yuk Cinta kita sudah sampai." Sambil mencari smartphone nya yang terus berbunyi mama mengingatkan Cinta bahwa mereka sudah sampai.
Cinta pun turun dari mobil dan mengikuti langkah mamanya.
"Hallo.. iya pa, ini kami sudah sampai kok di parkiran.Iya pa mama ngerti" lalu mama menutup teleponnya.
"Papa kenapa ma?" Cinta berusaha membuka pembicaraan.
"Yuk!" tanpa menjawab sepatah kata mama menggandeng tangan Cinta lembut sedikit menarik agar cepat sampai tujuan.
Cinta pun tanpa perlawanan mengikuti begitu saja langkah mamanya yang sedikit terasa cepat .
Beberapa langkah mendekati kamar Reyhan, Cinta sempat melirik mamanya menarik napas dalam lalu menghembuskannya.Kemudian kembali berusaha untuk tersenyum lembut pada Cinta anaknya dan memeluknya sebentar.
"Ada apa ma?" Menyadari sesuatu yang ganjil dari berbagai perlakuan mamanya terhadap dirinya.
Saat mereka masuk ke ruang rawat Reyhan.Disana telah berkumpul papa Cinta yang terlihat tegang wajahnya. Bahkan kedua sahabatnya pun Susanti dan Mita sudah ada disana sesekali terlihat menyeka airmatanya.
"Ada apa ini? Pa... San....Mit?Kenapa kalian?" perasaan Cinta semakin tidak nyaman.
"Ibu yang sabar ya..." Dokter mulai membuka suara.
Cinta melihat Dokter dan beberapa suster berada di sekeliling suaminya.
Cinta menatap satu per satu bergantian mama,papa.,kedua sahabatnya serta para tenaga medis yang ada di ruangan tersebut.Cinta berusaha mencari jawaban dari wajah-wajah orang-orang yang berkumpul disana.
Mama berusaha mencegah tetapi tangan papa Cinta menahan mama."Biarkan" ucap lirih papa Cinta.
"Zoe... ada apa? Kenapa mereka berkumpul di sekeliling mu?" Cinta menghampiri Reyhan mencoba mencaritahu apa yang sebenarnya terjadi.
Reyhan terlihat tertidur pulas. Cinta makin mendekati Reyhan."Zoe kamu masih tidur? Bangun Zoe banyak orang disini " Cinta mulai panik saat mengetahui Reyhan diam tak bergerak.
"Terlalu capek kah kamu sayang hingga pulas banget tidur kamu?." celetuk Cinta sambil berusaha membangunkan Reyhan dengan kecupan di kening Reyhan.
"Bangun sayang ini aku datang." melihat semua ini mama semakin tidak kuat menahan emosinya yang sejak dari rumah sudah berusaha ia tahan akhirnya pecah sudah tangisan mama.
Begitu juga dengan kedua sahabat Cinta mereka semakin tidak kuat melihat ketidaktahuan sahabatnya itu tentang yang terjadi sebenarnya.
Cinta semakin bingung kenapa semua orang menangis . Kembali ia memandang suaminya ada perasaaan semakin tidak enak menjalari tubuhnya dengan bergetar Cinta menyentuh wajah suaminya tersebut."Zoe bangun Zoe ...." tiba-tiba sesuatu yang hangat mulai mengaliri pipi lembut Cinta.Tangan Cinta pun mulai bergetar saat mengetahui suaminya tidak bergeming sedikitpun. "Bagaimana mungkin Zoe tidak merespon apapun yang ia lakukan" batin Cinta bingung.
"Zoe ..." dengan suara bergetar Cinta kembali mencoba membangunkan suaminya.
Isak tangis mamanya dan para sahabatnya semakin jelas ia dengar.
Dokter akhirnya menyentuh bahu Cinta "Ibu... "
Cinta pun menoleh ke arah sentuhan di bahunya."Iya Dok..."sambil menyeka airmatanya.
"Bu.... saya selaku Dokter dan para tenaga medis lainnya sudah berusaha maksimal semampu kami tapi semua kembali lagi Tuhan yang punya kuasa."
Cinta menatap nanar Dokter dihadapannya airmatanya semakin memenuhi pelupuk matanya.
"Maksud Dokter apa?" suara Cinta kembali bergetar .Kedua orang tua Cinta pun terlihat melangkah mendekati anaknya.
"Maaf Bu tadi subuh suami ibu mengalami syok ternyata luka tembak yang kemarin, menimbulkan infeksi.Kami sudah berusaha untuk tetap membuat suami ibu bertahan.Tetapi semua kembali pada kehendak Tuhan. Maaf kami kehilangan suami ibu." ucap Dokter berusaha menenangkan Cinta.
Untuk sesaat Cinta berusaha mencerna arti perkataan sang dokter. Tiba-tiba kedua kakinya terasa lemas dan pandangannya gelap.
Brukk
Cinta terjatuh dalam pelukan ayahnya.Untung saja kedua orang tua Cinta tanggap dengan kondisi anaknya.
Cinta pun akhirnya dibaringkan dan berusaha disadarkan. Kedua sahabatnya mencoba membalurkan minyak kayu putih pada tubuh Cinta serta hidungnya
Kedua orang tua Cinta dan para tenaga medis saat ini berunding untuk langkah berikutnya membawa Reyhan ke tempat persemayaman.
.............................................
"Tidak!!! Zoe! Tidakk jangan tinggalkan aku Zoe jangan tinggalkan aku! Kamu jahat kamu jahat ! Kenapa kamu pergi kamu janji Zoe kamu janji akan terus menjadi bodyguard aku seumur hidup kenapa kamu sekarang pergi!" teriak Cinta berulangkali di dekat tubuh Zoe.
Cinta terus memeluk dan menangis di tubuh suaminya yang kini sudah terbujur kaku di hadapannya.
Airmata Cinta terus mengalir.Tak henti-hentinya Cinta menangisi suaminya.
Kejadian ini sangatlah di luar dugaannya.Kemarin mereka masih bisa bercanda gurau tertawa dan bercerita akan mimpi-mimpi indah mengarungi biduk rumah tangga bahagia berdua.
Tapi takdir menggariskan lain. Semua impian Cinta dan Reyhan harus pupus dan terkubur bersama segala kenangan indah mereka seiring kepergian Reyhan untuk selamanya.
Kedua sahabat Cinta pun terus berada disamping Cinta mereka terus berusaha menguatkan dan menghibur Cinta.
Reyhan adalah sahabat sekaligus suami sahabat mereka Cinta. Hari ini mereka harus merelakannya untuk pergi selamanya. Tidak seorangpun yang menduga hal ini terjadi.Kini Reyhan telah pergi meninggalkan mereka semua.
Kepergiannya yang begitu mendadak ini meninggalkan kesedihan dan kepedihan yang sangat mendalam pada semua yang ditinggalkan terutama istrinya Cinta.
...................................................
Dibawah pusara Reyhan. Cinta masih bersimpuh dan berdoa yang terbaik untuk suami tercinta.
"Yuk Cinta kita pulang!" ajak Kedua sahabatnya.
Cinta masih berusaha menyeka airmatanya. Dengan perlahan ia mengusap pusara suaminya "Selamat tinggal suamiku.Selamat tinggal My bodyguard. I Will always love you!"
.......................................................
Sebulan kemudian terlihat Cinta sedang menarik tas trollynya bersama kedua orang tua Cinta.
"Cinta!"
"Cinta tunggu!"
Mendengar namanya dipanggil Cinta dan mama papanya pun menoleh ke sumber suara.
Terlihat Susanti dan Mita berlarian tergopoh-gopoh menghampiri mereka.
"Cinta! Baik-baik disana ya! Jangan lupa kirim kabar pada kami" ucap Mita sambil menahan airmatanya
"Jangan lupa bahagia ya Cinta.Kami semua berdoa untuk kebahagiaanmu.We Will Miss you Cinta!" sahut Susanti.
Mereka bertiga pun berpelukan. Cinta sudah memutuskan akan ikut bersama kedua orang tuanya ke negeri seberang. Kedua orang tua Cinta pun menyetujui niat Cinta untuk ikut bersama mereka dan melanjutkan sekolahnya disana daripada tetap disini sendiri tanpa bodyguard yang biasa selalu menjaganya.
"Selamat jalan Cinta.Semoga kamu menemukan kebahagiaanmu disana. Ingat Cinta life must go on !" pesan Susanti
"Terima kasih guys kalian adalah sahabat terbaik aku. Semoga kalian pun menemukan kebahagiaan kalian. Saling berkabar ya !" pesan Cinta lalu mereka berpelukan sekali lagi.
"Baiklah anak-anak sekarang waktunya kami berangkat! Tetap kirim kabar ya!" ucap papa Cinta.
Lalu mereka bertiga pun pergi meninggalkan semua kenangan pedih sekaligus indah.
"Selamat jalan Cinta Kami selalu menunggumu kembali disini!" teriak Mita dan Susanti
"Rey.... Cinta akan selalu mengenang mu dan mencintaimu untuk selamanya.Berbahagialah engkau disana. Kami tahu kamu selalu menjaga dan mendampingi setiap langkah Cinta walau dari dunia yang berbeda .We love you Bodyguard We Will Miss you !" Susanti menatap langit biru disana samar terlihat wajah Reyhan sedang tersenyum pada mereka .
................. T A M A T...................
Terima kasih buat semua pembaca setia My Sexy Bodyguard I love you
terima kasih buat dukungannya selama ini. Author tidak menyangka penggemar Cinta Reyhan ternyata sangatlah luar biasa hebat
Kami Author, Cinta dan Reyhan mengucapkan banyak-banyak terima kasih buat semua dukungannya🙏
Mampir yuk di kisah terbaru author
SaGa si mata elang