My Sexy Bodyguard I Love You

My Sexy Bodyguard I Love You
kecolongan



Hari hari terakhir ini terlihat sangat sibuk semua terlibat dalam persiapan pernikahan Cinta dan Reyhan.


Di halaman rumah Cinta, Reyhan memeluk Cinta dengan eratnya"Tinggal beberapa hari lagi hari bahagia kita berdua sudah berada di depan mata.Kamu bahagia Cinta?" Reyhan mencium pipi Cinta dengan penuh kasih.


"Aku bahagia Zoe aku sangat bahagia!" Cinta pun mencium pipi Reyhan.


"Aku berjanji aku akan selalu membuatmu bahagia. Katakan padaku bila suatu saat kamu merasa aku tidak cukup membuat dirimu bahagia.Aku akan terus berusaha untuk membuatmu bahagia." bisik Reyhan.


"Kehadiran dan bersama dirimu sudah merupakan kebahagiaan tersendiri buat aku. Kamu tidak perlu melakukan apa-apa lagi." sahut Cinta.


"Cinta ada telepon tuh dari Susanti katanya hari ini kamu ada janji facial dan ratus di salon." teriak Mama Cinta.


Mendengar teriakan mama pipi Cinta pun bersemu merah.


Reyhan yang mengerti apa yang membuat Cinta malu.Hanya tersenyum penuh arti.


"Gak usah malu kita kan nantinya akan menjadi satu dan itu juga buat kebahagiaan kita kan? " goda Reyhan.


"Ih apaan sih!" senggol Cinta dengan sikutnya lalu kabur dari Reyhan yang terus menggodanya.


"Sayang! Jangan lama-lama! Yaa kabur!"seru Reyhan menggoda Cinta.


......,..........................................


Di tempat yang berbeda


"Pak tolong lah saya. Ijinkan saya menemui mereka dan meminta maaf secara langsung atas perbuatan egois saya. Bila diijinkan saya ingin mengucapkan selamat menempuh hidup baru dan bahagia senantiasa sampai maut memisahkan mereka" ucap Alan sambil menyeringai.


"Maaf kami harus sampaikan dulu pada atasan." jawab sipir penjara.


"Saya tidak masalah kalau harus tetap di kawal asal saya bisa meminta maaf dan mengucapkan selamat menempuh hidup baru secara langsung pada mereka berdua. Tolong pak polisi ijinkanlah saya benar-benar merasa bersalah pada mereka." ucap Alan mengiba.


"Baiklah akan aku usahakan nanti aku sampaikan keinginan mu itu pada yang berwenang."janji kepala sipir yang merasa kasihan pada Alan ia melihat sorot penyesalan sangat dalam di mata Alan.


"Terima kasih! Terima kasih!" jawab Alan sambil bersujud.


"Berdirilah Al aku masih usahakan belum tentu disetujui.Semua tergantung kepala lapas."


"Tidak apa setidaknya sudah diusahakan." sahut lirih Alan.


"Kembalilah sekarang ke sel kamu!"


"Baiklah! " Kemudian Alan pun kembali ke sel tempat ia ditahan.


Disana ia Kembali termenung.


Sorot matanya penuh kebencian dan dendam.


.........................................................


"Hallo Cinta ayoo aku sudah di depan nih! Siap mengantar tuan putri untuk perawatan sebelum pernikahan." teriak Susanti dari seberang telepon.


"Iya... iya ini sudah siap kok!" lanjut Cinta lalu bergegas keluar sambil menyambar tas nya.


"Ma Cinta pergi dulu ya!" pamit Cinta.


"Heii aku saja yang antar!" protes Reyhan.


"Ingat kamu bagian kelengkapan surat-surat okay sayang!" Lalu Cinta pun mencium kedua pipi Reyhan lalu pergi meninggalkan Reyhan.


.........................................................


Beberapa Minggu kemudian.


Kini hari bahagia yang mereka tunggu telah tiba.Dengan mengunakan taxedo putih Reyhan terlihat gagah dan tampan.


Sedangkan Cinta mengunakan gaun putih yang elegan menambah ke anggunan Cinta.


Semua orang yang hadir dalam ikrar janji suci mereka berdecak kagum oleh kecantikan dan ketampanan sang mempelai.


Setelah Cinta diantar sang ayah untuk diserahkan pada Reyhan sebagai tanda bahwa kini Reyhan lah yang bertanggung jawab akan kehidupan dan kebahagiaan Cinta sekarang dan selamanya.


"Bersedia kah kamu Reyhan Zoe Victorie menerima Cinta Permata Berliana Putri sebagai istrimu dalam suka dan duka"


"Ya saya bersedia." sahut Reyhan.


"Bersediakah kamu Cinta Permata Berliana Putri menerima Reyhan Zoe Victorie sebagai suami kamu dalam suka dan duka?"


"Ya saya bersedia!"


"Kini kalian telah dipersatukan oleh Tuhan dan apa yang telah dipersatukan oleh Nya tidak boleh dipisahkan oleh manusia."


"Tunggu!" tiba-tiba terdengar teriakan dari arah belakang mempelai. Membuat semua yang hadir disana menoleh ke arah sumber suara.


Terlihat disana seseorang dengan memakai baju tahanan dan tangan di borgol serta di dampingi oleh beberapa polisi.


"Alan!" jerit tertahan beberapa teman dekat Cinta dan Reyhan.


Perlahan Alan melangkah mendekati kedua mempelai. Cinta dan Reyhan saling menggenggam tangan "Ada apa ini kenapa Alan bisa muncul disini?" pikir Reyhan yang langsung memasang pertahanan untuk istrinya.


"Cinta ... aku datang kesini untuk mengucapkan selamat menempuh hidup baru." Alan pun mengulurkan tangan kepada Cinta.


Dengan sedikit ragu dan menatap suaminya meminta persetujuan Cinta pun mengulurkan tangannya.


Alan pun tersenyum menyeringai.


Reyhan yang menangkap ada sesuatu yang tidak beres lantas ia pun berusaha melindungi Cinta.


"Kamu tahu Cinta, aku sangat mencintaimu dan bila aku tidak dapat memiliki mu orang lainpun tidak bisa memilikimu"


Dor


Sebuah pistol meledak ke arah Cinta tapi Reyhan dengan sigaonya langsung menghalangi tubuh Cinta dengan tubuhnya.


"Reyhan!!" teriak Cinta menyaksikan suaminya yang baru saja disahkan tergolek di lantai dengan darah yang membanjiri tubuhnya.


Alan pun segera diamankan oleh beberapa polisi yang tadi mengawalnya. Mereka tidak menyangka akan kecolongan seperti saat ini.


Semua tamu berhamburan keluar meninggalkan gedung sambil menjerit ketakutan.


"Reyhan! Tidakkk! Reyhan bangun Reyhan!" jerit pilu Cinta sambil terus memeluk Reyhan.


Beberapa teman Cinta dan kedua orang tua Cinta berusaha mengamankan Cinta tetapi Cinta tidak mau beranjak jauh dari Reyhan.


.....................................................


Ikuti terus kisahnya ya


jangan lupa like komen dan vote


terima kasih


Happy Reading