
Tidak terasa hari sudah menjelang sore.Matahari sudah mulai menuju peristirahatannya.
Cinta memandang ke arah jendela ia melihat anak-anak kecil berlarian saling berkejaran. Cinta merasa pernah merasakan kebahagiaan anak-anak tersebut.
Tiba-tiba wajah Cinta terasa tegang saat melihat ada dua orang anak laki-laki dan perempuan sedang boncengan sepeda sambil bersenda gurau bahagia bersama.
Pemandangan itu mengingatkan Cinta akan sesuatu. Ada beberapa kilatan memori yang ingin muncul di kepala Cinta tetapi entah kenapa terhalang rasa sakit yang tiba-tiba datang yang membuat Cinta tidak berani lagi meneruskan usahanya untuk mengingat kejadian itu.
Demi menghindari rasa sakit kepala yang parah Cinta lebih memilih untuk tidak mencoba mengingatnya lagi.
Tiba-tiba ada air mata yang jatuh di pipi Cinta.
Walau bersama Alan semua keinginannya selalu dipenuhi tetapi entahlah Cinta merasa ada yang kosong di hatinya ia merasa dipenjara walau bukan di dalam penjara.
Tiba-tiba Alan memeluknya dari belakang."Hmm lagi lihat apa sayang" Alan mencium pipi Cinta.
Cinta hanya diam saja sambil tetap memperhatikan anak-anak kecil yang dengan gembira nya berlarian dan saling tertawa bahagia.
Alan yang merasa dicuekin mulai geram dengan sikap Cinta. Apalagi ia melihat ada sisa air mata yang mengalir di pipi Cinta.
Lalu dengan kemarahan yang masih berusaha ia tahan Alan pun menuju ke dapur. Disana ia mengambil satu gelas air putih lalu ia mengambil bubuk ajaib yang baru tadi pagi ia beli. Biasa ia hanya memberi satu sendok per satu gelas air.Kini Alan justru menambah lagi takarannya menjadi dua sendok makan per segelas air putih.
"Aku sudah melakukan semua cara untuk dapat membahagiakanmu Cinta . Semua keinginanmu bahkan kesukaanmu sudah aku penuhi. Tetapi kamu masih saja berusaha mengingat yang tidak seharusnya kamu ingat lagi. Kenapa ?i " ucap gusar Alan sambil mengaduk minuman untuk Cinta dengan cepat.
"Al.... " Suara Cinta yang tiba-tiba sudah berada di belakang Alan.
Alan langsung terdiam kaku. "Jangan-jangan Cinta mendengar ocehan ku tadi"
"Al ..." Kembali Cinta memanggil Alan .
Alan langsung memutar tubuhnya sambil tersenyum manis.
"Iya cantik, ada yang bisa aku bantu? Tapi ini diminum dulu biar kepala kamu enteng tidak sakit lagi." Alan menyodorkan segelas air putih yang sudah ia campur ramuan ajaib nya.
"Makasih Al tapi aku gak lagi haus."
Alan menahan gemeretak giginya.Baru kali ini Cinta mulai berani membantah dirinya.
"Minumlah sedikit Cinta ini bukan air putih biasa. Ini air putih yang mengandung oksigen lebih banyak yang bila kita sering meminumnya akan membuat badan kita segar capek-capek hilang dan sakit kepala hilang." bujuk Alan sambil menyodorkan segelas air yang sudah dipersiapkan Alan sejak tadi.
Akhirnya Cinta pun meminum air putih yang disodorkan Alan padanya.
Alan pun tersenyum puas.
"Al ...kita jalan-jalan yuk aku ingin ke Mall atau kemana lah ." ajak Cinta.
"Jalan-jalan?" tanya Alan kembali.
"Hmm nanti aku pikirkan ya kita akan jalan kemana." sahut Alan kebingungan.
"Bagaimana mungkin aku mengajak Cinta keluar kalau ada yang melihat dia. Temannya atau siapa buyar semua rencanaku." gumam Alan dalam hati.
"Hooooaam" Cinta menguap berulangkali.
'Kenapa mata aku terasa mengantuk sekali ya----" belum sempat Cinta menyelesaikan kalimatnya Cinta pun sudah tertidur pulas di meja makan.
Alan sedikit terkejut Cinta tiba-tiba tertidur begitu saja. Ia coba membangunkan Cinta tetapi tidak ada reaksi apapun.
"Waduh jangan-jangan ini karena takaran serbuk tadi yang aku bikin lebih banyak." batin Alan.
Akhirnya Alan pun menggendong tubuh Cinta untuk dibawa ke tempat tidur .
"Cinta seandainya saja kamu bisa benar-benar melupakan Reyhan dan hanya mencintai diriku tanpa serbuk itu mungkin aku adalah lelaki yang paling bahagia di dunia ini. Aku akan ajak kamu keliling dunia bukan hanya keliling kota .Aku mencintaimu Cinta. semoga kamu cepat melupakan Reyhan." bisik Alan sambil mengecup kening Cinta.
Keesokan harinya jam sudah menunjukkan pukul empat pagi.
Alan sudah bersiap pergi ke pasar untuk membeli lagi serbuk ajaib. Sebelumnya Alan mengecek keadaan Cinta terlebih dahulu yang masih terlihat pulas dalam tidurnya.
"Cinta aku pergi dulu ya. Aku akan beli ramuan yang lebih kuat dari ini agar kita cepat hidup bahagia bersama " batin Alan sambil memandang Cinta yang masih tertidur.
Lalu pergilah Alan membawa mobilnya melaju ke pasar di pagi buta ini
Tidak jauh dari tempat Alan beberapa tim Reyhan termasuk Reyhan sendiri sudah memantau dan bersiap untuk masuk dan membawa pergi Cinta dari pengaruh licik Alan.
"Tim A posisi ready?" tanya Reyhan.
"Ready bos"
"Tim pantau jalan ready?"
"Siap Rey aku sudah selalu di belakang mobil Alan" jawab Santi
"Okev langsung info bila ada tanda-tanda Alan kembali ke rumah.Hati-hati jangan sampai Alan tahu sedang dibuntuti." pesan Reyhan.
"Siap Rey" sahut Santi.
"Oke kalian siap? Kita masuk ke dalam sekarang cari ke semua ruangan bila menemukan Cinta langsung info kita langsung bawa dia pulang. Tim satu cari di lantai bawah tim dua cari di lantai atas. Kalian mengerti?" tanya Reyhan.
"Kami ngerti Rey!" jawab semua tim kompak.
Lalu merekapun masuk ke rumah Alan untuk mencari Cinta .
. ..................❤️❤️..................