
"Bagaimana kalian sudah melihatnya?" Reyhan bertanya lewat Walkie talkie pada semua sahabat yang saat ini ikut memantau secara terpisah.
"Belum terlihat bos!"
"Disini juga belum."
"Belum Rey"
"Belum terlihat apapun" jawab sahabat-sahabat Reyhan yang ikut memantau keberadaan Alan.
Reyhan menghela napas."Sabar ya sayang aku masih terus berusaha menemukanmu.Please kirim petunjukmu."batin Reyhan berusaha menjangkau pikiran Cinta saat ini.
"Please Cinta beri aku petunjuk untuk bisa menemukanmu" harap Reyhan sambil memegang kepalanya.
"Awas kau Al. Sampai ada apa-apa dengan Cinta akan aku bikin perhitungan kau !" geram Reyhan.
"Hallo...hallo target terpantau disini!" info dari teman Santi.
"Bagus! pantau terus tapi tolong jangan sampai mencurigakan !' akhirnya Reyhan bernapas sedikit lega .
"Santi Target sudah terlihat tolong pantau juga ya jarak kamu dan teman kamu yang terdekat dengan target." pesan Reyhan.
"Siap Rey aku akan tunggu di mobil untuk selanjutnya membuntutinya." sahut Santi
"Okay San lanjutkan saling info ya " sekali lagi Reyhan tidak ingin kehilangan jejak Alan lagi .
Alan terlihat membeli sesuatu di toko obat penjual jamu.Setelah ia mendapatkan apa yang ia pesan lalu sambil melihat kanan kiri dan menutupi wajahnya dengan topi Alan memasukan sebuah bungkusan ke dalam jaketnya. Lalu ia pun pergi meninggalkan pasar.
"Lapor target sudah selesai meninggalkan lokasi."
"Okay siap lanjut aku yang mengikutinya aku sudah berada di depan pasar." sahut Santi.
"Okay guys tetap terus pantau dan hati-hati." pesan Reyhan.
Setelah semua tim melakukan tugasnya masing-masing. Dengan rasa penasarannya Reyhan mencoba mencari tahu apa yang selalu Alan beli di toko penjual jamu tersebut.
.................................
Santi dengan sangat hati-hati menjaga jarak pandang tapi juga tidak ingin ketinggalan jejak Alan "ini adalah kesempatan emas untuk menemukan Cinta. Aku harus hati-hati." batin Santi.
.....................................
Di salah satu kamar hotel sudah terlihat Reyhan dan tim pencari Cinta yang lainnya sedang berkumpul kecuali Santi masih dalam perjalanan menuju hotel setelah mengikuti Alan ke tempat persembunyiannya.
"Harapan kita satu-satunya saat ini adalah Santi .Semoga Alan tidak mencurigainya..Karena bila ketahuan selesai sudah semua usaha pencarian kita dan kembali ke nol ." ucap Reyhan gusar.
Tidak lama kemudian terdengar pintu kamar diketuk.
"Itu Santi!" seru Mita yang setengah berlari membukakan pintu kamar.
"Haii sudah ditunggu tuh!" sambut Mita.
"San.. bagaimana berhasil kan?' " tanya Reyhan penasaran.
"Beres Rey! " sahut Santi.
Kemudian mereka pun berdiskusi untuk mematangkan rencana mereka berikutnya.
"Kita harus bergerak cepat. Karena Cinta dalam keadaan tidak sadar saat ini." jelas Reyhan.
"Tidak sadar? Maksud kamu Cinta pingsan atau koma? Kenapa Rey?" Mita dan Santi menatap Reyhan penasaran.
"Bukan! Tetapi Kemungkinan besar Alan membuat Cinta lupa ingatan" lanjut Reyhan.
"Lupa ingatan?" sahut Mita dan Santi kompak.
"Iya ternyata selama ini kenapa Alan bolak balik ke pasar. Karena dia membeli racikan jamu yang bisa membuat orang yang meminumnya lupa ingatan. Tapi aku sudah membeli obat penawarnya juga kemarin. Jadi bila besok waktu kalian membawa keluar cinta dari sana jangan bingung kalau Cinta tidak mengenali kalian." jelas Reyhan.
Mita dan Santi pun mangut-mangut tanda mengerti.
"Jadi kalian semua sudah jelas ya. Sewaktu Alan meninggalkan rumahnya kita harus bergerak cepat mengeluarkan Cinta. Yang lain terus memantau Alan seandainya ia kembali ke rumah di luar jam kebiasaannya."lanjut Reyhan.
"Siap!" Seluruh tim yang dipimpin Reyhan mematangkan rencana dan langkah yang akan mereka jalankan untuk membawa pulang Cinta
.......................................