
(Di Rumah Sakit tempat Alan dirawat.)
"Pagii" sapa Cinta
"Haii Cintal! Apa kabar kamu?"
"Yaa ... seperti yang kamu lihat ." senyum getir Cinta.
Melihat senyum getir Cinta membuat pikiran Alan melayang kemana mana.
Kemudian Alan melayangkan pandangannya ke seluruh ruangannya.
"Kamu sendiri?" tanya Alan sambil berusaha duduk bersandar pada bantal nya.
"Tiduran saja All Santai ...jangan sungkan." ucap Cinta saat melihat Alan berusaha bangkit dan duduk.
"Tidak apa-apa Cinta. Seharian tiduran mulu punggung capek." Alan berusaha mencari alasan.
"Ini aku bawakan buat kamu beberapa makanan kesukaan kamu." ucap Cinta kemudian.
"Terima kasih Ya. Wah yummy tuh. Gak usah repot-repot lah! Jadi gak enak nih!" ucap Alan.
"Enggak repot Al. Justru aku yang telah merepotkan kamu beberapa hari kemarin." jelas Cinta
Memakai kaos putih lengan pendek dipadukan dengan rok monyet berwarna kuning muda. Rambut dikuncir ekor kuda membuat penampilan Cinta pagi ini begitu fresh dimata Alan.
Tanpa disadari senyum manis Alan tersungging di bibir tipisnya.
"Kamu cantik Cinta.!" tanpa Alan sadari kalimat itu meluncur dengan sendirinya dari mulutnya tanpa ada hambatan.
"Apa Al?" Cinta tidak mendengar apa yang diucapkan Al baru saja.
Cinta terlalu fokus dengan menata beberapa makanan yang dibawanya diatas meja yang berada didamping Alan.
"Oh tidak ada apa-apa Cinta. " Alan tersipu malu. Dalam hati ia bersyukur apa yang tadi terucap tanpa sengaja dari bibirnya. Tidak didengar oleh Cinta.
Alan menarik napas dan menghembuskannya dengan perasaan lega.
"Haiii pagii Alan!" sapa kompak Mita dan Susanti.
Alan dan Cinta pun terkejut dengan kedatangan dua sahabatnya ini.
"Wahh masih terlihat memar ya. Masih sakit Al?' tanya Mita dengan sok perhatiannya.
'Kata dokter kapan boleh keluar dari Rumah Sakit? Kelamaan di Rumah Sakit ntar bikin kantong kamu bolong lho. !"
"Oh ya dengar-dengar kamu sendirian ya di sini keluarga kamu di Kalimantan semua ? Kecuali sepupu kamu si Ryan itu. Di penjara dia sekarang." cerocos Susanti.
"Iya ...belum lagi, ntar ayahnya juga nyusul tuh di penjara. Pakai drama penculikan segala. Terjerat hukum kan sekarang !" timpal Mita.
"Sepertinya dalam keluarga kamu bibit menculik seseorangnya sudah mendarah daging ya?. Hati-hati ... masih berbau keluarga kan,? Ntar nyusul mereka lho.!" sindir Mita
Alan hanya bisa diam. Ia tahu sekali arah pembicaraan Mita dan Susanti itu kemana
"Hmm Ramyun?? enak nih! Bagi dong Al.. boleh ya? Tadi kami belum sempat makan." celetuk Susanti.
"Wow Sushi! San Sushi hmm Yummy. Bagi ya ...kamu baik deh Al terima kasih ya!" ucap Mita.
Mita dan Susanti dengan tanpa berdosanya melahap Ramyun dan Sushi yang tadi dibawa Cinta untuk Alan
Cinta menatap heran kedua sahabatnya ini. "Kenapa mereka jadi begini liarnya. Mita dan Susanti yang aku kenal sosok yang sopan dan punya etika. Kenapa jadi begini sekarang?' batin Cinta .
Karena merasa tidak enak dan malu pada Alan Maka Cinta menarik tangan kedua sahabatnya itu keluar ruangan.
"Sini ! ikut aku !" Cinta menarik tangan kedua sahabatnya untuk mengikutinya.
"Apaan sih Cinta ! Bentar ah lapar nih.!" Susanti terus menyeruput mie Ramyun.
"Ayoo ikut aku sebentar!" Kembali Cinta berusaha menarik tangan Mita yang sedang asyik menikmati sushi Favoritnya.
Cinta tidak peduli ia terus berusaha menarik keluar kedua sahabatnya itu.
"Cinta! Biarkan mereka makan dulu." larang Alan .
Alan tahu pasti, kedua sahabat Cinta tidak menyukai nya.Dan dengan sengaja mereka menghabiskan makanan pemberian Cinta agar ia tidak bisa memakannya.
Mita dan Susanti saling pandang. Lalu seperti ada yang mengkomando mereka meletakan sumpit mereka .
"Ahhh sudah kenyang nih! '
"Ada air minum tidak? " tanya Mita pada Alan.
"Ayooo kalian ikut aku!" Cinta berusaha menarik tangan kedua sahabatnya itu
"Hmm apa sih Cinta. Kita ini butuh air minum. Mau kemana sih?" sahut Mita ogah-ogahan.
"Iya nih emang mau kemana? Aku butuh air minum nih!"
"Ayoo ikut aku! Kita ke kantin." ajak Cinta.
"Iya...iya gak pakai tarik-tarikan lah!" pinta Mita.
"Aku tinggal bentar Al!" pamit Cinta .
Alan hanya mengangguk.
Setelah berada di luar kamar Alan. Cinta mengeluarkan semua uneg-uneg nya. Cinta memprotes keras sikap kedua sahabatnya tadi.
"Kalian ini Kenapa sih?! Kelaparan?? Aku kira tidak mungkin. Kalian sengaja kan?" tanya Cinta sewot.
"Sengaja bagaimana? Aku sendiri gak tahu saat aku lihat ada Ramyun perut aku langsung protes minta diisi Ramyun." protes Susanti.
"Aku ga percaya. Bukan begitu juga caranya meski kalian mupeng. Hellooo kita bersahabat sudah bertahun-tahun baik kamu dan aku sudah saling paham sifat dan kebiasaan kita masing-masing. Dan yang kalian lakukan tadi itu bukan diri kalian" ungkap Cinta
"Katanya kita mau ke kantin. Yuk haus nih!" Dengan cuek nya Susanti berjalan menuju kantin Rumah Sakit.
Mita pun mengikuti Susanti dan meninggalkan Cinta yang terpana tak percaya dengan sikap kedua sahabatnya yang benar-benar berubah.
Dengan perasaan kesal Cinta pun mengikuti langkah kaki kedua sahabatnya itu.
Melihat kedua sahabatnya itu duduk dengan santai dan memesan minuman.Membuat Cinta merasa diacuhkan.
"Kalian ini kenapa sih?" tanya kesal Cinta.
Mita dan Susanti menatap tajam ke arah Cinta.
"Apa? Kenapa? " tanya Mita menegaskan.
"Sama! Kami juga gak ngerti dengan sikap kamu sekarang! " jawab tegas Mita.
"Maksud kalian apa?" tanya Cinta semakin tidak mengerti.
"Tanyakan pada dirimu sendiri apa yang terjadi dengan dirimu!' tegur Susanti.
"Dengan diriku??"
"Ya! Dirimu sekarang telah berubah." sahut Mita.
"Dulu Cinta yang kami kenal. Adalah Cinta yang bijaksana tetapi sekarang. Cinta yang egois.!" lanjut Susanti.
"Mana Cinta yang penuh empati. yang tidak hanya menilai seseorang dari satu sisi saja. Tetapi akan dengan senang hati mencari tahu dan mendengar ada cerita apa sesungguhnya dibalik sikap dan keputusan seorang. Baru lah kita dapat menyimpulkan sesuatu. Mana yang benar dan salah. Ehmm Cinta yang dulu kami kenal telah hilang." lanjut Mita dengan perasaan sedih.
"Kalian ini ngomong apa sih!" Tanya Cinta bingung dengan sikap kedua sahabatnya ini.
"Pulanglah.... renungkan setiap kata dan kalimat yang tadi kami ucapkan. Kami yakin kamu akan mengerti maksud kami." ucap Mita.
"Oh ya kamu sudah tahu kalau Reyhan hilang?" tanya Mita.
"Reyhan tidak ada dirumahnya. kami telepon juga tidak tersambung " lanjut Susanti
"Tapi percuma juga San, Cinta kan sudah tidak peduli lagi dengan Reyhan.Ia sudah tidak lagi membutuhkan Reyhan." sahut Mita.
Cinta hanya terdiam.
Lalu kedua sahabatnya pun pergi meninggalkan Cinta.
.........................................................
Kira-kira apakah Cinta akan kembali pada Reyhan??
Ikuti kisah selanjutnya ya
Jangan lupa tinggalkan jejak tap fav. like dan komen
Happy Reading.