My Sexy Bodyguard I Love You

My Sexy Bodyguard I Love You
Healing



"Ehmmm" Pantulan sinar matahari yang sedikit menyengat kulit tubuh Cinta.Membuat Cinta menggeliat manja.


Cinta pun mencoba untuk memaksa membuka matanya. Menggosok gosok matanya sekali dua kali.


"Dimana aku?" gumam Cinta merasa tidak mengenal tempat ia berada. saat ini.


Cinta mencoba untuk bangkit dan duduk dari tempat ia berbaring.


Matanya menyusuri seluruh ruangan dan mencoba untuk mengingat dimana ia berada sebelumnya.


"Aaarrgh" Cinta memegang kepalanya yang masih terasa pusing.Mencoba untuk berdiri dan berjalan tiba-tiba tubuhnya terasa lemas kakinya tak mampu menopang tubuhnya.


"Cinta!" terdengar suara teriakan bernada khawatir dari belakang.


Tubuh Cinta terhuyung jatuh ke belakang dan disaat yang tepat sepasang tangan kekar menopang tubuh Cinta .


"Alan!" Cinta terkejut saat ia mengetahui yang baru saja menopang dirinya adalah Alan.


Cinta berusaha menguatkan dirinya. Lalu melangkah mundur beberapa langkah Dan menatap curiga pada Alan


"Tenang Cin ....kamu aman. Percayalah aku tidak bermaksud menyakitimu sedikitpun. Okay! Trust me!" ucap Alan berusaha menenangkan Cinta yang menatapnya dengan penuh curiga dan terbersit sorot mata ketakutan.


Cinta terus menatap Alan, sambil memasang kuda-kuda bersiap untuk membela diri bila terjadi sesuatu padanya.


Alan menunjukkan kedua tangan kosongnya. Mencoba meyakinkan Cinta bahwa dirinya tidak memegang atau menyembunyikan apapun."See ...!" ucap Alan menunjukkan kedua tangannya. seolah ingin berkata "Tenang aku tidak membawa senjata apapun."


Perlahan Cinta menurunkan kuda-kudanya. Lalu Cinta mengamati sekeliling.


"Kamu di rumah aku."jelas Alan seolah mampu membaca pikiran Cinta.


Cinta mengerutkan keningnya.


"Semalam sehabis jadi saksi di kantor polisi. Aku menemukan kamu tergeletak pingsan di taman di bawah guyuran hujan." sahut Alan mencoba menjelaskan.


"Aku tadinya bingung mau aku hubungi Reyhan tapi ---"


"Jangan! Jangan hubungi Reyhan." ucap Cinta memohon.


Alan sedikit bingung dengan permintaan Cinta.


"Kenapa? Reyhan parah kah? Aku pikir kemarin dia hanya terkena tembakan di pundak dan kakinya kalau tidak salah." sahut Alan


Cinta terlihat menarik napas dalam.


"Pokoknya tolong jangan hubungi Reyhan .Jangan biarkan dia tahu kalau aku disini." jawab Cinta dengan pandangan nanar.


Cinta menatap keluar jendela. Terlihat dua anak kecil laki-laki dan perempuan sedang bermain bersama.Mereka bermain dengan riangnya mengejar layangan yang mereka terbangkan. Mereka berdua terlihat sangat bahagia tertawa bersama tanpa ada beban .


Sesaat lamunan Cinta terbang di saat masa kecilnya.


"Hai nama kamu Cinta ya?'


"Kok kamu tahu?'


"Tuh! Om itu yang beritahu." tunjuk anak laki itu ke arah papa Cinta.


Cinta kecil yang tadi sedang duduk sendiri sambil menangis. Karena mamanya masih di Rumah Sakit setelah mengalami keguguran.


Cinta sangat sedih saat mengetahui ia harus kehilangan calon adiknya.


"Nama aku Zoe ... Z O E!" Zoe kecil memperkenalkan dirinya pada Cinta untuk pertama kalinya sambil mengulurkan tangan kecilnya.


Cinta pun menyambut uluran tangan Zoe dengan wajah masih sedih.


Zoe mengambil sapu tangan di saku celananya lalu memberikannya pada Cinta.


"Nih! Hapus airmata kamu."


"Wow kamu cantik sekali Cinta!' kagum Zoe pada Cinta.


Zoe memberanikan diri untuk lebih mendekat pada Cinta.


"Jangan menangis ya Cinta. Kalau kamu tersenyum kamu terlihat cantikkkk sekali. ' bisik Zoe kecil.


"Kita main ke sungai yuk!' Aku pintar memancing ikan." ajak Zoe kecil.


Cinta pun mengangguk tanda setuju.


Zoe tersenyum lebar dan diam-diam memberi kode pada papa Cinta kalau ia berhasil membuat Cinta berhenti menangis.


Papa Cinta yang melihat tanda dari Zoe tersenyum bahagia.


Lalu Cinta meminta ijin papanya untuk bermain bersama Zoe kecil.


Tentu saja mereka mendapatkan ijin itu. Lalu seharian mereka bermain bersama dengan hati yang riang.


"Cinta... Cinta ..." panggil Alan lalu mencoba menyentuh pundak Cinta untuk menyadarkan Cinta.


"Oh yaa ada apa Al?" jawab Cinta setelah tersadar dari lamunannya.


"Nih minum teh hangatnya dulu, Semalam kamu pasti kedinginan karena terguyur hujan entah sejak kapan sampai aku menemukan kamu."


Mendengar penjelasan Alan bahwa semalam ia kehujanan. Cinta langsung melihat ke arah bajunya.


Mendadak muka Cinta pucat saat menyadari dia sedang memakai kemeja cowok. Cinta pun mengintip nya dan Bra yang melekat di tubuhnya saat ini bukan miliknya. "Siapa yang melepas baju aku?" pikir Cinta panik.


"Cinta... Cinta... kamu kenapa?" tanya Al melihat Cinta yang tiba-tiba diam mematung.


Alan mencoba membaca bahasa tubuh Cinta yang terus menutupi dadanya dengan kedua tangannya.


Alan akhirnya paham apa yang sedang Cinta pikirkan saat ini.


"Asisten aku yang mengganti baju kamu.Bukan aku! Tetapi karena gak ada baju cewek disini dan aku gak tahu ukuran kamu, aku suruh asisten aku pakaian baju itu. Dalemannya ya asisten aku juga yang beli. Maaf ya karena aku takut kamu masuk angin, jadi aku suruh asisten aku yang mengganti baju kamu" Alan mencoba menjelaskan pada Cinta agar tidak terjadi salah paham.


Mendengar penjelasan Alan. Lega sudah perasaan Cinta. Tidak terbayang kalau Alan yang mengganti dan melepas bajunya. "Oh tidak" pikir Cinta sambil menutup wajahnya


"Cinta... ayo diminum dulu tehnya"


"Terima kasih Al."


"Oh ya kamu dancer kan?


Cinta mengangguk yakin.


" Tunjukan tarian terbaik kamu dong aku mau lihat" ucap Alan ingin tahu tarian Cinta


"Kamu juga dancer kan?" tanya balik Cinta.


Alan pun mengangguk sambil tersenyum. "Aku akan tunjukkan tarian aku setelah kamu menari"


"Okay!" Lantas Cinta mencari musik pengiring yang sesuai dengan tariannya dan mulai lah ia menari.


Cinta menari dengan penuh penghayatan seakan berusaha tenggelam dalam dunia tariannya dan melupakan semua kejadian yang baru terjadi.


Cinta menari dan terus menari.


Sebagai seorang penari juga, Alan tahu Cinta berusaha menyembunyikan suatu permasalahan dengan menutupinya dalam tariannya.


"Nah... sekarang giliran kamu." seru Cinta tersenyum sambil menata napasnya.


"Kamu memang penari Cinta!" puji Alan.


Cinta tertunduk dan tersenyum manis.


Lalu Alan juga memulai menunjukkan tariannya pada Cinta


"Woww!'' seru Cinta takjub.


Cinta benar'-benar kagum ternyata Alan juga penari profesional.


Cinta memberikan tepuk tangan berulangkali tanda kagum dengan tarian Alan.


"Gila aku sama sekali tidak menyangka kamu sehebat ini Al! Jujur nih aku pikir awalnya waktu kamu bertanya tentang sanggar aku. Kamu tuh masih pemula ternyata ... woww! Salutt!" seru Cinta kagum.


"Apaan sih Cin! Biasa saja. Kamu tuh jago"


Cinta dan Alan pun akhirnya saling memuji akan tarian mereka.


............. .....................................


Di tempat yang terpisah


"Hallo Om! Bagaimana sudah dapat informasi dari polisi tentang keberadaan Cinta?" tanya Reyhan berharap cemas.


"Hai Zoe! Belum ada berita apapun dari polisi." jawab papa Cinta terdengar gusar.


"Kamu sendiri juga belum menemukan Cinta?'


"Belum om " suara Zoe terdengar sedih


"Om ...maafkan Zoe. Gara-gara Zoe Cinta jadi kabur. Harusnya dari awal Zoe tidak menyembunyikan indentitas Zoe pada Cinta"


"Zoe .. semua sudah ada yang ngatur. Kamu tahu sendiri Cinta anaknya seperti apa. Kalau gak kabur sekarang.Mungkin kemarin-kemarin saat kamu buka indentitas kamu lebih awal, Cinta juga bakal kabur " Papa Cinta berusaha menenangkan Zoe.


"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan. Jujur Zoe walaupun kuatir tapi Om yakin kok, Cinta saat ini dalam keadaan baik-baik saja. Kamu tahu Cinta kan? Dia anak yang mandiri. Dia juga punya ilmu bela diri yang mumpuni." jelas papa Cinta membanggakan anaknya.


"Om benar. Zoe juga yakin Cinta baik-baik saja.Baiklah om kalau begitu kabari Zoe kalau ada kabar tentang Cinta. Zoe mau lanjut mencari Cinta ke tempat biasa Cinta nongkrong." pamit Zoe


"Iya Zoe kabari om juga kalau kamu menemukannya." Lalu hubungan telepon pun terputus.


Zoe menghela napas untuk beberapa kali lalu menyalakan mobilnya dan kembali menyusuri jalanan mencari kekasihnya Cinta.


..................................................


Doa kan Cinta ya semoga mau memaafkan Reyhan. Dan hubungan mereka akan kembali mesra lagi .


Atau jangan-jangan Cinta sekarang telah jatuh cinta pada Alan dan melupakan Reyhan.


Yuk ikuti terus kelanjutannya.


Sambil menunggu up aku bawakan sesuatu nih karya Lusiana Anwar


kalian bisa mampir juga disana.



Happy Reading