
Pagi ini Reyhan memberitahu bahwa ia harus pulang kampung mendadak karena tantenya tiba-tiba menelepon dirinya untuk pulang ada sesuatu yang harus diselesaikan disana.
Akhirnya Cinta pun memutuskan untuk ke kampus naik bis. Sudah lama Cinta tidak pernah naik transportasi umum.
Cinta sangat menikmati momen langka ini. Apalagi bis masih sepi dan masih sedikit penumpang kalau pagi seperti ini biasanya bis didominasi oleh anak sekolah dan anak kuliahan.Sambil menikmati sarapan roti isi nya Cinta juga menikmati suasana pagi selama perjalanan menggunakan bis .
Setelah bis berhenti di pemberhentian bis di dekat kampus, Cinta pun ikut turun bersama penumpang lainnya.
Kemudian Cinta melanjutkan perjalanan nya dengan berjalan kaki menuju kampus nya.
Ditengah perjalanan tiba-tiba ia bertemu dengan gerombolan anak berandalan. Walau Cinta jago bela diri tetapi trauma kejadian waktu itu masih membekas.
Tanpa disadari jarinya menyentuh cincin pertunangannya dan memanggil nama Reyhan.
Cinta masih berusaha membaca situasi .Gerombolan itu mulai mendekati Cinta dan mengepungnya.
"Haii manis mau kemana? Kuliah ya? Main-main dulu sama Abang yuk?" celoteh salah satu preman itu.
Cinta sudah mulai memasang kuda-kuda.Dan mulai awas dengan semua yang mengepungnya.
Hingga ada satu preman yang mencoba untuk menyentuh Cinta. Tanpa berpikir panjang lagi Cinta pun melancarkan serangan maut serta tendangan lurusnya.
Disaat Cinta melawan gerombolan preman-preman tersebut.Tiba-tiba terdengar teriakan yang mampu membuat semuanya terdiam .
"Hentikan! Ini daerah kekuasaan Ryan kalian mau cari mati ?"teriak Alan tiba-tiba muncul dan menghalau preman-preman yang mengepung Cinta.
Setelah mendengar teriakan Alan ditambah lagi menyebut nama Ryan. Entah seperti melihat Dinosaurus atau hantu para preman itupun lari tunggang langgang meninggalkan Cinta yang terbengong sendirian.
"Kamu gak apa-apa kan?" tanya Alan sambil meneliti keadaan Cinta.
Cinta yang sempat kaget dengan tercerai-berainya gerombolan preman tadi.Menjawab dengan terbata-bata"Aaaaku gak pa pa kok' .
"Syukurlah kalau kamu gak apa-apa. Preman di sekitar sini suka ngawur kalau cari mangsa. Jangan jalan sendirian kalau disekitar sini." terang Alan.
Alan pun menengok ke kanan dan ke kiri. "Lho kamu kok tumben jalan sendiri.Biasa bawa kendaraan sendiri kan? Kok hari ini jalan kaki?' Alan seperti kebingungan melihat Cinta jalan sendiri.
"Aku naik bis tadi. Lagi pengen naik transportasi umum aja." sahut singkat Cinta.
"Ooo." Alan pun membantu Cinta membereskan buku-bukunya yang tadi berserakan.
"Terimakasih Alan " ucap Cinta.
"Sama-sama Cinta." Kemudian Alan membetulkan letak tas nya.
"Aku duluan ya!" pamit Alan.
"Ehmm selamat ya" Alan masih terus mencari topik untuk tetap ngobrol bersama Cinta.
"Selamat untuk apa?" tanya Cinta.
"Selamat kamu terpilih jadi penari utama di Festival seni ." Alan mengulurkan tangannya memberi selamat Cinta.
"Ya ampun Alan kamu ini apaan sih kamu kan juga terpilih jadi penari utama pria nya juga" protes Cinta.
Alan pun memasukkan kembali tangannya ke dalam saku celananya. Sambil tersenyum miris.
Merasa tidak enak dengan Alan Cinta pun mengulurkan tangannya untuk memberi selamat pada Alan.
Alan sedikit terkejut dengan sikap Cinta. Melihat Cinta mengulurkan tangan padanya Alan pun menyambut baik uluran tangan Cinta tersebut. Dengan sedikit gemetar Alan menjabat tangan Cinta.
Hampir saja ia lupa dan terus menggenggam tangan Cinta sampai terdengar suara memanggil Cinta.
"Cinta,!!" teriak Mita dan Santi bersamaan.
Melihat kedatangan kedua sahabat Cinta. Alan pun melepas genggamannya dan pamit jalan duluan
Mita dan Santi pun berlari-lari kecil menghampiri Cinta.
Setelah sampai mereka pun terengah-engah dan langsung meminum air mineral yang mereka bawa masing-masing.
Cinta yang melihat kedua sahabatnya kelelahan karena berlari hingga kehausan tertawa terkekeh.
"Kalian ini ..kalau gak kuat lari ngapain juga lari-larian" Cinta menyodorkan dua botol minuman jeruk.
"Wahh terimakasih Cinta!' sahut Mita dan Santi bersamaan.
"Tadi bukannya Alan ya? Ngapain lagi dia? Kamu gak kenapa-kenapa kan Cinta? Dia gak macam-macam kan?" tanya beruntun Santi.
"Enggak dan aman! " bisik Cinta.
"Yuk kita ke kelas!" ajak Cinta.
Lalu mereka bertiga pun berjalan bersama ke kampus.
...........................................
Terima kasih sudah jadi pembaca setia Cinta Reyhan tunggu kisah selanjutnya ya ...
Happy Reading.