
"Pagi Pa .."
"Pagi Cinta ... tumben nih belum disuruh turun si bibi sudah turun sendiri. Pasti sedang janjian ya sama Zoe?" goda papa sambil melihat jam tangan yang melingkar manis di tangan papa nya.
"Ih papa suka julid ahh" celetuk Cinta sambil mencium tangan dan kedua pipi sang papa.
Lalu papa pun tertawa mendengar jawaban Cinta.
Cinta pun menoleh ke kanan dan ke kiri mencari-cari.
"Pa ..mama mana kok gak kelihatan.?" tanya Cinta sambil celingngukan.
"Mama lagi cek semua keperluan pernikahan mu nanti." sahut papa dengan entengnya.
"Hah? Kan masih lama pa?" sahut Cinta sedikit terkejut dengan sikap mama yang sudah terburu-buru mempersiapkan pernikahan Cinta.
"Cinta sini duduk dekat papa nak!"Papa menepuk-nepuk pahanya.
Sejak kecil Cinta selalu manja dengan papa nya. Tetapi bukan berarti Cinta anak manja. Cinta hanya suka disayang dan diperhatikan oleh kedua orangtuanya.Walau anak tunggal dan kesannya anak manja serta sering dimanja tetapi Cinta dididik mandiri sejak kecil jadi Cinta tumbuh bukan sebagai cewek menye-menye melainkan gadis tangguh dan pantang minta tolong bila masih bisa dilakukannya sendiri..
Itu sudah terbukti saat pertama kali ditawari ayahnya seorang bodyguard pribadi untuk dirinya Cinta langsung menolak walau akhirnya ia harus menyerah dengan pesona sosok bodyguard pribadinya ini karena ternyata sang bodyguard adalah sahabat kecilnya dulu sekaligus cinta pertamanya dan penyebab patah hati untuk pertama kalinya juga.
"Cinta....hei anak papa pagi-pagi kok sudah melamun?" Papa menggerakkan telapak tangan nya naik turun di hadapan wajah Cinta.
"Oh .hai iya pa?" tanya Cinta tersadar dan tersipu malu karena ketahuan sedang melamun oleh papanya.
"Hmm anak gadis papa sekarang sudah mulai dewasa." Papa meraih tangan Cinta lalu Cinta pun mendekat dan duduk di pangkuan papanya sambil tangannya bergelayut di leher papa nya manja.
Papa membelai rambut Cinta.dan mencium kening serta pipi Cinta. "Anak papa sekarang sudah tumbuh dewasa sebentar lagi akan jadi istri seseorang.Papa harap Cinta bisa jadi istri yang selalu support suami dan selalu saling menyanyangi dalam suka dan duka." pesan papa.
"Walaupun kelak kamu juga menjadi bisnis woman tetapi jangan lupakan kodratmu sebagai wanita, istri sekaligus ibu nantinya." lanjut papa.
"Baik pa Cinta janji!" sahut Cinta.
tin...tin...tin...
Suara klakson mobil berbunyi.
"Itu Zoe pa.Cinta pamit dulu ya." Cinta mencium tangan papanya.
Kemudian Cinta pun memeluk papanya erat."Terima kasih pa Bodyguard pilihan papa ternyata memang yang terbaik buat Cinta seperti kata papa dulu." Cinta mencium kedua pipi papanya lalu melangkah pergi meninggalkan papa yang sedang tersenyum bahagia dengan airnata haru yang tergenang di kedua pelupuk matanya.
"Bahagia dan sukses selalu untukmu anakku" gumam lirih ayah Cinta
......................................
Cinta pun masuk ke dalam mobil Reyhan.
"Pagi beb..." sapa Cinta.
"Pagi cantik..." Reyhan mencium kedua pipi Cinta. Kemudian ia melajukan mobilnya menuju kampus tercintanya
Reyhan kembali menatap kekasihnya. Lalu mengerutkan keningnya. Tanda ada yang mengganjal pikirannya
Kemudian Reyhan memberanikan diri untuk bertanya.
"Hmm??" jawab Cinta singkat.
"Tuh! kenapa ada airmata yang tersisa di mata kamu? Kamu habis menangis ya? Ada apa? Siapa yang mengganggu dirimu?" tanya Reyhan beruntun sambil menunjuk ke mata Cinta yang masih berkaca-kaca.
"Oh ..ini" sahut Cinta sambil menunjuk ke dirinya sendiri.
"Iya nih perbuatan papa!" jawab Cinta singkat. Yang membuat Reyhan semakin berpikir dan menduga-duga.
'Pagi-pagi tadi papa memberiku beberapa nasehat baik untuk diriku dan untuk kita nantinya.." jelas Cinta.
"Oh ...kirain ada yang menyakitimu."
"Oh enggak .Cuman papa aja tuh sukses bikin aku merasa melow dan baper." jawab singkat Cinta.
"Papa kamu tuh orang hebat! Sejak kecil aku mengagumi dan mengidolakannya." Senyum Reyhan bila mengingat semua kebaikan papa Cinta pada dirinya.
Tangan satu pegang kemudi mobil tangan satu Reyhan memeluk Cinta sambil sesekali mencium kening Cinta.
"Aku sangat mencintaimu Cinta.Aku janji tidak akan mengecewakan mu dan kedua orang tuamu aku akan selalu berusaha membuatmu bahagia bersama ku."
Cinta menyandarkan kepalanya di bahu Reyhan. Ada perasaan aman dan nyaman serta bahagia bila bersama dengan Reyhan.
"I love you Cinta"
"I love you too Zoe " sahut Cinta
Tiba-tiba ponsel Cinta berdering berulangkali.
"Sebentar ini ada telpon dari Mita."
Lalu Cinta pun menerima telpon masuk dari Mita.
"Hah! Apa ! Dimana? Oke...oke..aku segera kesana bersama Zoe " lalu hubungan telepon pun terputus.
"Ada apa Cinta ?" Melihat wajah tegang Cinta setelah menerima telepon dari Mita.
"Alan dikeroyok oleh preman-preman yang waktu itu menganggu aku." jelas singkat Cinta.
"Hah?? Kenapa ? "
"Balas dendam sepertinya kata Mita" sahut Cinta tegang
"Oke kita segera kesana bantu Alan!" sahut Reyhan lalu menambah kecepatan laju mobilnya menuju kampus.
...........................
Ditunggu kisah selanjutnya...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya
Tap like , fav dan komen bagi-bagi hadiah juga oke
Terima kasih 🙏 dan Happy Reading ❤️❤️🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹