
"Bagaimana Zoe? Cinta aman? Dia ada di sanggar kan latihan dance?" tanya Papa Cinta berusaha menepis dan tidak mempercayai ancaman yang tadi ia terima.
"Om lebih baik pulang saja dulu.Kalau ada telepon dari yang tadi. Om langsung rekam dan kabari saya." saran Zoe.
"Pulang?? "
"Iya... om pulang saja, tunggu kabar. Kalau yang menelepon tadi kembali menghubungi om. Langsung rekam dan info ke saya."
"Tapi Zoe, Cinta baik-baik saja kan?" tanya papa Cinta
"Kita sama-sama berdoa ya om
Semoga diberi petunjuk dan kelancaran dalam menemukan Cinta. Dan Cinta dalam kondisi baik-baik saja tidak kurang apapun." ucap Zoe lirih.
"Om sekarang pulang ya saya panggilkan pak Tiyok untuk mengantar om pulang."
'Tidak Zoe ! Om ingin menunggu Cinta disini ."
"Baiklah om. Kalau begitu biar Tante yang kesini saja. Om dan Tante harus selalu bersama .Zoe tidak mau para penjahat itu punya celah untuk berbuat jahat pada yang lainnya lagi. Karena kita belum tahu motif penculikan ini dan apa sebenarnya yang mereka mau." jelas Zoe
"Iya kamu betul Zoe. Hubungi Tiyok untuk jemput ibu."
Lalu Zoe menelepon pak Tiyok untuk menjemput Bu Leo untuk berkumpul di kantor bersama suaminya.
................................................
"Om ... Zoe tinggal dulu ya, ada yang harus Zoe lakukan " pamit Zoe.
"Tolong Zoe cari anak Om. Jangan biarkan ia kesakitan atau menderita." .
"Pasti om. Zoe akan terus mencari Cinta . Sebisa mungkin Zoe janji akan membawa Cinta pada om dalam keadaan utuh tidak kurang satu apapun." janji Zoe.
"Terima kasih. Om percaya padamu.!" sahut papa Cinta sambil menepuk pundak Zoe.
"Papaa! Ada apa? Apa yang terjadi? Ada apa dengan Cinta.? Kenapa Mama dijemput dan dibawa kesini?" Mama Cinta masuk ke ruang kantor suaminya dan langsung memberondongnya dengan berbagai pertanyaan.
"Tenang ma.! Duduk dulu. Cinta di culik .Menurut Zoe lebih baik kita semua kumpul di satu tempat saja agar penjahat di luar sana tidak punya celah untuk menyakiti kita juga.Dan lebih mudah pengawasannya." jelas papa Cinta.
"Cinta diculik??" Mama lalu menatap ke arah Zoe tajam.
Zoe pun kaget mendapati tatapan setajam itu.
"Apa saja kerja kamu! Kami membayarmu mahal untuk menjaga anak kami . Kenapa Cinta bisa sampai diculik?! Dasar tidak berguna! Hanya untuk mengawasi saja kamu gagal!" emosi mama keluar tanpa kontrol saat mengetahui putri semata wayangnya diculik orang tak dikenal dan tidak tahu bagaimana keadaannya sekarang.
Zoe benar-benar kaget mendapat tudingan tudingan pedas yang keluar dari mulut mama Cinta dengan begitu derasnya.
Zoe tidak menyangka setajam itu perkataan yang meluncur keluar dari mulut mama Cinta.
Zoe pun merintih pedih dalan hatinya. Ia pun juga tidak ingin menerima keadaan ini. Saat tahu Cinta diculik perasaannya pun sebenarnya juga hancur . Merasa gagal menjaga Cinta
"Ma! Cukup ma! Bukan salah Zoe!" teriak Papa.
"Kemana saja kamu hingga anak ku bisa diculik! Bodyguard macam apa kamu bisa kelolosan seperti ini!' Tamparan keras berhasil mendarat di pipi kanan Zoe.
"Ma cukup! Ini bukan salah Zoe!"
"Bagaimana bisa bukan salah dia?" tuding mama ke arah Zoe.
"Kita membayarnya untuk mengawasi dan menjaga anak kita. Dan lihat apa hasilnya? Cinta diculik ! Dan papa masih saja membela anak kesayangan papa ini?Ingat pa dia hanya anak asuh saja Cinta adalah anak kandung kita!" teriak mama histeris
"Ma sabar ma! Zoe bukannya lalai tapi aku yang membuat Zoe tidak melakukan tugasnya hari ini. Ingat ma aku mengundangnya makan siang di kantor tadi, hingga Cinta lepas dari pengawasannya ! Ini bukan salah Zoe! Justru ia akan membantu kita untuk mencari Cinta.!" jelas papa Cinta panjang lebar berusaha memberikan pengertian pada istrinya bahwa saat peristiwa penculikan tersebut terjadi Zoe bersama dirinya.
"Kalau mama mau menyalahkan salahkan papa ma! Ini semua salah papa! Seandainya papa tidak mengundang Zoe siang ini dan membiarkan Zoe tetap melakukan tugasnya mengawasi Cinta. Pasti peristiwa ini tidak akan terjadi." sesal papa.
"Seharusnya aku mengundang Zoe di saat Cinta sudah aman berada di rumah .Bukan disaat Cinta masih berada sendiri di luar sana."
Mama menyeka air mata nya.Emosinya terlihat sedikit menurun dan tidak lagi menatap tajam dengan penuh amarah pada Zoe.
Mama terlihat mengeluarkan ponselnya dan mencari entah nomer siapa dan meneleponnya.
"Hallo"
"Iya Tante"
"Susanti kamu sudah tahu kalau Cinta diculik?"
"Cinta diculik? Cinta memang tidak bisa kami hubungi sejak tadi. Tapi tidak tahu kalau diculik. Terakhir kami melihat Cinta bersama Al ." jawab Santi kaget dan khawatir.
"Siapa Al? Dimana Reyhan ?"
Mendengar nama Reyhan disebut. Papa dan Zoe saling berpandangan penuh arti
"Reyhan juga tadi mencari Cinta Tante. Sampai sekarang belum ada kabarnya." sahut Santi.
"Bisakah Tante minta nomer telepon Reyhan?"
"Sebentar Tante." Tidak lama kemudian.Susanti menyebutkan beberapa angka.
"Okay terima kasih ya. Hubungi Tante atau Om kalau kamu tahu sesuatu." pesan mama Cinta.
"Baik Tante. Kami akan kabari. Ini kami juga lagi mencari Al. Karena dia yang terakhir kami lihat bersama Cinta."
Lalu hubungan telepon pun terputus.
"Zoe kamu cepat pergi.! Cari Cinta dan bawa ia kesini dengan selamat. om percaya sama kamu!"
"Baik Om . Zoe pergi dulu. Om ..., Tante, doakan Zoe semoga berhasil menemukan Cinta dan membawanya kemari dengan selamat" Zoe memohon doa restu. Lalu pergi meninggalkan kedua orang tua Cinta.
................................................
(Di tempat yang berbeda)
"Mit ... ini bukannya Ryan?" Susanti menunjukkan sebuah foto usang. Di foto tersebut terlihat dua laki-laki remaja yang satu memakai kacamata dengan postur tubuh tinggi. Dan yang satu terlihat sedikit perlente dan sedikit sombong.
Mita memperhatikan lebih detail foto yang mereka temukan melalui akun Facebook Alan .
"Hmm iya mirip Ryan." Lalu keduanya terdiam. Tenggelam dalam pemikiran mereka masing-masing.
"Jangan-jangan ---" ucap Mita.
Dering suara telepon masuk dari ponsel Mita menghentikan percakapan Mita dengan Susanti.
Mita meraih ponselnya mencari tahu siapa yang menelepon dirinya.
Tertera di layar ponselnya nama Reyhan. Mengetahui Reyhan yang menghubunginya Mita dengan bergegas menerimanya. Mita menceritakan pada Reyhan dugaan tentang hubungan Alan dengan Ryan.
Mita juga menceritakan tentang foto yang mirip dengan Ryan. Yang mereka temukan dari akun Facebook Alan.
"Kalian sekarang ada dimana?" tanya Reyhan.
"Di perpustakaan kampus" sahut Mita.
"Okay Mit kalian tunggu disana ya aku segera meluncur kesana." pesan Reyhan lalu memutuskan hubungan teleponnya.
"Itu tadi Reyhan?" tanya Susanti .
"Iya" jawab Mita
"Reyhan sekarang meluncur kesini.Ia akan mengecek kebenaran hubungan antara Alan dan Ryan" jelas Mita.
Mita dan Santi pun terus mencari fakta tentang hubungan Alan dan Ryan.
Tidak lama kemudian.
"Haii guys bagaimana?" sapa Reyhan.
"Sepertinya memang mereka ada hubungan saudara deh !" Santi menunjukan beberapa file dan foto-foto Alan dan Ryan dalam satu frame.
"Hmm ..., berarti benar Alan yang menculik Cinta" ucap lirih Mita
"Bukan!" sahut Reyhan.
Mita dan Susanti menatap serius ke arah Reyhan.
" Lebih tepatnya Ryan yang menyuruh Alan untuk menculik Cinta." ujar Reyhan yakin.
Telepon Reyhan berdering dan di layar tampak tertulis Om Leo.
"Sebentar. Ini papa Cinta telepon.Semoga ada titik terang baru tentang keberadaan Cinta." harap Reyhan.
Reyhan kemudian menerima telepon dari papa Cinta yang mengabarkan bahwa sang penculik baru saja meneleponnya kembali.
Sang penculik memberikan dua alternatif bila ingin Cinta pulang dengan selamat.
"Alternatifnya apa saja om?" tanya Reyhan penasaran.
"Pertama uang tebusan sebesar dua puluh milyar dan yang kedua cabut tuntutan terhadap Ryan. Dan tidak boleh menghubungi polisi."
"Sudah kami duga om. Penculikan ini ada hubungannya dengan Ryan. Begini saja, Om Leo hubungi polisi ceritakan saja yang terjadi tetapi jangan sampai gerak gerik polisi terendus oleh komplotan penculik itu " saran Reyhan
" Kami disini coba melacak keberadaan Alan saudara Ryan yang ikut membantu menculik Cinta.Mungkin kita akan mendapatkan informasi lebih banyak dari Alan" lanjut Reyhan.
"Baiklah, Om akan segera hubungi polisi" Lalu terputuslah hubungan telepon tersebut.
"Rey! ini alamat Alan dan nomer telponnya!" teriak Susanti.
"Good Job San! Sini aku coba hubungi" Reyhan mengambil secarik kertas yang disodorkan oleh Susanti.
Sedetik kemudian Reyhan mencoba menghubungi nomer yang diberikan Susanti padanya. Tetapi sayangnya tidak ada jawaban.
"Kita langsung ke alamat ini saja ! " tunjuk Reyhan pada kertas pemberian Santi tadi
Lalu mereka pun berangkat bersama, menuju alamat tempat tinggal Alan.
.........................................................
Akankah Reyhan dan sahabat-sahabat Cinta menemukan Cinta.?
Benarkah Ryan dalang dari penculikan Cinta?
Ditunggu selanjutnya.