My Sexy Bodyguard I Love You

My Sexy Bodyguard I Love You
emosi



Bug


Bug


Bug


Serangan tinju yang dilancarkan Reyhan pada Alan berselimutkan amarah kekecewaan dan cemburu.


Beberapa aparat berusaha memisahkan mereka.


"Sabar mas Reyhan ..sabar?" seru beberapa aparat yang berusaha memisahkan mereka.


"Dia kurang ajar berani-berani nya kamu meracuni Cinta.Mencuci otaknya Dasar biadab." tuding Reyhan tidak terima dengan perbuatan keji Alan.


"Kalau sampai ada sesuatu yang fatal pada Cinta akibat ulah kekanakan kamu. Akan aku habisi kau!!" lanjut Reyhan tersulut emosi.


Beberapa aparat berusaha menenangkan Reyhan. Mereka membawa Reyhan ke ruangan khusus.


Mereka paham dengan emosi yang dirasakan Reyhan. Siapa yang tidak marah orang yang kita sayangi dibuat luka dengan sengaja walau bukan luka fisik tetapi menculik dan mencuci otaknya adalah perbuatan yang tidak bisa Reyhan maafkan.


"Anda tunggu disini kita bisa lihat apa yang dia sampaikan alasan dan motif kenapa dia menculik dan membuat lupa Saudari Cinta " Reyhan ternyata dibawa ke ruangan dimana ia bisa melihat dari kaca penyelidikan yang dilakukan kepada Alan tanpa Alan ketahui kalau ia sedang diamati dari ruang rahasia.


Reyhan masih gusar berminggu-minggu Reyhan mencari Cinta mengerahkan seluruh tenaga dan pikirannya serta melibatkan semua teman-teman baiknya termasuk para sahabat Cinta dan teman-temannya.


Dan Akhirnya segala usaha mereka tidak mengkhianati hasil. Kerja keras dan kerjasama yang kompak membuahkan hasil yang maksimal.


Baik Reyhan maupun kedua orang tua Cinta pun sangat berterima kasih atas bantuan semua yang terlibat termasuk aparat polisi yang dengan sigap mengamankan Alan.


...............................................


Di sebuah ruangan yang serba putih terlihat selang infus yang bergelantungan dan jarum infus yang menembus lengan kiri Cinta .


"Cinta ini Santi, kamu dengar suara aku kan? Kamu sudah aman sekarang. Bangun yuk kita berkumpul lagi seperti sebelumnya. Kam, aku, Mita dan Tentu saja Bodyguard kebanggaanmu." Susanti berusaha mengajak Cinta mengobrol untuk memancing daya ingat Cinta dalam mengenali siapa-siapa yang ada disekelilingnya dan benar-benar menyanyanginya tulus .


Sambil mengajak Cinta ngobrol Susanti pun dengan penuh ketelatenan menyeka lembut wajah Cinta dengan air hangat.


"Kamu pasti sudah rindu kan dengan kami? Berkumpul bersama kami kembali. Aku janji Cinta kami akan merayakan kesadaran mu bila kamu telah sadar kembali dan dapat mengenali kami dengan baik. Justru yang harus kamu lupakan dan enyahkan dari ingatan dan kepala kamu itu adalah si Alan brengsek itu yang telah membuat hidupmu berantakan.' celoteh Susanti


"Cinta please beri kami petunjuk atau kode kalau kamu mendengar suara aku dan mengerti perkataanku." Susanti mencoba mencari petunjuk akan kesadaran Cinta.


Karena dalam keadaan setengah sadar dicekokin lagi dengan jamu biadab itu . Kemungkinan besar Cinta tidak mengingat mereka untuk sementara waktu. Hening... sepi... dan tidak ada tanda-tanda apapun.


Tiba-tiba Mita datang untuk berganti tugas dengan Susanti.


"Cinta? Cinta.... kamu telah sadar kan?" seru terkejut Mita sambil menunjuk ke arah tangan Cinta terbaring.


Susanti pun terkejut dengan teriakan Mita.


"Ada apa Mita?" tanya Susanti kebingungan.


'Itu ...itu tadi jemari tangan Cinta bergerak!" tunjuk Mita.


Susanti pun berusaha untuk mengamati jari tangan sahabatnya itu. Tetapi apa yang tadi membuat Mita terkejut dan heboh tidak terlihat lagi.


"Mana Mit?"Tuh lihat tangan Cinta hanya diam tak bergerak . Kamu mabuk ya? atau ngantuk sehingga semua dimata kamu terlihat bergerak.!' kembali Susanti bertanya.


"Aku tidak mabuk dan tidak ngantuk San aku benar-benar melihat tadi jari tangan Cinta bergerak pelan'" lanjut Mita meyakinkan.


"Coba San kamu ajak ngobrol Cinta kembali.. ,Siapa tahu pancingan kamu kali ini benar-benar bisa membuat Cinta tersadar. atau memberi kita tanda dengan membuat jemarinya bergerak kembali." seru Mita serius.


....................................