
"Hoaaamm," Cinta menguap sejenak ngintip sedikit dari celah celah pelupuk matanya yang masih kuat terpejam.
Sinar mentari pagi telah berusaha menyusup menerangi isi kamar Cinta.
Walaupun sudah setengah sadar, bahwa pagi telah menyapa. Tetapi Cinta masih merasa nyaman dalam balutan selimut dan memeluk guling kesayangannya.
Tok .... tok .... tok
"Non Cinta .... bangun non! dipanggil bapak" panggi Bu Ani.
"Hmm .... iya bi bentar! selesai mandi Cinta turun kok" sahut Cinta.
"Baik non" Kemudian bi Ani kembali turun ke bawah menyelesaikan pekerjaannya beres-beres gudang.
"Bi ... Cinta mana? Tadi kan bibi disuruh bapak bangunkan Cinta" tanya mama.
"Sudah Bu , kata non Cinta sebentar" jawab bi Ani.
"Bilang suruh cepat ya, ntar bapak marah lho" pesan mama.
"Baik bu, bibi sampaikan ke non Cinta" jawab bi Ani dan melangkah menuju kamar Cinta.
..................................................
"Mana ma Cinta? ini sudah ditunggu Zoe." tanya papa.
"Sebentar pa, masih mandi!" jawab mama.
"Zoe yang sabar ya menghadapi Cinta, sebenarnya ia anak baik tapi ya itu lah sifat mandirinya keterlaluan." pesan mama.
"Zoe akan berusaha sabar Tante. tetapi bukannya bagus ya? Kalau Cinta itu anak yang mandiri? Daripada anak manja. Bikin repot tante.saya sih lebih suka cewek mandiri."
" Iya kalian pasti cocok sebenarnya hanya saja, Cinta sedikit keras kepala. Kalau sudah punya pendirian susah diubah."
"Selamat pagi ma .... pa ....." Sapa Cinta sambil menuruni tangga.
Pandangan Cinta tiba tiba tertumpu pada sosok laki-laki yang memakai topi hitam membelakangi nya.
Langkah kaki Cinta terhenti sejenak."Jangan-jangan itu ---"
"Oh tidak, aku harus kabur secepatnya. sebelum dia mengacak acak kehidupan aku" gumam Cinta.
Secepat kilat Cinta menuruni sisa anak tangga lalu menuju ruang makan mencomot sandwich yang ada di meja makan, lalu mengendap endap hendak kabur melalui pintu samping
"Cinta ... sini nak, papa kenalkan dengan penjaga kamu. Mulai hari ini, Zoe sudah mulai bertugas. Karena nanti siang papa dan mama berangkat ke Singapura " Panggil papa mencoba memperkenalkan anak kandungnya pada anak asuhnya yang dipilihnya sebagai bodyguard anaknya selama ia di Singapura.
Cinta mendengarkan dengan cermat apa yang papanya bicarakan. Lalu ia pergi begitu saja tanpa menoleh.
"Cinta berangkat dulu pa ...ma!" lalu meraih tas nya dan berlalu begitu saja.
"Lho .... Cinta mau kemana nak!?" panggil ibunya melihat Cinta hendak kabur melalui pintu samping.
"Ke Dojo ma, latihan bela diri!"
"Cinta!" panggil papanya
Cinta pura- pura tidak mendengar panggilan papanya. Dan terus melanjutkan langkahnya menuju mobilnya.
"Cinta!!!" geram papa dan berniat untuk mengejarnya.
"Om .... biarkan saja. Biar saya yang mengikuti Cinta, sekalian saya ijin untuk memantau sekaligus menjaga Cinta sesuai yang om inginkan." jelas Zoe.
Papa Cinta masih terlihat marah dan geram dengan tingkah laku Cinta tadi.
"Sudahlah pa,biarkan Zoe saja yang mengikuti Cinta. Papa tahu sendiri watak keras Cinta." Mama berusaha menenangkan hati suaminya.
"Cinta memang keras kepala! Padahal papa hanya ingin mengenalkannya pada Zoe.Tapi apa yang dilakukannya? malah kabur!" geram papa.
"Maaf om, bisa saya diberitahu kebiasaan dan kegiatan apa saja yang dilakukan dan diikuti Cinta dan dimana saja tempatnya. Jadi bila saya kehilangan jejak bisa menyusurinya dari kebiasaan dan kegiatan yang diikutinya" tanya Zoe.
"Baiklah Zoe hari ini resmi om mengutus kamu untuk memantau, menjaga dan melindungi anak semata wayang om. Mari nak masuk ke ruang kerja om. Akan om berikan data-data kegiatan apa, kapan dan dimana saja yang Cinta biasa ikuti. Serta nama-nama dan nomer ponsel sahabat Cinta." Sambil mempersilahkan Zoe untuk mengikutinya ke ruang kerjanya.
..................................................
"Gila! papa ternyata benar benar serius dengan niatnya, menjadikan si Zoe bayangan aku . Gila .... gila .... gila!" gerutu kesal Cinta.
"Aku kan sudah gede, kenapa sih papa tidak percaya kalau aku bisa jaga diri sendiri.Tanpa shadow yang mengikutiku."
"Apa gunanya sejak kecil aku belajar bela diri dan selalu juara dalam tiap pertandingan eh ujung-ujungnya bodyguard juga yang disuruh jagain aku. Dasar papa! Suka banget sih buang- buang duit gak penting." gerutu cinta.
Hati Cinta kembali merasa kesal.
" Buat apa coba? Papa mempertemukan aku dengan Zoe ?! gak ada guna!" sambil terus meracau sepanjang perjalanan menuju Dojo tempat ia berlatih dan melatih bela diri.
..................................................
Sesampainya di Dojo, Cinta pun langsung mengganti bajunya dengan baju seragam bela dirinya.
Setelah sedikit melakukan pemanasan, mulai lah ia berlatih dengan penuh semangat. Segala uneg-uneg yang membuatnya merasa tidak nyaman, marah dan kecewa pada keputusan papanya ia ungkapan lewat jurus jurus yang ia pelajari hari ini ini.
Hampir dua jam Cinta berlatih di Dojo tempat ia berlatih bela diri.
Setelah beristirahat sejenak, Cinta pun menyeka keringat yang membasahi tubuhnya.
"Cinta aku duluan ya!" pamit Frida.
Cinta mengangguk sambil tersenyum saat temanya berpamitan padanya
"Hei Cinta kamu masih lanjut?" tanya Evan .
"Oke selamat melatih ...semangat ya Cinta" timpal Evan
"Yup .... selalu! makasih ya Van"
Setelah minum dan beristirahat sebentar, Cinta pun mulai melatih bela diri untuk kelas anak-anak.
Dengan penuh semangat, Cinta pun melatih bela diri untuk kelas pemula anak-anak.
Setelah selesai semua tanggung jawabnya. Cinta membersihkan diri lalu mengganti kembali pakaiannya.
..............................................
Cinta melihat jam tangannya, yang menunjukkan pukul dua belas siang.
Ia melajukan mobilnya menuju cafe di kampusnya.
Karena masih siang, Cafe belum terlalu ramai. "Hmm,mungkin karena bukan shift kerja Reyhan, jadi nih cafe gak terlalu ramai.
Cinta memilih mojok di sudut dekat foto booth. Kemudian memesan kopi favoritnya.
Sambil browsing dan membuka berbagai link yang dibutuhkannya untuk mencari bahan tugas kuliahnya.
"Selamat siang Cinta, ini kopi pesanan anda, serta bonus roti bakar coklat keju dari saya.Semoga dapat membantu menemani anda mencari bahan untuk tugas kuliah." Secangkir coffee late favorit dan sepiring roti bakar cokelat diletakan perlahan di hadapan Cinta.
"Suara itu .... bukannya itu suara ...,
Reyhan!" gumam dalam hati Cinta.
Cinta menoleh ke arah suara tadi berasal. Betapa terkejutnya Cinta ternyata ... " Oh My God! Reyhan. " Cowok cool penuh misteri dengan tatapan tajam dan senyum super duber menawan. Membuat seluruh tubuhnya terasa mematung sesaat.
"Terima kasih Rey! ini untuk aku?" sahut singkat Cinta sambil menunjuk ke arah roti bakar di hadapannya.
"Sama-sama Cinta, Iya special buat kamu, pelanggan tetap kami.Selamat belajar!" Sambil melempar senyum samar lalu kembali ke tempat kerja nya, meracik kopi untuk pengunjung-pengunjung lainnya
...............................................
Mama sudah berkali-kali mencoba menghubungi Cinta, tapi tidak pernah diangkat.
Chat pun tidak dibaca oleh Cinta.
Papa semakin geram dengan tingkah Cinta.
Siang ini mereka akan berangkat ke Singapura tapi anak semata wayangnya dihubungi pun tidak digubrisnya sama sekali.
"Sabar pa, beri waktu pada Cinta untuk beradaptasi. Papa kan kenal Cinta, bagaimana dia. Percayalah semua ini hanya butuh waktu untuk ia beradaptasi." jelas mama yang berusaha menenangkan perasaan suaminya
Tiba-tiba ponsel papa berbunyi.
Beberapa foto beserta keterangannya menyertainya.
Papa tersenyum lega untuk sesaat" Betul ma, hanya waktu yang saat ini dibutuhkan Cinta. Waktu untuk ia beradaptasi."
"Nih Zeo mengirimkan laporannya," Sambil menunjukkan beberapa foto Cinta yang sedang berlatih dan saat ini sedang duduk manis di depan laptop mengerjakan tugas dengan serius.
"Hemm Zeo memang luar biasa, semoga kelak Cinta dan Zeo bisa bertemu dan berteman baik. Papa yakin mereka cocok " ucap papa.
"Hmm mama kok mencium kode kode perjodohan ya?" senggol mama ke papa.
Lalu disambut gelak tawa penuh arti.
"Mama ih tauu aja?" kelakar papa.
..................................................
Setelah bahan untuk mengerjakan tugas kuliah besok sudah didapatkannya. Cinta pun mencoba mengecek ponselnya.
Tanpa diduganya sudah puluhan telepon masuk yang terlewatkan, dan ratusan chat belum dibacanya.
Saat ia melihat siapa saja yang mencoba untuk menghubungi ponselnya. Mamat ermasuk dari yang terbanyak menghubunginya siang ini. Dan
lebih dari sepuluh kali chat belum ia baca.
Setelah ia membaca pesan yang dikirim mama lantas Cinta pun meraih tas nya lalu bergegas berlari menuju tempat parkir mobilnya.
"Tunggu ma ... pa! Cinta datang" seru Cinta dalam hati.
Mama dan papa Adalah sosok yang paling Cinta sayangi. Se,- marah marahnya Cinta dan se- kecewanya pada keputusan mereka, tetapi kasih dan sayang Cinta pada mereka tidak akan berubah tetapi makin dalam dan dalam lagi
Bagaimana mungkin ia membiarkan mereka berangkat ke Singapura tanpa kehadirannya. Cinta ingin memeluk dan merasakan kasih sayang mereka sebelum pergi meninggalkan dirinya.
Cinta pun melarikan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju Bandara.
................................................
Mungkinkah Cinta masih bisa bertemu dan mengantar kedua orang tua yang akan berangkat ke Singapura?
yuk ikuti kelanjutan Cinta Reyhan.
Jangan lupa love, komen dan favorit ya, klo nasih ada yg py vote boleh dibagi nih buat Cinta Reyhan.
Terima kasih 🙏
Sambil menunggu up yuk intip karya teman aku yang berjudul Mendadak Nikah.
Berniat memasang bubu Zena malah menemukan sesosok pria yang pingsan di tepi sungai, lantas ia dan neneknya menolong pemuda tersebut. Suatu hari pria yang bernama Satya itu ingin membalas kebaikan orang yang telah menyelamatkannya, namun siapa sangka yang dilakukannya malah berujung petaka. Membawa pada sebuah kesalahpahaman yang mengharuskan Zena dan Satya menikah hari itu juga. Setelah pernikahan, Satya memperlakukan Zena dengan sangat baik hingga hal itu perlahan membuat sang istri jatuh cinta. Namun suatu kebenaran membuat Zena harus menelan pil pahit, karena Satya ternyata sudah punya kekasih. Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah perasaan Zena akan terbalas? atau dia hanya menjadi peran antagonis di kisah cinta suaminya?