My Sexy Bodyguard I Love You

My Sexy Bodyguard I Love You
Lupa II



"WOW Jogja i am coming!!!" teriak Mita sambil membuka jendela mobil.


"Hei sadar Bu! Kita kesini lagi cari Cinta bukannya berlibur." Santi menarik tubuh Mita agar masuk kembali ke dalam mobil.


"Norak banget sih!" gerutu Santi.


"Biarin yeee!"


Santi memberikan tanda diam dengan telunjuk tangannya di depan bibirnya pada Mita.


Santi memberi kode ke arah Reyhan yang hanya diam dan tidak berekspresi apapun.


Reyhan hanya fokus menatap jalanan.


"Rey...Reyhan!" panggil Santi sedikit menaikkan nada suaranya..


"Ya..." Reyhan sedikit menoleh.


"Kita langsung pasar atau ke hotel dulu nih" tanya Santi meski sebenarnya mereka tahu apa yang jadi pilihan Reyhan.


"Hotel!" sahut singkat Reyhan di luar dugaan semua.


Santi dan Mita pun saling berpandangan.


"Kita hotel dulu taruh semua barang di hotel dulu besok subuh kita langsung bergerak memantau Alan yang biasa ke pasar jam enam pagi kan menurut infonya.?" Reyhan meminta kebenarannya.


Santi mengangguk-angguk "Katanya sih begitu."


"Nah ingat siapapun dari kita atau teman kamu bila melihat Alan jangan ditegur atau melakukan apapun yang mencurigakan diam saja biarkan saja. Siapapun yang melihat terlebih dahulu harap info yang lainnya hanya info saja." jelas Reyhan.


"Kemudian kita buntuti diam-diam si Alan. Hingga kita dapat mengetahui dimana ia tinggal selama ini begitu kita tahu dimana ia tinggal langsung kita cabut. Rencana berikutnya kita bicarakan lagi. Yang penting kita sudah tahu dimana ia tinggal dulu baru kemudian kita pantau rumahnya biarkan dulu ia merasa aman agar ia tidak pindah dari persembunyian lagi yang nantinya bikin kita makin susah menemukan Cinta" Reyhan memberi pengarahan pada Santi dan Mita.


"Aku yakin Cinta ada bersama Alan oleh karena itu jangan bikin Alan hilang jejak lagi karena bila Alan hilang itu berati Cinta pun hilang dan aku gak mau itu terjadi lagi." lanjut Reyhan.


"Kalian mengerti kan? Tolong Santi beritahu teman kamu tentang apa yang aku sampaikan tadi. Jangan bertindak gegabah dulu dalam menangkap Alan" ucap Reyhan.


"Siap delapan enam Rey!' sahut Santi.


 


Di tempat terpisah di sebuah kamar terdengar tangisan lirih.


tok... tok....tok


Cinta dengan tergesa-gesa menghapus air matanya.Sambil sesekali masih memegang kepalanya.


Lalu Cinta pun membuka pintu kamarnya.Alan dengan senyum manisnya sudah berada di depan kamarnya sambil membawa satu buket bunga segar yang sangat indah.


Perlakuan Alan pada Cinta sangatlah special.Alan selalu berlaku romantis pada Cinta.Apapun yang Cinta mau bahkan yang belum sempat Cinta utarakan pun Alan sudah bisa menebak dan mewujudkannya.


Tetapi entahlah Cinta merasa ada yang kosong di hatinya ia seperti tidak mengenal dirinya sendiri. Setiap kali ia bertanya tentang dirinya masa lalunya atau apa yang terjadi sebelumnya selalu saja Alan punya berbagai cara untuk mengalihkan pembicaraan.


Ingin sekali dirinya mengingat semuanya.Siapa dirinya dan apa yang terjadi sebelum ia pingsan dan mengalami lupa ingatan.


"Kenapa aku hanya bisa mengingat Alan saja? Dimana orang tua ku. Dan teman-teman yang lainnya.?" batin Cinta.


"Siapa sebenarnya Alan? Aku hanya tahu ia baik padaku dan selalu ada untukku tetapi siapa dia? Kekasihku? tetapi kenapa tidak ada getaran-getaran yang kurasa layaknya seorang kekasih saat dekat dengannya?" batin Cinta yang berkecamuk tak menentu.


"Arrgghhh siapa sebenarnya aku? Siapa Alan? Apa yang telah terjadi ?"Semua pikiran-pikiran itu sukses membuat kepala Cinta terasa ditusuk-tusuk.


Cinta terus memegang kepalanya yang begitu terasa menyakitkan.


"Cinta... Cinta... kamu kenapa? Masih bandel memikirkan sesuatu yang tidak penting.!" Alan tahu kesakitan yang Cinta rasakan efek dari serbuk ajaib yang membuat ia lupa akan beberapa hal dalam hidupnya.


"Apa aku kurang bisa membuatmu bahagia? Katakan padaku apa yang bisa membuat mu bahagia aku janji akan berusaha membuatmu tersenyum bahagia." ucap Alan sambil membimbing Cinta kembali ke tempat tidur nya.


"Sakit kepala ini Al sakitt aku ingin sakit kepalaku ini hilang." ucap sedih Cinta.


"Tidurlah jangan berpikir apa-apa percayalah padaku bila kamu tidak berpikir apa-apa semua akan baik-baik saja." hibur Alan sambil membelai rambut Cinta dan mengecup kening Cinta.


Tidak ada pilihan lain bagi Cinta selain menuruti apa Kata Alan untuk tidak berpikir apa-apa bila ia ingin sakit kepala yang dirasanya hilang.


...................................


Yukk jangan lupa tinggalkan jejak baik like komen dan hadiah - hadiah lainnya untuk menghibur Reyhan yang sedang kehilangan Cintanya.


Tunggu kelanjutannya ya ....


Happy Reading