My Sexy Bodyguard I Love You

My Sexy Bodyguard I Love You
Niat jahat Alan.



"Okay aku akan mencoba menghubungi teman - teman aku. Semoga mereka bisa segera menemukan jejak Cinta." harap Reyhan.


"Baik Rey aku dan Mita coba cari informasi di sanggar tempat mereka latihan takutnya ternyata mereka sedang latihan disana." harap Susanti.


"Sepertinya sih gak mungkin ... karena dari tadi aku sudah berusaha menghubungi Cinta tapi---'


"Tapi ponsel nya mati" jawab sedih Reyhan.


"Rey maaf ya aku jadi merasa bersalah." tutur Mita sambil menatap Reyhan penuh sesal.


"Sudahlah yang terjadi sudah terjadi sekarang kita fokus untuk menemukan Cinta titik" ucap Reyhan.


Reyhan mengambil ponselnya dari saku celananya lalu terlihat serius menelepon beberapa teman-temannya yang berada di lapangan.


Mita dan Santi pun terlihat sibuk menghubungi teman-teman yang biasa nongkrong bersama Alan. Walaupun kemungkinannya sangat lah kecil untuk dirinya mendapatkan info tentang keberadaan Alan. Tetapi mereka tetap berusaha siapa tahu ada yang berbaik hati memberitahu pada mereka keberadaan Alan.


"Okay guys aku mau ke teman-teman aku dulu untuk menelusuri jejak Alan. Aku yakin jejak Alan pasti ada yang tertinggal." harapan Reyhan untuk menemukan Cinta. Lalu Reyhan pun setengah berlari menuju parkiran mobilnya.


"Yuk Mita kita cari info ke sanggar tempat biasanya mereka latihan."ajak Susanti.


"Siap delapan enam!" Kemudian Mita dan Susanti melangkah cepat menuju mobil Susanti.


..............................


Setelah setengah sadar dari pengaruh obat bius yg diberikan Alan saat membekapnya tadi.


Kepala Cinta terasa sedikit pusing matanya pun masih kabur untuk melihat.


Samar-samar ia melihat sosok laki-laki sedang duduk di dekat ranjangnya.


"Argh" lirih suara erangan yang keluar dari mulut Cinta.


"Ada apa ini? Dimana aku ini?" batin Cinta sambil berusaha berpikir keras.


"Aarggh" Cinta pun memegang kepalanya yang terasa sangat sakitt dan terasa seperti akan meledak.


"Alan?" Tanya Cinta kebingungan.


"Iya Cinta ini aku Alan." sahut Alan singkat.


Cinta berusaha bangun dan duduk di kasur tapi kepalanya masih sangat pusing dan semakin ia berusaha keras untuk mengingat semakin terasa sakit pada kepalanya.


"Istirahat lah dulu Cinta jangan dipaksa " Alan berusaha membuat Cinta lupa dan hanya dia yang Cinta ingat.


Akhirnya Cinta pun kembali beristirahat Kepalanya masih terasa berat untuk duduk. Semua seolah berputar di kepalanya dan terasa sangat sakitt sekali bila digunakan untuk berpikir.


"Istirahat lah Cinta. Semoga besok kepala kamu sudah tidak terasa sakit lagi " ujar Alan sambil membelai rambut Cinta


Cinta merasa ada yang aneh tetapi ia tidak mampu lagi untuk berpikir. Karena kepalanya akan sangat terasa sakit bila dipergunakan untuk mengingat apalagi berpikir.


Akhirnya Cinta pun tak berdaya ia hanya bisa menuruti apa yang dikatakan Alan. Yaitu tidur.


Ingin rasanya ia mengingat lagi apa yang sebenarnya terjadi.Tetapi kepalanya benar-benar tidak bisa ia pergunakan untuk berpikir.


Melihat Cinta tak berdaya dan kini hanya menurut dengan perintahnya saja tanpa bertanya macam-macam dan membantah satu kata pun. Membuat Alan tersenyum menyeringai.


"Kamu tidak akan kulepaskan. Kamu adalah milikku Tidak ada yang bisa merebut dirimu dari sisiku.Bahkan dirimu sendiri tidak akan kubiarkan merebutmu dariku." Alan mengaduk segelas air putih yang telah ia tambahkan serbuk ajaib miliknya.


Serbuk ajaib yang dimilik Alan mampu membuat Cinta lupa akan apapun.


Serbuk tersebut membuat Cinta tak mampu mengingat apapun kecuali apa ya ada dihadapannya saat ini.Bila memaksa digunakan untuk berpikir atau mengingat sesuatu serbuk itu membuat syaraf-syaraf otak tertarik sangat tegang dan menimbulkan nyeri yang sangat luar biasa sakitnya hingga ke syaraf mata.


Satu-satunya cara terhindar dari rasa sakit itu adalah tidak boleh berpikir dan mengingat sesuatu.


Setelah yakin bahwa Cinta telah tertidur lelap.Alan pun menutup pintu kamar Cinta dan menguncinya dari luar.


.........................................................