
Jemari tangan Cinta terlihat bergerak pelan ketika Susanti mengajaknya ngobrol tapi sayang Susanti tidak melihatnya.
Mita yang kebetulan saat itu memasuki ruangan Cinta untuk bergantian menjaga Cinta dengan Susanti melihat pergerakan jari tangan Cinta.
Ketika Mita dan Susanti mengamati jari tangan Cinta mereka tidak lagi mendapati jemari tangan tersebut bergerak.
Kemudian untuk membuktikan bahwa dirinya tidak hanya halu dan ngantuk Mita pun menyarankan agar Susanti mencoba mengajak ngobrol Cinta kembali seperti yang tadi ia lakukan. Kemungkinan dari obrolan tadi Cinta mendengarnya dan kemudian bereaksi dengan menggerakkan sebagian dari bagian tubuhnya.
"Okay kita coba" sahut Susanti menjawab saran Mita untuk memancing sahabatnya itu merespon obrolan mereka.
"Cinta... kamu tahu enggak sejak kamu hilang, Reyhan tanpa hentinya terus mencari dirimu dia benar-benar syok dan terpukul karena merasa kecolongan dengan hilangnya kamu."
"Sebenarnya ia sudah mencium gelagat tidak baik Alan dia juga sudah mengetahui bahwa Alan lah dalang dibalik para preman itu menganggu dirimu saat itu. Tetapi Reyhan merasa belum saatnya untuk mengungkapkan fakta yang didapatkan itu kepada kita. Ia merasa harus mengumpulkan banyak bukti dulu agar data valid dan kita tidak terlihat bodoh kalau Alan mempunyai banyak alasan untuk tidak mengakuinya."
"Seandainya saja ia memberitahu kepadamu tentang fakta itu mungkin kita semua saat itu bisa langsung lebih waspada pada Alan. Sayangnya fakta itu belum Reyhan sampaikan kepada kita dan itu yang membuat Reyhan menyesal dan sering menyalahkan dirinya atas kelalaiannya menjaga dirimu." lanjut Susanti.
"Reyhan sangat mencintai dan menyayangi mu tulus Kamu benar-benar beruntung memilikinya.Aku yakin kamu saat ini juga merindukan Reyhan kan? Cinta please.. beri aku suatu tanda kalau kamu saat ini mendengarkan aku." bisik Susanti berharap Cinta memberikan tanda pada dirinya.
Susanti memegang tangan Cinta sambil menatap Mita berharap cemas sahabat mereka ini memberinya suatu tanda.
Sedetik dua detik berlalu Cinta masih saja diam tak bergerak. Lemas sudah tubuh Mita dan Susanti yang dengan terpaksa harus menerima kenyataan bahwa sahabatnya masih belum merespon apapun.
Susanti dan Mita pun menghembuskan nafas kecewanya.Sambil tetap memandangi sahabat mereka itu dengan sedih.
Tiba-tiba saja...Santi melihat sesuatu yang sangat perlahan berusaha bergerak.
Santi pun lalu membelalakan matanya tanda tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat.
"Mita .. Mita...Mit lihat! lihat itu!" tunjuk Santi ke arah tangan Cinta.
Santi berulangkali menggosok-gosok matanya antara percaya dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.Dan jari Cinta benar -benar bergerak pelan.
"Mita!... Mita! Kamu lihat kan?" Santi mengguncang guncang pundak Mita .
"Iya aku melihatnya.Benar kan apa yang aku lihat tadi!" seru Mita gak mau kalah.
"Ho oh ! Cepat kita hubungi dokter atau suster !" Santi pun langsung berlari ke luar ruangan.
"Jaga Cinta ya aku akan panggil suster dan dokter!"
Mita tersenyum bahagia akhirnya sahabatnya merespon pancingan Santi
"Cinta terimakasih ya kamu merespon dan memberi tanda pada kami. Aku yakin kamu juga kangen kan berkumpul bersama kami lagi.?" Mita tetap menggenggam tangan Cinta.Dan kembali jari tangan sahabatnya itu memberi respon dengan gerakan jarinya.
..........................................
"Ya Hallo Santi ada apa? Ha benarkah? Okay aku akan segera meluncur kesana bersama orang tua Cinta." jawab Reyhan kemudian menutup teleponnya.
Setelah menutup telepon dari Santi yang mengabarkan keadaan terkini Cinta yang sudah mulai merespon dan saat ini sedang diperiksa oleh tim dokter lebih lanjut. Reyhan pun segera menghubungi orang tua Cinta dan menawarkan diri untuk menjemput mereka ke Rumah Sakit bersama dirinya.
Lalu Reyhan pun berpamitan pada aparat yang bertugas menyelidiki kasus Alan dan menyerahkan kasus penculikan ini pada petugas yang berwenang.
Setelah selesai segala urusan di kantor polisi. Reyhan pun mengendarai mobilnya menuju kantor orang tua Cinta untuk menjemput dan membawa mereka menemui dan melihat kondisi Cinta yang menurut Santi saat ini sudah terlihat kemajuannya.
.......................................................