
"Kenapa perasaanku jadi begini ya?" pikir Reyhan.
Entah kenapa semenjak dari rumah Alan hatinya merasa ada sesuatu yang entah apa itu namanya.Reyhan sendiri tidak bisa menerjemahkan apa yang terjadi kenapa jantungnya terus berdetak kencang sejak dari rumah Alan.
"Hmm lebih baik aku ke tempat Mita saja mungkin mereka mempunyai info terbaru tentang Cinta'." pikir Reyhan lalu membelokkan mobilnya ke arah rumah Mita.
................................................
"Pa ...apa sudah ada kabar dari kepolisian? Sudah hampir tiga hari ini Cinta hilang " tangis mama.
"Dia ada dimana pa? Bagaimana makannya? Bagaimana kalau ia sakit?" panik mama memikirkan anak tunggalnya belahan jiwa dan hidupnya.
"Sabar ma .. semua sudah berusaha untuk mencari Cinta. Papa yakin secepatnya kita akan mendapat kabar baiknya. Kita bantu dengan doa juga . Semoga kita dapat kembali berkumpul dengan Cinta dalam waktu dekat ini." harap papa.
"Tapi mama khawatir pa....kalau ada apa-apa dengan Cinta bagaimana? "
"Tetaplah berpikir positif"
Bel pintu rumah berbunyi. Lalu bi Ani tergopoh-gopoh datang untuk mencari tahu siapa yang datang.
"Permisi pak. Ada pak polisi yang mencari bapak."lapor Bi Ani.
Keduanya pun saling berpandangan.
"Oh ya... Ma ..mungkin ada kabar tentang Cinta." Kemudian papa dan mama Cinta berjalan tergesa-gesa menemui polisi yang datang.
"Selamat sore Pak Leo."
"Selamat sore. Ada apa ya pak? Apakah ada kabar tentang anak saya ?"
"Kemarin menurut info anak buah saya. Anak bapak terlihat di sekitar taman kota."
"Taman kota? Apa yang dilakukan anak saya disana?"
"Menurut info anak bapak sedang menonton acara dance disana bersama temannya." jelas pak Polisi.
"Temannya?!" Papa dan Mama Cinta saling beradu pandang.
"Untuk itu lebih baik bapak selidiki dulu kemungkinan anak bapak dirumah salah satu temannya."
"Baik pak Terima kasih infonya saya akan selidiki juga kemungkinan keberadaan anak saya di rumah teman temannya.".
Kemudian bapak Polisi yang baru saja memberikan informasi penting dimana tempat terakhir Cinta terlihat, berpamitan untuk kembali ke markas.
"Pa Cinta sama siapa pa? Temannya yang mana?"tanya mama beruntun.
"Papa juga gak tahu ma .Coba papa selidiki dulu." sahut papa Cinta.
...................................................
Sesampainya Reyhan di rumah Mita
"Hey itu mobil Reyhan kan?!" tunjuk Susanti.
"Ya ... Selamat sore om. Posisi di rumah Mita. Dimana om? Taman kota? Baik Om coba Zoe cek kesana." sahut Reyhan lanjut memutus hubungan telepon dengan papanya Cinta.
Reyhan kemudian menghampiri Mita dan Susanti.
"Bagaimana Rey ada kabar tentang Cinta?" tanya Susanti.
"Barusan dapat info dari om Leo, kalau Cinta beberapa kali terlihat di taman kota." jelas Reyhan.
"Taman kota??" jawab serempak Mita dan Susanti.
"Ngapain dia disana? Merenung??" tanya Mita penasaran.
"Katanya sih bersama temannya" lanjut Reyhan ada perasaan penasaran dari nada ucapannya.
"Temannya?" kembali Mita dan Susanti kembali tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Iya. Kira-kira siapa ya?" tanya heran Reyhan.
"Ah sudahlah yuk kita coba datangi taman kota. Semoga kita dapat bertemu Cinta disana." ajak Susanti yang langsung disambut semangat untuk dapat kembali bertemu dan berkumpul dengan sahabatnya itu.
Kemudian tanpa perlu menunggu lebih lama lagi mereka pun langsung pergi menuju taman kota.
Akhirnya mereka berbagi tugas agar kesempatan bertemu lebih mudah.
Tetapi hingga hampir pukul Sembilan belas atau jam tujuh malam. Mereka belum juga bertemu dengan sosok Cinta. Dan hampir saja mereka kembali pulang ke rumah.
"Heii itu bukannya Cinta?'" tunjuk Susanti ke arah pukul satu.
Reyhan langsung mengikuti arah telunjuk Susanti.
Dan betapa terkejutnya Reyhan saat melihat Cinta sedang bercengkrama lepas dan tanpa beban bersama laki-laki lain.
"Bukannya itu ......Alan?" seru Melati dan Susanti serempak.
"Alan!" wajah Reyhan langsung merah menahan amarah dan api cemburu.
Kini ia tahu kenapa jantungnya berdetak terus saat berada di rumah Alan.
Kedua tangan Reyhan mengepal dengan sangat erat.
Kedua sahabat Cinta pun kaget dan merasa takut melihat api amarah yang terpancar jelas di wajah Reyhan. Dan sorot mata penuh rasa cemburu yang tersirat dari tatapan tajam Reyhan.
.........................................
Jangan lupa tinggalkan jejak yaa ikuti terus kelanjutannya.
Sambil menunggu up aku punya sesuatu sebagai teman menunggu.
🌹Happy Reading 🌹