
Dengan sedikit bergegas Cinta memakir mobilnya di halaman rumahnya. Kemudian turun dari mobil sambil tetap memandang heran ke arah mobil kantor papanya.
"Hmm, ada masalah apa? kok Pak Andreas tidak menghubungiku terlebih dahulu kalau ada sesuatu?" pikir Cinta berusaha mengingat ingat apakah ada informasi yang disampaikan tangan kanan papanya yang ia tidak ingat.
"Seingat aku gak ada informasi apapun yang disampaikan pak Andreas padaku.Semua urusan dan laporan kantor terkendali dengan aman." Cinta masih berusaha mengingat apa ada yang ia lewatkan.
Secepat kilat Cinta pun meraih ponselnya dan berusaha mencari tahu apa ada pesan penting yang terlewatkan atau telpon masuk yang tak disadarinya sehingga terabaikan.
Jari jemari Cinta sangatlah lincah meng-skrol skrol lmencari bukti.
Tetapi sama sekali ia tidak menemukannya, baik telepon masuk terlewatkan atau pesan masuk yang tenggelam.
Semua aman tidak ada laporan genting atau penting yang ia lewatkan.
Setelah yakin tidak ada sesuatu yang terlewatkan Cinta berjalan cepat masuk ke dalam.
"Non Cinta sudah ditunggu tuh di ruang makan!" ucap bi Ani.
"Baik bi, terima kasih" bergegas Cinta menuju ruang makan.
Sesaat ia merasa ada yang aneh. "Kok di ruang makan?" batin Cinta.
"Bi ... !!" panggil Cinta tetapi bi Ani sudah tidak tampak lagi entah sudah menghilang ke bagian rumah yang mana lagi.
Dengan rasa penasaran yang tinggi Cinta bergegas menuju ke ruang makan.
Sesampainya Cinta di ruang makan.
"Cintaa ... sayangnya mama!" mama terlihat merentangkan kedua tangannya ke arah Cinta saat melihat anak gadis satu-satunya memasuki ruang makan.
"Mama ....???!!" Cinta berteriak terkejut. Ia tidak menyangka samasekali mamanya berdiri di depannya saat ini.
"Mamaa!!" Cinta menangis dalam pelukan mamanya.
Rindu pada kelembutan kasih sayang mamanya selama mama meninggalkannya sendiri,ia luapkan dalam pelukan hangat mamanya saat ini.
Cinta dan mamanya sangatlah dekat bisa dibilang mama adalah kekuatan Cinta sesungguhnya apapun yang terjadi dan Cinta rasakan selalu ia ceritakan pada mama.
Sedangkan papa ..., walau Cinta tahu papanya juga sangat mencintainya tetapi terkadang papa mempunyai ide dan peraturan yang keras untuk keluarganya dan tanpa minta pertimbangan dan pendapat siapapun dan langsung melaksanakan dan yakin peraturan yang dibuatnya itu baik dan benar .Termasuk peraturan memberi dirinya seorang bodyguard, sebagai pengawal pribadinya kemanapun ia berada.
" Ehem ... cuman kangen mama nih? papa nya enggak? " celetuk papa protes.
"Papaa ...!!" ucap rindu Cinta kepada papanya.
"Cinta kangen papa! Papa gak kembali lagi kan ke Singapura? Papa dan mama tetap disini kan? Bersama Cinta?" ucap Cinta merajuk.
Papa memeluk Cinta dengan penuh kasih. "Kamu baik - baik saja kan sayang?" tanya papa kuatir.
"Baik pa!" sahut Cinta sambil terus memeluk papanya
"Anak papa sudah besar sekarang" ucap papa penuh arti sambil memandang Cinta lekat.
Melihat sorot mata papa, Cinta merasa ada sesuatu yang tidak enak yang sedang papa rencanakan.
"Hmm ada apa lagi ini?" batin Cinta sambil mengerutkan dahinya.berpikir keras.
"Cinta.., yuk kita ke kamar. Mama punya oleh oleh special buat Cinta.' ajak mamanya.
"Yes, yuk maa" ajak Cinta.
"Cinta .. papa sayang banget sama kamu, papa harap kelak kamu mengerti maksud papa.Semua yang papa lakukan hanya untuk kebaikan dan kebahagiaanmu " ucap papa sambil memeluk Cinta serta mengecup keningnya.
"Iya pa Cinta ngerti kok" Sambil memeluk erat papanya.
Tiba-tiba telepon papa berbunyi.
"Bentar ya sayang," Sekilas papa melihat siapa yang menelepon dirinya. Lalu melangkah menjauh dari Cinta dan mama.
Cinta mendengar sekilas dalam perbincangan papa dengan seseorang yang menelepon dirinya ada kata kata dokter. Kedua alis Cinta pun bertemu.
"Yuk Cinta biarkan papamu terima telepon dahulu." ajak mama
"Oh ... yuk ma" Cinta masih menoleh ke arah papanya berusaha mencerna apa yang sedang papa obrolkan bersama seseorang di telepon.
"Baik dok, terima kasih banyak atas bantuan dan pengertiannya." timpal papa.Mengakhiri sambungan teleponnya.
........,..........................................
Bagaimana keadaan Reyhan, akankah Cinta bertemu dengan Zoe ?
yuk ikuti terus kisahnya.