
Beberapa Minggu kemudian....
"Hai Mita ntar pulang kuliah kita ke cafe yuk.* ajak Susanti.
"Yuk...Cinta mana ? belum datang kah?"tanya Susanti.
"Ahh sudahlah paling juga Cinta bareng Reyhan.' sahut Mita.
"Oh iya lupa sekarang kan Cinta beneran punya Bodyguard gak hanya bodyguard bayangan seperti kemarin-kemarin." celetuk Susanti terkekeh.
"Ho oh sekarang Reyhan benar-benar jadi bodyguard fisik dan hati Cinta eaaa.. eeeaaa..." seru Mita yang disambut gelak tawa mereka.
"Yang paling bersyukur pastinya Cinta tuh!" lanjut Mita
"Iyalah punya Bodyguard pribadi sekaligus tambatan hati." sahut Susanti sambil tersenyum bahagia.
"Hmm andai aku punya bodyguard sekaligus kekasih hati seperti Cinta aku pasti akan merasa jadi wanita yang paling bahagia." gumam Susanti berkhayal.
"Tapi sayangnya itu cuman impian dan khayalan kamu saja.!' Mita menjewer telinga Susanti agar tersadar dari lamunannya.
"Sudah yuk berhenti khayalannya kita langsung ke Cafe." ajak Mita berjalan meninggalkan Susanti.
'Heii tunggu Mita!" teriak Susanti.
.......................... ..............
Di sudut ruangan cafe terlihat sosok lelaki berkacamata dengan Jaket denim sedang menyeruput secangkir kopi.
Pandangan tajam menyapu ke seluruh ruangan.
Tidak jauh dari situ masuklah Mita dan Susanti ke dalam cafe.
Mereka berdua beradu pendapat mencari meja yang strategis menghadap ke arah live music..
Tidak lama setelah itu Masuklah Cinta dan Reyhan. Cinta langsung menyebarkan pandangan ke seluruh ruangan mencari kedua sahabatnya.Ia sangat yakin bahwa kedua sahabatnya itu juga berada di cafe ini juga .
"Haii itu Cinta!" tunjuk Susanti pada Mita.
"Cinta!" panggil Mita .
"Haiii...Rey itu Santi dan Mita. Aku gabung bersama mereka ya!" ijin Cinta pada Reyhan.
"Baiklah.Jangan ninggalin Cafe tanpa sepengetahuan aku okay cantik..." pesan Reyhan.
"Siap delapan enam pak!' celetuk Cinta yang langsung mendapatkan kecupan di keningnya.
Kemudian Reyhan pun melangkah menuju tempat pembuatan kopi. Sedangkan Cinta berjalan menuju ke tempat kedua sahabatnya itu, yang telah menunggu kedatangannya dari tadi.
"Hai Cinta ..tuh kan apa kubilang Cinta pasti bareng dengan Reyhan." ucap Mita
"Wah asyik ya ... bagaimana nih rasanya punya seorang bodyguard ganteng sekaligus pacar sendiri.?" tanya Susanti menggoda Cinta.
"Ish ish ish ngomong apa kalian ini. Gak ngerti aku apa maksud kalian." sahut Cinta pura2 tidak paham.
"Cinta ..ini kopi untukmu .Reyhan yang bikin kok hanya saja ia gak sempat untuk mengantarkan nya sendiri kemari.Oderan untuk dirinya banyak." jelas teman Reyhan.
"Oh gak apa-apa ,kak. Terima kasih ya." Lalu Cinta pun menyeruput nikmat kopi racikan kekasihnya itu.
Akhirnya mereka bertiga pun sudah saling bercanda dan tawa kembali.
"Wah bagaimana nih rasanya punya kekasih yang profesi nya macam-macam?" tanya Mita.
"Maksudnya?" tanya Cinta bingung.
"Maksud Mita bagaimana rasanya punya cowok sekaligus bodyguard pribadi serta bartender pribadi.?" jelas Susanti.
"Yee ditanya kok malah tersenyum.Ditanya itu dijawab bukan senyum aja." sahut sewot Mita.
"Hmm rasanya tuh campur-campur" sahut Cinta berusaha menjelaskan.
"Tapi yang pasti kamu bahagia kan?" tanya Susanti.
Cinta tersenyum lebar.
Di sudut cafe ada sepasang mata yang menatap tajam ke arah Cinta.Tangannya terlihat mengepal menahan suatu emosi jiwa matanya tak pernah lepas menatap satu titik yang sangat ia inginkan.
Puas menatap satu titik dari kejauhan Lelaki berkacamata, berjaket denim dan tinggi Kurang lebih seratus tujuh puluh centimeter. Dengan ukuran tubuh yang ideal proposional.Kini terlihat mulai berdiri dan melangkah.
Langkahnya begitu mantap menuju ke meja Cinta dan teman -temannya.
"Hai Cinta ....apa kabar?" sapa lelaki berjaket denim tersebut.
Kedua sahabat Cinta langsung terkejut dengan kehadiran lelaki berkacamata ini.
"Dia lagi...dia lagi ..'" seru Santi dalam hati. Yang kemudian menatap ke arah Mita penuh arti
Mita pun terlihat tidak menyukai kehadiran lelaki itu.
Spontan Mita dan Susanti pun menatap tajam ke arah lelaki itu.
"Kamu menguntit kami ya!" tegur Mita langsung tanpa basa basi.
"Tidak!
"Gak mungkin ..kenapa kamu selalu ada dengan tiba-tiba disekitar kami lebih tepatnya disekitar Cinta." ucap ketus Susanti.
Dari kejauhan Reyhan melihat ada keributan di meja kekasihnya.Lalu ia pun bergegas menghampiri meja Cinta dan sahabatnya.
"Ada apa ini?" Reyhan langsung menarik tangan Cinta dan memeluk pinggang Cinta.
Lelaki berkacamata itu pun hanya tersenyum "Aku cuma ingin menyapa apa salah ?" kemudian ia pun melangkah pergi.
Mita dan Susanti melongo gak percaya dengan reaksi lawannya yang langsung mundur tanpa perlawanan apapun.
"Okay Cinta aku lanjut mengerjakan tugas aku dulu ntar selesai tugas aku di cafe ini kita pergi ke suatu tempat yuk aku punya referensi tempat yang kamu pasti suka." ajak Reyhan.
"Asyikkk kami juga boleh ikut Rey?' harap Mita .Sambil memasang wajah polosnya.
Reyhan pun tertawa melihat kekonyolan sahabat sahabatnya Cinta.
"Sebentar ya guys aku kebelet nih aku ke toilet dulu ya!" pesan Cinta lalu pergi menuju ke toilet
"Oke Gak pake lama " celetuk Mita.
Cinta pun memberi isyarat tangan pada sahabat sahabatnya itu yang artinya oke.
"Aku tunggu disini ya?" Lalu Reyhan pun mencium kening Cinta.
Cinta mengangguk dan tersenyum manis pada Reyhan Lalu melangkah pergi menuju ke toilet
Mita, Susanti dan Reyhan kembali terlihat bercanda. dan tertawa bersama.
Setelah Cinta keluar dari toilet dan hendak kembali ke meja.Tiba-tiba tangannya ditahan oleh seseorang dan langsung menarik tubuhnya mendekat lalu memeluknya. Belum sempat Cinta berpikir dan bereaksi apapun sebuah ciuman hangat dan dalam berhasil me*-lu*-ma*-t bibir ranum Cinta.
"Kamu.....!!" Cinta terkejut, tak pernah terpikir sedikitpun ia akan mendapatkan perlakuan seperti tadi.
...........................................
Hmm siapakah yang berani menikung Cinta?? yukk ikuti kelanjutannya.