
Setelah semalaman menunggu keadaan Reyhan lepas dari koma dan kritis. Alhamdulillah pagi ini suster membawa kabar yang membahagiakan bahwa keadaan Reyhan sudah bagus dan stabil.
Saat ini Reyhan sudah berada di ruang rawat umum tidak lagi di ruang operasi.
Semua yang mendengar dan mengetahui keadaan Reyhan saat ini sangat bahagia dan bersujud syukur.
Cinta sangat bahagia sekali pertama kali mengetahui bahwa suaminya telah sadar dari komanya.Harapan suaminya untuk kembali pulih seperti sedia kala kembali tumbuh subur di hati Cinta.
"Reyhan sadar ma Reyhan sudah keluar dari masa kritisnya " peluk Cinta pada kedua orang tuanya sambil menyeka airmata bahagianya.
"Iya cantik dari awal papa yakin Zoe mampu melalui semua ini dia memang anak kuat dan hebat.Kamu tahu sendiri papa sangat bangga dan sayang pada Zoe." ucap papa Cinta sambil membelai dan mengecup ujung kepala Cinta.
"Yuk pa kita jenguk Zoe" ajak mama.
Kemudian mereka bertiga pun berjalan menuju kamar Reyhan.
"Hallo Cinta bagaimana ada perkembangan dari Reyhan?" tanya Susanti melalui hubungan telepon sesaat Cinta hampir sampai di ruang rawat Reyhan.
"Alhamdulillah semua baik-baik saja. Reyhan sudah sadar dari komanya dan sudah melalui masa kritisnya." jelas Cinta bahagia.
"Alhamdulillah, aku dan Mita bentar lagi kesana tunggu ya!" pesan Susanti lalu menutup teleponnya.
"Siapa sayang? sahabat kamu?" tanya papa.
"Iya pa Susanti katanya nanti mau kesini jenguk Zoe" jawab Cinta sambil bergelayutan manja pada lengan papanya.
Cinta memang sangat sayang kedua orang tuanya walau sering berselisih paham dengan papanya tetapi mereka saling mengasihi. Apapun pasti papanya akan mengusahakan yang terbaik untuk anak semata wayangnya itu.
Cinta pun walau sering kesal dengan beberapa peraturan papanya tetapi tidak bisa dipungkiri ia tahu apapun yang dilakukan oleh papanya adalah untuk kebahagiaan dirinya walaupun seringkali cara yang dipakai papanya bagi dirinya tidak tepat.
"Cinta!" tangan Cinta ditarik mama agar mendekat.
Bagai disiram air Cinta baru sadar mereka telah berada di ruangan rawat Reyhan dan saat ini Papanya terlihat sedang ngobrol dengan Reyhan.
Reyhan mengulurkan kedua tangannya ke arah Cinta.
"Good morning my wife" sambut Reyhan ke arah Cinta sambil tersenyum.
Mendengar sapa romantis Reyhan serta melihat senyum manisnya membuat air mata Cinta kembali mengalir.Tapi kali ini airmata bahagia.
Cinta langsung memeluk suaminya. Dan Reyhan pun mencium kening Cinta.
"Jahat ....jahat.... jahat!" tiba-tiba Cinta memukul-mukul tubuh Reyhan manja.
Cinta mengeluarkan segala kekesalannya atas kekhawatiran yang sejak kemarin ia tahan-tahan. Kini melihat suaminya sudah sadar kembali dan tersenyum padanya membuat rasa bahagia tersendiri dalam dirinya.
Reyhan yang paham dengan sikap Cinta tadi langsung memeluknya dan meminta maaf.
"Aku takut tahu! Aku takut kehilangan kamu!" Isak tangis Cinta dalam pelukan Reyhan.
Reyhan terus memeluk dan membelai rambut Cinta. Ia sangat mengerti keresahan dan ketakutan yang dirasakan Cinta.
"Maafkan aku Cinta sudah membuat kamu khawatir." bisik Reyhan.
"Wow selamat datang Reyhan akhirnya kamu sudah sadar kembali!" tiba-tiba Mita dan Susanti susah berada di ruangan Reyhan.
"Hei Mit.. San... terima kasih ya sudah dampingi istri aku selama aku tidak sadar kemarin." ucap Reyhan menangkupkan kedua tangannya lalu kembali memeluk Cinta.
"Santai saja Rey sudah kewajiban kami untuk selalu mendampingi Cinta. Namanya juga sahabat " celetuk Susanti.
"Tetapi yang seharusnya selalu ada disisi Cinta ya bodyguard nya dong bukannya begitu Tante om!" goda Susanti meminta persetujuan kedua orang tua Cinta.
Sontak semua yang ada di ruangan Reyhan tertawa mendengar kelakar Susanti.
..................................................