
Braakkk
akhirnya pintu yang tertutup rapat pun terbuka.
Ruangan besar yang penuh dengan bunga dan lukisan dance di dinding menonjolkan sisi seni tersendiri bila memasuki ruangan ini terkesan kita memasuki sebuah galery seni.
Di ujung ruangan terdapat sebuah tempat tidur besar dan terlihat sosok wanita yang terkulai lemah. Entah tertidur atau pingsan.
"Cinta!" Reyhan yang melihat sosok wanita diatas tempat tidur besar yang entah sadar atau tidak wanita itu hanya diam seolah tertidur pulas.
"Sepertinya sedang tidur bos!"
"Mana ada orang tidur tidak terbangun dengan aksi heboh kita mendobrak pintu tadi?" protes Reyhan yang yakin Cinta bukan tertidur biasa tapi pingsan atau sengaja dibuat tidur lelap.
Reyhan menelepon ayah Cinta dan menjelaskan keadaan Cinta saat ini.Reyhan juga minta back up polisi agar bila aksinya menyelamatkan Cinta dan keburu Alan datang biar Polisi lah yang menangani Alan .
Ayah Cinta pun menyarankan Cinta dibawa ke rumah sakit yang terdekat terlebih dahulu nanti dokter khusus keluarga akan memeriksanya lebih lanjut.
"Kalian ambil bukti kejahatan Alan apapun itu sampah dapur gelas atau apapun yang mencurigakan. Aku yakin Cinta diberi ramuan hapus memori yang Alan beli tiap saat di pasar." pesan Reyhan
"Bila kalian menemukan apapun yang mencurigakan berikan ke aku dulu biar aku yang memberikan kepada polisi." ucap Reyhan.
Setelah memberi arahan kilat. Reyhan pun langsung menuju ke tempat Cinta sedang terbaring tak berdaya.
"Cinta.... " Reyhan membelai rambut Cinta lalu mengecup keningnya.
"Ayo Cinta kita pergi dari sini disini bukan tempat kamu.Aku akan membuatmu teringat kembali semua yang pernah terjadi dalam hidupmu. Aku janji akan membuatmu kembali ingat semuanya " Lalu Reyhan pun membopong Cinta keluar kamar dan memasukkannya ke dalam mobilnya..
Setelah Cinta berhasil Reyhan pindahkan ke dalam mobilnya Reyhan pun berpesan pada tim pencari Cinta yang ia bentuk bersama sahabat-sahabat Cinta
Reyhan menghubungi Santi dan mengabarkan bahwa Cinta sudah berhasil ditemukan dan sekarang sudah di dalam mobilnya.
Terdengar sorak gembira Santi saat mengetahui sahabatnya berhasil diketemukan kini tugasnya hanya meyakinkan bahwa Alan kembali ke rumah tadi dimana para polisi sudah siap mengamankannya.
Reyhan juga memberi arahan kepada tim khususnya untuk tetap berjaga di depan rumah Alan dan memastikan Alan tidak kabur dan diamankan polisi .
"Agar Alan tidak curiga dan kabur ketika dia sampai disini kalian janganlah bersikap menyolok mengerti? Biarkan saja ia turun dari mobilnya dan masuk ke rumahnya terlebih dahulu baru kemudian biarkan Polisi yang bekerja untuk mengamankan Alan.Paham?" jelas Reyhan.
"Rey Cepat! ini Cinta mulai siuman tapi terus memegang kepalanya dan merintih kesakitan." teriak Mita yang tadi bertugas menjaga Cinta.
"Okay ... aku tinggal dulu ya. Jangan lupa kirim laporan apa saja yang terjadi!" pesan Reyhan sebelum masuk ke dalam mobilnya lalu pergi meninggalkan lokasi.
Reyhan melajukan mobil ke rumah sakit terdekat. Disana sudah menunggu mama dan papa Cinta.
"Sabar Cinta sebentar lagi kita sampai." ucap Reyhan sedih tak tahan mendengar rintihan Cinta.
"Rey ... tidak bisakah kita melakukan sesuatu supaya sakit kepalanya sembuh .Penawar itu Rey katanya kamu sudah membeli obat penawarnya? Kita beri Cinta penawarnya saja. Siapa tahu bisa meringankan sakit kepala Cinta dan akhirnya sembuh." Mita panik dan sedih melihat sahabat merintih kesakitan dalam ketidaksadarannya.
"Aku gak berani memberinya obat sembarangan. Kita serahkan pada dokter saja dan akan aku ceritakan apa yang diminumnya Biar dokter yang memutuskan bagaimana membersihkan sisa-sisa pengaruh jamu tadi dan semoga Cinta bisa secepatnya pulih dan kembali ingat kita semua." harap Reyhan sambil mempercepat laju mobilnya agar cepat sampai Rumah Sakit yang dituju.
Sesampainya di Rumah Sakit sudah menunggu satu tempat tidur dorong, empat perawat, kedua orang tua Cinta dan dua orang dokter. Ternyata kedua orang tua Cinta sudah mempersiapkan dengan baik dengan menghubungi dokter dan menceritakan apa yang terjadi pada Cinta.
Akhirnya mereka memindahkan Cinta dan langsung membawa Cinta ke ruang observasi.
Reyhan memberikan jamu penghapus memori yang dibeli Alan dan penawarnya kepada salah seorang dokter dan menjelaskan singkat apa yang terjadi
Kemudian mereka pun disuruh menunggu. Cinta masih diperiksa apakah pengaruh jamu itu permanen atau tidak.
Kedua orang tua Cinta pun mondar mandir di depan ruangan tak sabar menunggu hasil pemeriksaan Cinta.
"Rey .. Mita... om sangat berterima kasih atas kerja keras kalian dan tolong sampaikan pada semua yang telah membantu menemukan anak Om. Kami ucapkan banyak terima kasih atas kepedulian kalian semua terhadap anak semata wayang om dan Tante ." ucap lega ayah Cinta sambil menepuk pundak Reyhan dan Mita.
"Ini sudah tanggung jawab saya om. Saya akan selalu berusaha menjaga dan membahagiakan Cinta. " janji Reyhan.
"Iya om kami semua sayang Cinta bagi kami Cinta bukan lagi teman atau sahabat tetapi Cinta sudah seperti saudara kami sendiri jadi suka duka yang Cinta rasakan adalah suka duka kami juga." jawab Mita
"Keluarga nona Cinta?" panggil salah satu perawat
Semua menoleh ke arah perawat.
"Saya sus!" semua kompak mengangkat tangannya .
.........................................................