My Sexy Bodyguard I Love You

My Sexy Bodyguard I Love You
Koma



Reyhan sudah terlihat mulai kehabisan tenaga sambil memegang dadanya yang berlumuran darah hingga taxedo putih yang ia pakai kini telah berubah warna menjadi merah.


Melihat Reyhan sudah mulai tenang Cinta pun meneruskan bercerita tentang impian mereka yang baru hari ini mereka jalani.


Masih banyak impian berikutnya yang ingin mereka wujudkan bersama Cinta menceritakan semua rencana impian-impian yang mereka rajut selama ini dan Reyhan pun tersenyum bahagia.


Lalu semua berganti begitu menegangkan saat Reyhan memegang dadanya serta mengerang kesakitan yang tidak lama kemudian tubuhnya pun berontak kaku mengejang.


Cinta panik dan hanya bisa menangis melihat suami nya tak sadarkan diri melawan maut.


Dengan sangat cekatan para petugas medis segera menangani keadaan Reyhan.Dan sesampainya di Rumah Sakit Reyhan pun langsung digiring masuk ke instansi gawat darurat.


Cinta hanya bisa menangis, berdoa dan berharap yang terbaik untuk suami tercinta.


"Cinta yang sabar ya... Reyhan orang yang kuat aku yakin ia bisa melalui ini semua" hibur para sahabat Cinta.


Untuk beberapa waktu Reyhan masih dalam penanganan dokter.Kedua orang tua Cinta pun datang dan mendampingi anaknya.


Mereka sangat prihatin dengan kondisi Cinta saat ini. Hari yang harusnya menjadi hari bahagia untuknya kini menjadi hari yang penuh dengan airmata untuk Cinta.


............................................


"Hahahaha akhirnya tidak ada satupun yang bisa memiliki Cinta tidak Ryan, aku dan juga si brengsek Reyhan." Alan tertawa dengan sangat puasnya.


"Darah! Merah! pernikahan yang seharusnya putih suci kini berubah menjadi merah darah! " kembali Alan tertawa dengan sinisnya.


"Rasakan kau Rey berani merusak semua rencana romantis ku dengan Cinta akan kurusak juga pesta pernikahan kalian !" puas Alan melampiaskan dendam yang ia rasakan selama ini.


"Heii kamu! Kamu tahu dengan perbuatan kamu tadi, kamu terancam hukuman seumur hidup!" bentak salah satu aparat mengingat kan Alan akan hukuman yang akan ia terima.


"Seumur hidup? Aku tidak peduli karena sejak semua rencana indahku bersama Cinta berantakan aku tidak peduli lagi dengan hidupku !" Alan dengan egonya menjawab santai ancaman yang akan dijatuhkan pada dirinya.


..................................,.................


"Keluarga saudara Reyhan.!"


Cinta dan mamanya menemui suster "Bagaimana keadaan anak kami sus?"


"Untuk sementara kejangnya sudah berhasil kami tangani tetapi pasien saat ini masih dalam keadaan koma dan banyak mengeluarkan darah. Kami sedang mengusahakan menyediakan darah yang sesuai dengan yang dibutuhkan." jelas suster.


"Nanti kami akan hubungi lagi kalau memang membutuhkan.saat ini persediaan kami masih aman" lanjut suster.


"Sementara kalian tunggu info dari kami selanjutnya. Dokter dan tenaga medis lainnya sedang mengupayakan keselamatan pasien ." Lalu suster pun meninggalkan mereka.


"Bagaimana Cinta keadaan Reyhan?" tanya Mita dan Susanti bersamaan.


"Reyhan masih koma dan masih dalam penanganan dokter." jawab lirih Cinta.


Akhirnya merekapun bermalam di Rumah Sakit sambil menunggu kabar terbaru mengenai keadaan Reyhan.


............................................,


Mita dan Susanti berpamitan pada kedua orang tua Cinta untuk mencari makan sebenarnya mereka juga ingin mengajak Cinta mengisi perutnya juga tetapi Cinta terlihat pulas tidur dipangkuan ayahnya. Akhirnya mereka memutuskan untuk tidak menganggu Cinta. Terlalu banyak hal yang menyedihkan yang terjadi siang tadi.


"Kasihan Cinta aku samasekali tidak menyangka akan terjadi hal ini" ucap Susanti.


"Sewaktu aku tadi melihat Alan datang aku sudah merasa akan ada hal buruk yang akan terjadi. Kamu lihat senyum Alan menyiratkan kengerian ternyata perasaan aku benar." keluh sedih Mita.


"Andai tadi kita menghalangi Alan mendekati pengantin mungkin kejadian mengerikan ini tidak akan terjadi." gumam Susanti menyesal.


"Semua tidak ada yang tahu kalau hal buruk ini terjadi" sesal Mita.


Kemudian mereka pun melahap makanan yang ada di hadapan mereka. Sejak kejadian tadi siang belum secuil makanan pun yang masuk ke dalam perut mereka.


Setelah mereka menghabiskan makan malam mereka. Tidak lupa mereka pun membeli makanan kesukaan Cinta walau kemungkinan kecil Cinta mau memakannya dalam keadaan seperti saat ini tapi setidaknya mereka berusaha membuat Cinta untuk mengisi perut kosongnya.


.............................................


"Cinta ... bangun sayang yuk makan dulu ya" Mama berusaha membangunkan Cinta.


"Cinta kamu harus makan sayang kamu harus kuat untuk menjaga suami kamu!" nasehat ayah Cinta.


Cinta menggosok gosok matanya masih berusaha beradaptasi dengan keadaan sekitar. Lalu ia melihat gaun putihnya telah berubah merah dimana-mana. Akhirnya Cinta pun menangis histeris teringat kejadian yang tidak terduga menimpa suaminya.


"Reyhan! Tidakk!!! Reyhan!!" jerit Cinta memanggil suaminya.


...............................................