
kringg ... kringg ... Zoe terbangun dan mencari-cari jam weker nya berusaha untuk mematikannya.
kring ... kring...
Kembali bunyi itu berdering berulang kali dengan sangat nyaring.
Dengan susah payah Zoe berusaha membuka kedua matanya.dan kembali meraba raba mencari jam weker nya.
Berulangkali Zoe berusaha mematikan jam wekernya tapi dering itu kembali terngiang di kepalanya.
Lalu ia memaksa matanya untuk terbuka melihat bunyi dering apakah yang dari tadi sukses membuatnya terbangun walau matanya masih terpejam erat.
Samar-samar Zoe melihat cahaya dari ponselnya. "Jangan-jangan .... ??? " pikir Zoe.
Dengan keadaan masih setengah sadar, Zoe mencoba meraih ponselnya.
Zoe melihat nama yang terlihat di layar ponselnya.Seketika Mata nya membelalak dan langsung menjawab telepon yang masuk.
"Pagi om, maaf Zoe baru saja bangun." jawab Zoe sambil menggosok gosok matanya dan bangun dari posisi enak nya.
Zoe duduk bersila sambil menerima telepon, walau sebenarnya matanya masih susah untuk diminta terbuka.
"Zoe ... om ingin kamu mendampingi anak Om, di pesta pernikahan kerabat kami besok lusa, bisa kan? sekaligus mengawal dan menjaganya.!" perintah ayah Cinta.
Mata Zoe spontan terbelalak membulat. Yang tadinya ia menerima telpon dengan mata yang masih terpejam walaupun ia berusaha membuka matanya.Tapi kini entah kekuatan darimana, mendengar perintah ayah Cinta, mata Zoe langsung terbuka lebar.
Zoe terdiam beberapa saat. Mencoba mencerna kalimat demi kalimat yang tadi ayah Cinta sampaikan.
"Apa aku tidak salah dengar ya?' pikir Zoe dalam diam.
"Zoe .. kamu masih disitu kan?"
"Iya om. Zoe masih disini." jawab Zoe singkat.
"Bagaimana Zoe bisa kan lusa kamu temani Cinta ke pesta? Om hanya percaya kamu!" ucap ayah Cinta.
"Hmm .... ' Zoe menelan Saliva nya sambil tangan yang satu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Kenapa? kamu tidak bisa? masih ada acara di kampus? atau ada kegiatan yang lain? Ingat Zoe ... kamu bodyguard pribadi anak saya. Jadi saya harap, anak saya lah yang selalu jadi prioritas utama kamu, bukan yang lainnya! Kecuali urusan kuliah" seru ayah Cinta mengingatkan posisi dan pekerjaan dia saat ini.
'Iya om Zoe ngerti kok. Tetapi ..,..."
"Kenapa lagi? gak punya baju ? sepatu .... atau duit ?" tanya ayah Cinta
"Gak usah kuatir kalau soal itu, Om sudah persiapkan semuanya. Sepatu dan baju sudah om suruh pegawai om yang di Indonesia mengantar ke tempat kos kamu besok. Uang saku sudah om transfer ke rekening kamu dan itu diluar gaji kamu sebagai bodyguard Cinta. Ada lagi yang kamu khawatirkan?" jelas ayah Cinta.
"Ehmm itu om ... " Zoe berpikir cepat sebelum telepon diakhiri.
"Eehmm itu ... Cinta mana mau om pergi ke pesta dengan saya, Om tahu sendiri berkenalan saja dia kabur kaburan waktu itu" sahut Zoe ragu.
"Apa tidak lebih baik, Cinta pergi dengan temannya saja. Biar saya yang memantau dan menjaga dia dari jauh seperti biasanya." Zoe meminta persetujuan pada ayah Cinta untuk melakukan tugasnya seperti biasanya saja.
Zoe tahu, Cinta pasti menolak dirinya. "Berkenalan saja Cinta ogah, apalagi harus mendampinginya ke pesta berdua?? Hemm mana mungkin dia mau. Pasti jutek dan judesnya yang langsung keluar." pikir Zoe sambil tersenyum samar membayangkan juteknya Cinta pada dirinya.
"Sudahlah Zoe kamu tidak perlu khawatir apapun . Pokoknya kami mau kamu yang mendampingi Cinta titik. Ingat ini bagian dari tugas kamu.!" perintah ayah Cinta tegas.
"Soal Cinta, om dan Tante nanti yang ngatur. Okay Zoe jelas ya! Lusa dampingi Cinta menghadiri pesta pernikahan kerabat kami. Sekaligus kawal dan jaga harta kami yang paling berharga.Kami hanya percaya padamu. Selamat pagi"
Lalu sambungan telepon terputus.
"Ufff'" dengus Zoe kembali merebahkan diri ke kasur favoritnya.
........................................................
Di tempat terpisah Cinta sudah terlihat riang gembira dengan semangat empat limanya. Pagi- pagi sekali ia sudah bangun bahkan sebelum jam wekernya berbunyi .
Pukul setengah enam Cinta sudah rapi dengan T-Shirt ber-kerah berwarna merah maroon dan Jean pensil hitam. Cinta terlihat sungguh mempesona dengan rambut panjang lurus tergerai.
Setelah mengamati dirinya di depan kaca dan yakin dengan penampilannya Cinta dengan langkah penuh sukacita menuruni anak tangga demi anak tangga rumahnya menuju ke meja makan.
Untuk sesaat Cinta memandang ruang makan dengan perasan sedih .Biasanya di pagi hari seperti ini pasti mama selalu terlihat sibuk mempersiapkan sarapan dan bekal untuk dirinya dan papa.
Sedangkan papa biasanya duduk di ujung meja makan sambil membaca koran dan menyeruput kopi hitamnya.
Tapi kini semua sepi ... kosong.
"Pa .... Ma ..... Cinta kangen?" gumam Cinta dalam hati.
Walau sebenarnya mama selalu menghubungi sebelum Cinta terlelap dalam tidurnya di malam hari . Tetapi tetap saja rasa rindu akan kebersamaan mereka di rumah ini sangatlah menyesakan.
"Non Cinta ... selamat pagi" sapa kepala asisten rumah tangga keluarga Cinta.
"Hari ini kok tumben non pagi-pagi sudah siap di ruang makan.,? Ada kegiatan di kampus ya?'"
Cinta hanya tersenyum lebar dan mengangguk.Padahal di dalam hatinya ia sedang bersorak gembira dan berteriak lantang pagi ini aku ke kampus di jemput Reyhan kekasih aku. Cowok ter-uwuuuu dan di gandrungi hampir seluruh mahasiswi kampus mereka.
Belum lagi profesi Barista Reyhan yang lumayan terkenal dengan racikan kopinya yang nikmat se- nikmat bibirnya. "Uhmmm "
Membayangkan kekasih hatinya itu membuat diri Cinta serasa terbang melayang ke langit ke sepuluh bukan tujuh lagi
Melihat juragan kecilnya tersenyum sendiri sambil tatapan matanya kosong Bi Ani pun tersenyum kepo "Pasti lagi mikirin cowok !" batin bi Ani.
"Hmm pasti sangat istimewa cowok ini bisa menaklukkan hati non Cinta" gumam Bi Ani.
"Ini non ... sarapannya." Sambil meletakkan sepiring Spaghetti Carbonara favorit Cinta.
"Non Cinta ..." panggil Bi Ani menyadarkan Cinta dari lamunannya.
"Oh ..... Iya bi ... terima kasih ya... ini Spaghetti terenakkk yang pernah Cinta makan. Spaghetti di resto aja kalah " seru Cinta berapi-api penuh semangat.
Lalu Cinta memeluk bi Ani manja
" Makasih ya bi ... udah selalu mau Cinta repotkan bila Cinta lagi pengen makan ini itu." kata Cinta.
"Non ini ngomong apa sih? Itu mah sudah tugas bibi non. Papa non Cinta, gaji bibi kan untuk mengurus semua keperluan keluarga ini." jawab Bi Ani sambil mengusap punggung Cinta.
Bi Ani sudah lama ikut keluarga Cinta sejak mama masih gadis. Bu Ani dulu bekerja pada nenek kakek Cinta, karena Bi Ani sudah sangat dekat dengan mama Cinta jadi sewaktu Mama menikah dengan papa bi Ani diminta untuk ikut mereka dan membatu mengurus keperluan rumah tangga mereka.
"Silakan dimakan non ntar keburu dingin spaghetti nya."
"Baik bi"jawab Cinta lalu mulai menikmati spaghetti favoritnya.
Tiba-tiba terdengar ponsel Cinta berbunyi.
"Hmm apa Reyhan sudah di depan?" pikir Cinta panik baru dua suapan Spaghetti yang masuk ke dalam perutnya
Cinta melihat jam tangannya. Masih terlalu pagi bila Reyhan sudah muncul di depan. "Tapi bisa saja Reyhan, siapa tahu karena sangat kangennya dia padaku, ga bisa tidur kepikiran aku terus dan pengen bertemu denganku secepatnya " pikir sok pede Cinta. Sambil tertawa dalam hati
"Hahaha Cinta ... Cinta ....,sejak kamu jatuh Cinta dengannya otakmu konslet.Kenapa Cinta yang biasa jutek jd sok kepedean dan gampang lumer menghadapi Reyhan." sambil memukul-mukul kepalanya.
Setelah tersadar Cinta meraih ponselnya dan melihat siapa yang menghubunginya dan ternyata.....
Zonk ... tebakan dan ke-geeran Cinta hari ini ambyar.
Yang tertera di layar hape Cinta bukanlah Reyhan melainkan papa.
"Hmm papa dapat laporan apa lagi ini dari si Zoe. " batin Cinta.
Dengan perasaan berdebar Cinta menerima telepon.
"Pagi pa ...." sapa Cinta manis berharap papanya sedang dalam mood yang bagus dan laporan Zoe pun bagus.
"Semoga Zoe tidak membocorkan kejadian di depan Cafe bersama Reyhan kemarin." Harap-harap cemas Cinta.
"Pagi sayang... belum berangkat kampus? "
"Lagi sarapan pa bentar lagi berangkat" jawab singkat Cinta.
"Good! Cinta besok lusa papa mama ingin kamu datang menghadari pesta pernikahan Evan anak nya om Reynald masih ingat om Reynald kan?" tanya papa.
"Ingat pa. Besok lusa ya pa? dimana? " tanya Cinta
"Bisa kan? di hotel Cemara, tema outdoor. Wakili papa mama ya nak!" pinta papa.
"Wow hotel Cemara?! Keren tuh. Outdoor party lagi, asyikkk nih! Ntar aku tanya Reyhan bisa ga temani aku ke pesta " batin Cinta bersorak.
"Bisa pa! Jadwal Cinta besok lusa kosong kok!" sahut Cinta bersemangat.
"Ok sipp jadi besok lusa kamu wakili papa ke pesta om Reynald ya bersama Zoe!" jawab ringan papa.
"Apaaa!!! '"
"Zoe?!!" mata Cinta langsung membelalak bulat besar.
"Iya... kamu besok ke pesta bersama Zoe !"
"No .... no ...no ....,Enggak pa! Cinta gak mau!"
"Cinta! Papa mohon kali ini jangan bantah papa!"
"Papa tidak mau tahu, besok lusa Zoe akan datang menjemputmu dan mendampingi mu ke pesta. Papa tidak ingin dengar, kamu kabur lagi! Titik! " Papa mengakhiri hubungan teleponnya.
Cinta gamang, tak terasa air matanya menetes."Kenapa papa selalu berbuat semaunya sendiri gak pernah mau mendengarkan perasaan Cinta. Papa egois!" jerit batin Cinta
Tin ... tin ... terdengar suara klakson motor dari luar.
"Reyhan!" gumam Cinta lalu menghapus air matanya.
.................................................
Akankah Cinta ke pesta bersama Zoe?
Bagaimana dengan Reyhan? apakah Cinta akan memberitahu tentang Zoe pada Reyhan.
ikuti kisah selanjutnya ...
Happy Reading guys
Jangan lupa like dan komen ya agar author terus bersemangat menulis terima kasih 🙏🌹