
Malam ini langit tampak gelap sekali tidak ada bulan dan bintang yang menemani
Cinta menatap langit gelap dengan perasaan kosong. Tanpa disadarinya setetes air hangat meleleh di pipinya.
Susanti dan Mita hanya bisa terdiam. Mereka sangat tahu perasaan sahabatnya itu.Datang dengan harapan bisa kembali bersama lagi tetapi kenyataannya Reyhan telah bersama dengan wanita yang lain.
"Cinta jangan berpikir buruk dulu bisa saja cewek tadi cuman sahabatnya, atau adik nya atau saudara jauhnya." Susanti berusaha menghibur dan mendinginkan hatinya.
"Iya Cin lebih baik kamu tanya langsung saja pada Reyhan siapa gadis itu?" lanjut Mita
Cinta menyeka airmatanya sendiri .Dan menatap tajam kedua sahabatnya itu bergantian
"Tidak! Aku tidak mau terlihat konyol dan mengemis cinta Reyhan.No ! Never!" seru Cinta
"Bukan mengemis tetapi minta penjelasan. Itu dua hal yang berbeda" jelas Vera.
"Tidak! Kalau ia sudah berani berboncengan berdua dengan gadis lain dan terlihat bahagia itu sudah cukup untukku sebagai penjelasan bahwa ia sudah berpaling" ucap datar Cinta
"What! Cinta kenapa kamu jadi egois sih! Berarti ketika kamu tinggal bersama Alan kamu juga telah berpaling dari Reyhan begitu maksud kamu?" Susanti tidak habis pikir kenapa sahabatnya ini sekarang berubah menjadi sosok yang egois.
"Beda donk ! Alan hanya menolongku waktu itu " jawab Cinta sekenanya.
"Oh begitu ...berarti sikap Reyhan meninggalkan kamu saat ini. Karena kamu telah tinggal bersama dengan Alan.Bahkan lebih memilih untuk tampil sebagai pembela Alan daripada membela Reyhan pacar kamu sendiri. Kurasa sudah sangat tepat."celetuk Mita tanpa bersalah.
Susanti dan Mita menatap tajam ke arah Cinta ."Aku dan Alan tidak ada hubungan apa-apa." protes Cinta.
"Itu kan menurut kamu.Tapi kalau bagi Alan kamu adalah seseorang yang special bagi dirinya bagaimana?" Tanya Susanti.
"Maksud kamu?" Cinta masih tidak mengerti maksud Susanti.
"Sudahlah kamu pikir sendiri saja.Kamu sudah tinggal bersamanya selama hampir seminggu dan kamu bilang itu tidak apa-apa karena tidak ada hubungan apa-apa antara kamu dan dia. Tapi itu kan menurut kamu kalau orang lain yang melihat, pasti mengira ada sesuatu antara kamu dan Alan!" Kembali Susanti memberikan argumennya.
Cinta merasa kedua sahabatnya terus memojokkan dirinya.
"Kenapa sih kalian suka sekali menyalahkanku." ucap sedih Cinta.
"Cinta kami bukan menyalahkan dirimu.Tetapi sifat egois kamu itu yang membuat kami kesal." jelas Mita
"Egois?" tanya Cinta tidak paham jalan pikiran kedua sahabatnya itu.
"Ya egois .Kamu ingin orang lain memahami jalan pikiranmu.Tetapi kamu tidak mau tau jalan pikiran orang lain." jelas Susanti.
Cinta kembali menatap kedua sahabatnya itu dengan mata berkaca-kaca.Merasa tidak ada yang memahami perasaannya.
Terdengar pintu diketuk.
Semua saling berpandangan bingung. Tidak ada satupun diantara mereka yang merasa kenal dengan masyarakat di sekitar sungai. Kenapa ada suara ketukan yang berarti ada tamu untuk mereka.
Karena malam terlanjur menyapa mereka bertiga.Merekapun memutuskan untuk menginap satu malam di sebuah Home Stay di pinggir sungai. Mereka menyewa tiga kamar karena tempat tidur disana hanya cukup untuk satu orang.
Saat ini mereka sedang berkumpul di kamar Susanti sebelum nantinya mereka kembali ke kamar mereka masing-masing.
"Kamu pesan makanan Mit? Cinta?" tanya Susanti kepada kedua sahabatnya itu.
Kedua sahabatnya kompak menggelengkan kepalanya.
Susanti berpikir sejenak lalu melangkah ke pintu kamar dan membukanya.
Betapa terkejutnya mereka ternyata yang berdiri di depan pintu kamar mereka adalah....
"Reyhan!"ucap kompak Mita dan Susanti.
Reyhan hanya terdiam dan memandang lekat ke arah Cinta.
Cinta kemudian memalingkan wajahnya .
"Cinta ----" panggil Reyhan.
"Aku tidak suka dengan pembohong dan pengkhianat!' Lalu Cinta berlari masuk ke kamarnya sendiri dan menutup pintu kamar.
"Cinta! Apa maksud kamu?" Reyhan terlihat kebingungan "Ada apalagi ini?" pikirnya.
Reyhan mengejar Cinta di kamarnya dan mengetuknya.."Cinta ! Buka pintunya! Apa maksudmu dengan pengkhianat? Siapa yang pengkhianat.?" tanya Reyhan kebingungan.
"Cinta! Buka pintunya ! Jelaskan padaku!" teriak Reyhan.
"Sudahlah Rey biarkan saja .Beri dia waktu untuk menenangkan dirinya terlebih dahulu.?" ucap Mita menenangkan Reyhan .
"Katakanlah padaku Sebenarnya apa yang terjadi ? Dan apa maksud Cinta dengan pengkhianat? Siapa yang dimaksud pengkhianat? Aku,???" tunjuk Reyhan pada dirinya sendiri.
Susanti dan Mita mengangguk kompak.
"Aku? Pengkhianat.?' Reyhan benar-benar bingung bagaimana bisa Cinta berpikir seperti itu
Lantas Mita pun menjelaskan apa yang mereka lihat tadi siang sehingga membuat hati Cinta terluka.
"Tidak selamanya yang terlihat di depan mata itu adalah nyata. " ucap Reyhan
...,...................................
Yuk terus ikuti kisah Cinta Reyhan.
Jangan lupa tap fav, like dan komen nya
Oh ya aku bawain sesuatu yg special nih sebagai teman menunggu up
🌹Happy Reading🌹.