My Sexy Bodyguard I Love You

My Sexy Bodyguard I Love You
Pencarian



"Rey .... sepertinya itu rumah yang bercat biru.!" tunjuk Mita sambil mencocokan alamat yang tadi mereka tulis di kertas.


"Okay. Kalian berdua tunggu disini. Jangan keluar dari mobil! Kalau lebih dari satu jam aku tidak kembali atau ada yang mencurigakan yang kiranya membahayakan kalian berdua. Cepat bawa mobil ini sejauh-jauhnya dari sini dan lapor ke polisi. Mengerti!" Reyhan memberikan kunci mobilnya pada Susanti.


Mita dan Susanti pun mengangguk berdebar. Tanda mengerti sekaligus tegang.


Reyhan pun meninggalkan mereka berdua di mobil lalu melangkah perlahan menuju rumah biru yang alamatnya sesuai dengan yang mereka cari.Sambil mengamati sekitar dengan penuh kewaspadaan.


Mita dan Susanti pun yang melihatnya dari jauh merasa was-was.


"Mit.... apa tidak sebaiknya kita beritahu polisi sekarang?"


"Tapi kata Reyhan .... kita tunggu satu jam lagi deh.Siapa tahu Reyhan bisa menangani sendiri." ucap Mita


"Hmm ..." Mita menghela napas panjang.


"Kamu merasa ada yang aneh tidak?" Mita mencoba untuk mempengaruhi Susanti dengan pemikirannya.


"Aneh bagaimana?" Sambil tetap mata Susanti mengawasi Reyhan.


"Sebenarnya Bodyguard Cinta itu siapa sih Zoe atau Reyhan.?" ucap Mita.


"Sejak kita tahu bahwa Cinta diculik, kok keberadaan Zoe tetap saja tidak terlihat. Seperti ia tidak melakukan apa-apa untuk menyelamatkan Cinta. Yang terlihat sibuk dan khawatir justru Reyhan. Berasa Reyhan lah Bodyguard Cinta sesungguhnya." lanjut Mita.


"Iya sih tapi menurut aku memang Reyhan lah Bodyguard sesungguhnya Cinta. Bodyguard hati Cinta juga. Wajarlah kalau Reyhan terlihat khawatir." sahut Susanti.


"Iya kamu benar. Tapi keki juga kalau mengingatnya Cinta yang punya seorang bodyguard aja bisa diculik. Terus sampai sekarang aku tidak melihat pertanggungjawaban Zoe atas hilangnya Cinta. Bodyguard macam apa itu." geram Mita.


"Mungkin ia sudah melakukan sesuatu tapi kita tidak tahu. Sudahlah tidak usah berprasangka buruk dulu. Kan kita juga tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi." Susanti mencoba meredam emosi hati Mita.


"Yang terpenting kita sudah berusaha melakukan yang terbaik semampu kita untuk Cinta. Semoga Cinta segera ditemukan dengan selamat tanpa kurang suatu apapun." doa Susanti.


"Amin!" balas Mita.


Lalu mereka berdua pun kembali fokus mengawasi lingkungan sekitar. Reyhan sudah tidak terlihat lagi.Sepertinya ia sudah berhasil masuk ke rumah tersebut.


...................................................


(Di kantor Orang tua Cinta.)


"Ma ... papa kira.kelakuan mama tadi pada Zoe sudah kelewat batas lho!" tegur papa Cinta.


"Pa! Coba deh papa bayangkan. Ibu atau orang tua mana yang mendengar anaknya diculik tidak sedih dan emosi padahal anak itu sudah diberi pengawal pribadi yang harusnya siap mengawasi dan menjaga keselamatan anaknya." tantang sang mama.


"Iya ma, papa minta maaf.Ini salah papa. Seandainya papa tidak mengundang Zoe makan siang.Papa yakin hal ini tidak akan terjadi. Tapi kejadian ini bukan karena kelalaian Zoe!" sesal papa.


" Dibela terus! Papa tuh terlalu sayang pada Zoe. Ingat pa Zoe itu hanya anak asuh kita. Dan jangan lupa juga, anak kita sudah memiliki tambatan hati pilihannya sendiri. Papa jangan egois memaksakan keinginan papa untuk menjodohkan Cinta dengan Zoe. Cinta itu tidak bisa dipaksakan." protes mama Cinta.


Papa hanya menghela napas dalam-dalam.


Ia tidak bisa melakukan pembelaan lebih lanjut. Karena papa pikir belum saatnya bagi dirinya untuk memberi pembelaan atas keinginan terbesar dan pilihannya itu.


"Pa saat ini jaman sudah berubah. Bukan jaman dan waktunya lagi. Kita sebagai orang tua menjodohkan anak-anaknya" pesan mama serius.


Papa hanya menatap istrinya itu dengan tatapan penuh arti."Seandainya saja kamu tahu'" batin papa Cinta.


Hening, sepi.Mereka tenggelam dengan pemikiran mereka masing-masing.


.......................................................


"Al, sekali lagi aku mohon katakan dimana Cinta?" selidik Reyhan masih berusaha sabar menghadapi Alan.


"Aku tidak tahu. Aku anak baru disini."


"Aku tahu kamu sebenarnya anak yang baik. Pasti ini bukan ide kamu. Aku tidak menyalahkan mu. Tapi tolong Al bantu aku, beritahu dimana saat ini Cinta berada.?" Kembali Reyhan mencoba merayu Alan.


Alan menatap lekat Reyhan.


"Apa benar Cinta disandera?" tanya Al lirih.


Reyhan mengerutkan keningnya tanda ia berpikir keras.


"Kamu tidak tahu atau pura-pura tidak tahu?" Reyhan kembali meminta informasi yang jelas dari Alan.


Alan menggeleng gelengkan kepalanya yakin.


Reyhan lalu menunjukan Foto jadul Alan dan Ryan.


"Ini kamu dan Ryan kan?" tunjuk Reyhan.


Alan terkejut saat Reyhan menunjukkan foto tersebut.


"Apa hubunganmu dengan Ryan?" tanya Reyhan tegas.


"Ryan sepupu aku" ucap lirih Alan


"Hmm sepupu kamu."


"Ada yang melihat, kamu yang terakhir bersama Cinta. Kalian pergi dengan mengunakan mobil kamu. Apakah itu benar?"


"Iya itu benar.Tapi aku tidak tahu akan seperti ini jadinya.Aku tidak tahu kalau Cinta akan dijadikan sandera oleh om Luky." jelas Alan penuh sesak


"Om Luky??"


"Hmm." Akhirnya Reyhan menemukan jawaban dari teka teki penculikan Cinta.


"Tenang saja. Cinta dalam keadaan baik kok!" Alan mencoba menenangkan Reyhan dari kekhawatiran nya.


Reyhan melirik Alan penuh tanda tanya.


"Kamu yakin? Cinta dalam keadaan baik.Tidak kurang satu apapun?." tanya Reyhan.


Alan mengangguk yakin.


"Sebelumya aku sudah menyakinkan mereka. Agar tidak melukai Cinta bila tidak ingin dibongkar rahasianya." jawab lantang Alan.


Reyhan mendengarkan penjelasan Alan dengan penuh perhatian.


Alan menceritakan bagaimana awalnya ia bisa bersama dengan Cinta hingga ia menyerahkan Cinta pada pamannya. Yaitu Ayah Ryan


Alan pun menceritakan bagaimana Ayah Ryan datang kepadanya dan memohon bantuan nya untuk meminjam Cinta sebentar. Dan ia pun berjanji untuk tidak akan melukai Cinta sedikit pun.


"Hmm sekarang dimana Cinta?"


"Cinta dalam keadaan baik kok! Percayalah." Alan terus meyakinkan Reyhan untuk tidak khawatir.


"Dimana Cinta!" Reyhan menahan emosinya agar tidak meledak.


Alan tetap diam seribu bahasa.


"Al ! Cepat katakan dimana Cinta!" selidik Reyhan mulai tidak sabar.


"Okay! Kalau kamu tetap tidak memberitahu dimana Cinta berada.Akan aku laporkan dirimu pada polisi sebagai kaki tangan penculikan." ancam Reyhan serius.


Al terdiam beberapa saat. Lalu menatap Reyhan dengan pandangan protes.


"Kaki tangan bagaimana? Aku hanya ingin ikut kelas dance.Aku juga dancer seperti Cinta. Di kota. asal aku. Dan Cinta menunjukkan padaku dimana ia biasa berlatih."


"Karena itu kami bersama dalam satu mobil tapi aku tidak memaksa dia untuk ikut aku " alibi Alan.


"Iya. Kamu memang tidak memaksa Cinta untuk ikut dengan mu. Tetapi setelahnya. Kamu biarkan Cinta jadi korban sandera yang menginginkan tebusan sebesar dua puluh milyar.Atau cabut tuntutan yang diajukan pada Ryan." jelas Reyhan.


"Aku kira itu sama dengan penculikan dan kamu membantu kelancaran penculikan tersebut." lanjut Reyhan.


Alan terdiam dan berpikir. Jujur ia tidak tahu akan rencana sebenarnya om Lucky bahkan tentang permintaan tebusan itu


Alan merasa kena jebak oleh ayah Ryan. Tadinya Alan hanya dimintai tolong untuk membawa Cinta pada ayah Ryan, untuk diajak bicara empat mata yang bertujuan meminta tolong agar meringankan hukuman yang dijatuhkan pada Ryan. Bukan untuk meminta tebusan.


Akhirnya setelah berdebat panjang dengan dirinya sendiri, Alan memberi tahu dimana Cinta saat ini berada.


Reyhan menghembuskan napas lega. Dan berjanji untuk meringankan Al dalam laporannya pada polisi nantinya.


"Terima kasih Al. Terima kasih kerjasamanya. Aku akan jemput Cinta sekarang. Dari awal aku tahu kamu orang baik " Lalu Reyhan berlari menuju mobil yang ia parkir di ujung gang yang di dalamnya terdapat Mita dan Susanti yang menjaga dan memantau keadaan di sekeliling rumah Alan .


"Itu Reyhan Mit! Sepertinya ia berhasil mendapatkan informasi keberadaan Cinta." ucap Susanti mencoba membaca raut wajah Reyhan.


"Yes! Reyhan hebat!" seru Mita dan Susanti berpelukan.


"Yuk guys kita ke barat !" ucap Reyhan sambil meminta kunci mobilnya. Dan mengendarainya meninggalkan kompleks rumah Alan.


"Hebat kamu Rey berhasil membuat Alan memberikan info tentang keberadaan Cinta sekarang" celetuk Mita.


"Semua karena Alan merasa terjebak, sebenarnya Alan tidak tahu, kalau Cinta akan dijadikan sandera untuk meminta tebusan uang atau pencabutan gugatan atas kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh Ryan." jelas Reyhan.


"Hmm. Jadi Alan hanya dijadikan alat saja untuk mendekati Cinta." sahut Susanti.


"Yah seperti itu " jawab Reyhan.


Tidak lama mereka telah sampai di lokasi dimana Cinta disandera


"Okay. Kalian menunggu di mobil lagi dan bantu memantau keadaan sekitar dan masih sama dengan waktu di rumah Alan tadi. Lari dan lapor polisi bila ada yang mencurigakan. Kalian hati-hati ya. Aku mau jemput Cinta. Bila aku belum keluar lebih dari satu jam kalian langsung lapor polisi." pesan Reyhan


"Okay Rey. Siap laksanakan. Hati-hati ya.Jemput Cinta agar bisa berkumpul bersama kita lagi."


Reyhan mengangguk yakin, lalu pergi menyelinap diantara bangunan tua yang dijadikan tempat menyandera Cinta.


Gudang tua yang lama tidak terpakai, dan jauh dari perumahan serta kampung penduduk. Dijadikan tempat untuk menyandera Cinta oleh ayah Ryan


Ada beberapa penjaga yang terlihat mondar mandir di depan pintu masuk gudang.


Reyhan berusaha memutar otak untuk dapat masuk ke dalan gudang itu tanpa diketahui oleh penjaganya


.....................................................


Berhasil kah Reyhan menjemput Cinta atau kah Zoe yang berhasil menyelamatkan Cinta?.


Yuk ikuti terus kelanjutannya.


Sambil menunggu, aku kenalkan karya teman aku yg berjudul Belenggu Benang Kusut


"Aku tidak pernah menyangka … jika sosok yang selama ini sudah aku anggap sebagai ayahku sendiri ternyata memiliki perasaan cinta layaknya seorang pria kepada seorang wanita. Dia membuatku berada dalam situasi yang sulit—menjadi ibu tiri sekaligus sahabat dari putrinya sendiri. Aku harus bersandiwara dengan baik dalam belenggu benang kusut yang tidak pasti di mana ujungnya." Anne Malila.


"Sosok wanita di masa laluku hadir dalam dirimu. Aku tidak bisa mengendalikan perasaan yang sudah lama terkubur ketika melihatmu. Rasa ingin memiliki dan mencintai yang sempat hilang di masa lalu tidak akan aku ulang kembali. Aku harus memilikimu, Anne, karena kamu seperti inkarnasi ibumu di saat dia masih muda dulu." Rudianto Baskoro.