My Sexy Bodyguard I Love You

My Sexy Bodyguard I Love You
Dimana kamu Cinta ?



Senja yang begitu indah membuat langit berwarna jingga cerah.


Di langit jingga yang berhiaskan burung camar yang bergerombol membentuk kelompok yang sangat indah terbang pulang ke rumah mereka.


Mita dan Susanti terlihat termenung memandang langit jingga dengan pandangan kosong.


"San menurut kamu Cinta ada dimana ya? Bagaimana keadaannya?" Ada nada Khawatir yang terucap dari kalimat Mita.


"Kamu lupa Mit? Cinta itu bukan gadis biasa ia anak mandiri dan punya ilmu bela diri yang lumayan. Aku yakin dia baik-baik saja di luar sana."


"Tapi kalau diculik lagi?" timpal Mita khawatir.


"Hush ngomong apaan sih kamu." protes Susanti.


"Siapa tahu? Mungkin suruhan Ryan masih ada lagi yang berkeliaran." lanjut Mita.


"Semoga tidak!" Susanti menyipitkan matanya mencoba mencari tahu di balik sinar lampu mobil yang menuju ke arah halaman rumah Mita.


"Itu Reyhan!" seru Mita menunjuk ke arah datangnya mobil.


"Malam girls ...," sapa Reyhan.


"Rey! Bagaimana ada kabar tentang Cinta?" tanya Mita.


"Kamu sudah bertemu Cinta Rey?" tanya Susanti.


"Kalian?? Sudah dapat kabar tentang Cinta?" tanya Reyhan balik.


Mita dan Susanti pun saling memandang.


Kemudian seperti ada yang komando, mereka bertiga saling menggelengkan kepala.


Lalu mereka pun terdiam.


"Rey .... "


"Ya" jawab Reyhan singkat.


"Benarkah kamu Zoe? Bodyguard Cinta ?" tanya Susanti.


Reyhan menarik napas dan menghembuskannya kembali.


"Iya. Namaku Zoe Reyhan Victorie." jawab singkat Reyhan.


"Kenapa kamu gak langsung mengaku pada Cinta tentang siapa kamu sebenarnya." selidik Mita.


Reyhan kembali mengambil napas dan menghembuskannya kembali.


"Iya aku mengaku salah. Tetapi aku punya alasan tersendiri waktu itu " jawab Reyhan.


"Alasan tersendiri?" tanya Mita penasaran.


"Boleh tahu alasan apa itu?" tanya Mita kembali.


"Karena dengan indentitas Zoe Cinta menolak ku." sahut Reyhan sambil menatap kosong ke depan.


"Tetapi dengan indentitas Reyhan. Dia menerima kehadiran diriku." sahut Reyhan singkat.


"Benar kamu sahabat kecilnya Cinta?" tanya Susanti.


Reyhan terdiam. Matanya menatap ke depan kosong. Lalu kembali menarik napas nya dan menghembuskan nya kembali.


Kemudian dengan lirikan tajam nya Reyhan menatap Susanti.


"Dulu kami bersahabat. Kami sering menghabiskan waktu bersama berdua. Menyusuri sungai dengan rakit buatan ku sendiri. Bermain layang-layang bersama. Terkadang aku juga mengajak Cinta memancing. Dan hasil pancingan kami biasa aku berikan pada ibu aku, untuk dibakar atau digoreng untuk lauk makan siang kami berdua.Tetapi...," Sorot mata Reyhan yang tadi penuh semangat dalam bercerita kini redup dan berganti dengan sorot mata kesedihan.


Mita dan Susanti pun mendengarkan dengan penuh seksama.


Melihat Reyhan terdiam. Mereka kembali saling pandang. Tanda menunggu kelanjutan cerita Reyhan.


"Entah kenapa tiba-tiba Cinta membenciku." ucap lirih Reyhan.


"Cinta membencimu? Kenapa?"


"Itu yang sampai saat ini aku tidak tahu jawabannya. Aku tidak tahu apa salah aku Tiba-tiba Cinta terus menghindar dan tidak mau lagi bertemu diriku. Karena itulah aku membiarkan Cinta mengenalku sebagai Reyhan. Karena bila ia tahu aku adalah Zoe, aku yakin dia tidak akan muncul di cafe untuk mencari ku saat itu." jelas Reyhan.


"Dan akhirnya walau kamu tidak membuka indentitas asli mu saat itu, sekarang pun Cinta kabur darimu." celetuk Mita.


"Harusnya kamu tetap buka identitas mu. Dan kamu bertanya langsung pada Cinta kenapa dia selalu menghindarimu. " saran Susanti.


"Betul daripada kamu sembunyikan identitas mu tapi endingnya ketahuan juga dan ditinggal kabur lagi." sahut Mita membenarkan pernyataan Susanti.


Reyhan hanya tertunduk lemas.


Baru kali ini Mita dan Susanti melihat Reyhan tak berdaya seperti saat ini.


Reyhan yang penuh percaya diri. enerjik, dingin dan simpatik tetapi hangat dan baik hati, kini telah berubah.


Reyhan yang sekarang telah redup, pasrah akan apapun sikap Cinta, tapi tetap punya semangat untuk mencari keberadaan Cinta.


"Aku merasa Cinta dalam keadaan baik-baik kok! Tetapi ia memang masih enggan untuk bertemu dengan kita." jelas kata batin Susanti.


"Lebih tepatnya ia masih enggan bertemu denganmu." lanjut Susanti.


"Sabar ya Rey .. aku berdoa segala kesulitan mu saat ini akan berbuah menjadi sorak sorai bahagia kelak ." doa Mita.


"Iya Rey. Karena aku tahu Cinta sangat mencintaimu dan aku percaya dengan yang namanya kekuatan cinta akan mengalahkan segalanya.Bahkan keegoan diri sekalipun. " ucap Susanti mencoba menghibur Reyhan.


"Amin" sahut lirih Reyhan


....................................................


"Wow hebat!'' teriak kagum Cinta pada saat menonton battle dance yang ia tonton bersama Alan.


"Terima kasih ya Al. Kamu sudah mengajakku menonton battle dance ini benar-benar seru!"ucap bahagia Cinta.


"Sama-sama Cinta. Aku juga sangat bersyukur atas kehadiran mu dalam hidupku." sahut Alan lirih.


Suara Alan pun tak terdengar tertutup oleh riuh sorak penonton battle dance.


"Keren!"


Sekali lagi Cinta berseru takjub sambil meloncat gembira.


Alan tersenyum bahagia melihat Cinta akhirnya tersenyum kembali.


Senyuman manis yang selalu sukses membuat orang yang melihatnya terpesona.


..........................................


Wahh semakin dekat nih Cinta dan Al . Apakah Reyhan dan teman temannya akan menemukan Cinta.?


Ayuk ikuti terus ya kisahnya .....


Sambil menunggu up aku bawakan sesuatu nih sebagai teman menungggu.


“I Love You Alexander!” teriak Hanum pada pria tampan yang sedang menggiring bola basket saat pertandingan persahabatan di sekolahnya. Kejadian itu membuatnya jadi bahan tertawaan semua siswa di sekolah, karena ia yang kuno dan berpenampilan norak serta tidak menarik, berani menyatakan cinta pada Alexander, seorang pria tampan pewaris perusahaan property terbesar di daerahnya.


“Apa kelebihanmu selain produksi minyak di wajahmu dan tumpukan lemak yang berlebihan?”


“Alexander, aku pastikan semua bayi yang aku lahirkan nanti akan memanggilmu Papa,” tekad Hanum.


Bukan Hanum namanya, jika tidak bisa membuat Alexander Putra, CEO yang dingin bertekuk lutut di hadapannya.



Happy Reading ❤️