
Dengan tergesa-gesa Cinta memasukkan buku-buku nya ke dalam tasnya kemudian ia pun hendak melangkah pergi meninggalkan Alan yang masih berada di dekatnya.
"Cinta!" panggil Alan.
Cinta terus melangkah tanpa mempedulikan Alan yang terus memanggil namanya.
Lalu Alan pun berlari berusaha mendahului langkah Cinta kemudian menarik tangan Cinta agar berhenti.
"Tunggu Cinta!" panggil Alan.
Merasa terus diricuki oleh Alan Cinta pun menghentikan langkahnya lalu berbalik ke arah Alan kemudian....Plak!!
Tamparan keras berhasil Alan dapatkan dari Cinta.
"Aku bilang cukup! Jangan lagi mengikuti aku apalagi berbuat kurang ajar seperti kemarin !' ucap Cinta penuh amarah .
Alan terdiam dan memandang tajam ke arah Cinta.
"Maaf Cinta ..aku hanya----"
"Perbuatan kurang ajar apa yang telah ia lakukan ?" Tiba-tiba suara yang sangat Cinta kenal itu berasal dari belakang nya.
Jantung Cinta terasa berhenti berdetak. Seluruh tubuhnya pun menjadi kaku.
"Apa yang telah kamu lakukan pada Cinta!" teriak Reyhan.
Semua terdiam .
"Sebenarnya aku sudah curiga ada sesuatu yang terjadi.Tapi aku belum tahu apa itu. Sekarang tolong katakan apa yang terjadi?" kembali Reyhan bertanya dengan menurunkan nada bicaranya.
Semua hanya terdiam.Bahkan Susanti dan Mita pun hanya saling mengirim kan kode-kode melalui sorot mata mereka.
"Okay tidak ada yang bicara?" Lalu Reyhan menatap tajam ke arah Cinta.
"Dan Kamu.... masih tetep kekeh tidak cerita padaku?" Reyhan menatap serius ke arah Cinta.
"Masih mau menutupi nya? Ehmm?" tanya Reyhan.
"Cinta! Katakan dihadapan kami semua dengan jujur siapa yang kamu cintai aku atau dia ?" Reyhan menunjuk ke arah Alan.
"Rey? Kamu ini ngomong apa sih?" timpal Cinta
"Kamu tinggal jawab bukan komentar. Aku atau dia yang kamu cintai?" kembali Reyhan bertanya.
"Cinta?!Siapa?Gak bisa jawab? Okay ..itu artinya kamu tidak bisa memilih. Jadi tidak ada yang benar-benar kami cin----"
-
"Aku mencintaimu Rey!' sahut cepat Cinta.
Reyhan pun hanya tersenyum.
"Siapa?Aku atau Alan?" tanya Reyhan pura-pura tidak mendengar.
"Alan?" pancing Reyhan.
"Okay kalau ternyata Alan pilihanmu aku mundur."
"Rey! No! Aku mencintaimu!" Cinta pun berlari memeluk Reyhan.
Reyhan mengulum senyum. Tatik nya untuk membuat Alan terpukul ternyata berhasil.
Reyhan pun memeluk Cinta dan mencium lembut ujung kepala Cinta.
"Terima kasih. Aku juga sangat mencintaimu. Aku tidak akan membiarkan orang lain merebut mu begitu saja." bisik Reyhan.
"Sampai kapanpun kamu milikku dan aku milikmu." Reyhan meraih kedua tangan Cinta lalu menciumnya.
"Woww cie cie ..." sorak Mita.
"Co cuittt!" seru Susanti.
Alan hanya bisa menelan salivanya dan terdiam kalah dengan perasaan perih di dadanya serta mata yang penuh embun akhirnya ia pun melangkah pergi.
Reyhan pun tersenyum penuh kemenangan.
"Yeahhh!"
"Selamat ya buat kalian berdua bisa melalui ujian cinta kalian." celetuk Susanti.
"Terima kasih." sahut Cinta dan Reyhan bersamaan.
"Okay deh aku tunggu di luar ya. Jadikan kita ke toko buku?" tanya Mita.
"Jadi dong!" jawab Cinta.
"Sipp! kami tunggu di luar ya Cinta" jawab kompak Mita dan Susanti lalu mereka pun melangkah keluar kelas.
Setelah Mita dan Susanti meninggalkan kelas.
"Rey...maaf waktu itu aku gak langsung bilang ke kamu soal Alan"sesal Cinta.
Reyhan menarik kedua ujung bibirnya.
"Kejadian itu terjadi saat kamu pamit ke toilet waktu itu kan? " selidik Reyhan meyakinkan.
Cinta pun mengangguk pelan.
"Ehmm" Reyhan menarik napas.
"Semua sudah terjadi lupakan.Tapi janji ya next kalau ada apa-apa langsung cerita ke aku . Hubungan bila tidak ada kejujuran dan keterbukaan tidak akan berhasil sekalipun kita saling mencintai. Paham sayang?" Reyhan mencoba memberi pengertian pada Cinta.
"Maafkan Aku Rey..Aku hanya tidak ingin kalian berantem. Cukup aku tahu ternyata Alan...."
"Sssttt.... sudah tidak usah dibahas lagi aku juga gak ingin tahu apa yang terjadi sesungguhnya. Tapi dari awal aku yakin dengan rasa cinta diantara kita. Ujian ini akan mampu kita lalui bersama dan kamu...tidak akan berpaling dariku. Kamu adalah milikku dan aku milikmu." ucap Reyhan
Akhirnya mereka berdua saling berpelukan."I love you Reyhan."
"I love you Cinta"
................................
"Hmm awas kamu Rey...!! Sekarang kamu bisa tertawa tapi lihat saja aku akan merebut Cinta. Cepat atau lambat Cinta akan jatuh dalam pelukanku." gumam Alan penuh dendam.
.............................