
"Cinta!"
Cinta Yang cemas menunggu hasil periksa dokter terhadap keadaan Zoe. Terlihat mondar mandir di depan ruangan instalasi Gawat Darurat. Ada rasa penyesalan terbersit di hatinya."Tolol! katanya cinta, katanya sayang, kenapa bisa bertindak yang bisa membahayakan Zoe" cerca dirinya sendiri akan sikap ego nya tadi.
"Tuh makan ego dan gengsi mu orang yang kamu sayangi justru terkapar lemah karena dirimu. Dasar cewek egois. Hanya berpikir pendek !" umpat dirinya sendiri.
Semua perasaan sesal, marah dan sedih dengan keadaan yang baru saja terjadi terasa sia-sia bila melihat Zoe masih pingsan dan terkulai lemah.
Air mata penyesalan mengalir tanpa henti.
"Maafkan aku Zoe... aku sama sekali tidak dewasa dalam bersikap. Maaf!" sesal Cinta.
"Cinta!" Sekali lagi terdengar suara memanggil nama Cinta.
Mendengar namanya dipanggil Cinta akhirnya mencari asal suara yang memanggil namanya. Setelah mengetahui siapa yang datang, Cinta pun langsung berlari menyongsong dua orang yang sangat berarti dalam hidupnya tersebut.
"Pa!...Ma!..." panggil Cinta
Cinta berlari ke arah kedua orang tuanya dan memeluk mereka erat.
"Bagaimana keadaannya Zoe, Cinta?" papa membelai lembut rambut Cinta. Dan mama mengusap punggung Cinta dengan penuh kasih.
Cinta semakin menangis dalam pelukan papanya.
"Sabar sayang. Papa yakin Zoe dalam keadaan baik-baik saja .Dia pasti bisa melalui semua ini. Zoe itu kuat. Dia mampu melawan dan mengatasi berbagai badai dalam kehidupannya.Percayalah Zoe akan kembali berkumpul bersama kita " Papa mencoba menguatkan anaknya.
"Memangnya ada apa dengan Zoe ? Apa yang menyebabkan Zoe pingsan?" tanya mama penasaran.
Cinta makin menangis sesenggukan dalam pelukan papanya.
Cinta menghapus air matanya . "Maksud papa ditinggal ibunya secara mendadak?" tanya Cinta.
"Kejadiannya sudah lama Cinta. Sewaktu kalian masih kecil. Ibunya Zoe sudah sakit-sakitan.Suatu ketika di pagi hari saat Zoe hendak pamit pergi, ibunya sudah terbaring kaku tidak bernyawa.Di dalam kamarnya. Zoe panik, histeris dan sangat kehilangan. Sejak saat itu hingga hampir beberapa bulan ia selalu didampingi psikiater. Ia merasa ketakutan sendirian di dunia ini. Tidak ada lagi semangat dalam hidupnya."cerita papa.
"Papa dan guru-guru Zoe saat itu, terus memberi semangat padanya agar bangkit kembali .Dan yang luar biasa hebatnya dari Zoe. Ia mau belajar untuk bangkit dari keterpurukannya dan semakin rajin berlatih berbagai macam ilmu bela diri. Pernah papa bertanya padanya apa motivasi dirinya mempelajari berbagai ilmu bela diri. Dan jawaban Zoe karena ada seseorang yang ingin ia lindungi dari segala marabahaya." jelas papa Cinta mengingat kejadian waktu itu.
"Hmm ibu Zoe ketahuan meninggal saat Zoe pagi-pagi mau pamit pergi? Jangan-jangan.... itu penyebab Zoe tidak datang waktu itu.Sejak saat itu Zoe menghilang dan itu lah yang membuat aku marah padanya. Karena aku kira ia ingkar janji. Ternyata Zoe lagi terpuruk sendiri. Aaargggh jahatnya diriku selalu berprasangka buruk pada Zoe .Maafkan aku Zoe " tangis Cinta dalam hati .
"Cinta .... kenapa nak?'" Mama melihat Cinta melamun dan meneteskan air mata sendiri.
"Tidak apa-apa ma hanya saja, Cinta merasa sudah sangat jahat pada Zoe dan selalu saja tidak mempercayainya."jawab singkat Cinta.
Cinta terdiam memikirkan ke-egoisan dirinya waktu itu.
"Cintaaa!!!"
Cinta pun menoleh ke arah asal suara yang memangil namanya. Dan ternyata Alan terlihat berjalan ke arah Cinta.
.......................................
Tunggu kisah selanjutnya.
Jangan lupa like, komen dan favorit ya
Salam sayang dari Cinta dan Reyhan.
Hapoy Reading.