My Sexy Bodyguard I Love You

My Sexy Bodyguard I Love You
Pesan Reyhan



"Tidak ada yang boleh memilikimu selain diriku !" teriak Alan yang langsung diamankan beberapa aparat.


Cinta terus menangis sambil memeluk tubuh Reyhan.


"Cepat panggil ambulance!" seru papa Cinta.


"Bangun Rey bangun! Kamu janji akan terus menjaga dan melindungi aku.Kalau kamu pergi aku bagaimana?" Isak tangis pilu Cinta melihat suaminya terkapar tak bergerak dalam pelukannya..


....................................


"Bagaimana ini bisa terjadi? Kenapa dia bisa disini, siapa yang memberi ijin membawanya ke acara privat kami.?" berbagai macam pertanyaan terlontar sebagai wujud protes ayah Cinta.


Banyak hal yang ia tidak mengerti sehingga kejadian ini tiba-tiba membuyarkan semua impian dan harapan sang mempelai dan keluarga besar.


"Aku tidak mau tahu aku mau dia dihukum seberat-beratnya. Aku mau ia juga merasakan kepedihan yang dirasakan putriku! Aku serahkan semua pada kamu jangan biarkan dia lepas ! Aku mau dampingi putri dan menantuku dulu " lalu hubungan telepon pun berakhir.


"Bagaimana pa? Penjahat itu kenapa bisa lepas?" Mama terus mendesak ada perasaan marah sedih bercampur menjadi satu. Hari yang seharusnya adalah hari bahagia kini menjadi hari tersuram bagi putri mereka.


"Ayo kita temani putri kita biarkan masalah itu yang berwenang yang menanganinya.Kasihan Cinta pasti syok!" Papa merangkul mama dan berjalan menghampiri Cinta


"Permisi" Petugas Rumah Sakit kemudian membawa Reyhan yang terbujur tak sadarkan diri dengan darah yang terus saja mengalir.


"Selamatkan suamiku sus! Selamatkan suami aku! Rey bertahanlah kamu pasti bisa!" seru pilu Cinta dalam tangisnya.


Sahabat-sahabat Cinta terus berusaha menghibur dan menemani Cinta.


"Sus tolong anak saya selamatkan anak saya!" Kedua orang tua Cinta pun khawatir dengan keadaan Reyhan.


"Kami usahakan sebaiknya pak! Beri kami ruang untuk membuatnya tetap sadar." Kemudian para tenaga medis berusaha menyadarkan Reyhan dan mengambil peluru yang bersarang di dadanya serta berusaha menghentikan pendarahan.


"Pak pasien sudah kembali bersama kita. Sekarang kami akan membawanya ke Rumah Sakit untuk penanganan lebih lanjut." Salah satu petugas medis memberitahu keadaan terkini Reyhan.


"Anak saya sudah sadar sus? Benarkah?" Semua memperhatikan dengan serius informasi terbaru keadaan Reyhan.


Karena jantung Reyhan sudah kembali berdetak walau masih lemah sehingga Reyhan harus segera dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan yang lebih lengkap.


"Suster ijinkan saya ikut bersama suami saya sus saya ingin ada di dekatnya." Cinta memohon untuk dapat tetap dekat dengan suaminya.


"Baiklah hanya istrinya saja!" Kemudian masuklah Cinta ke dalam mobil ambulance.


"Cinta!" Susanti melemparkan jaket ke Cinta untuk menutupi tubuhnya yang penuh darah.


Di dalam mobil Ambulance Cinta terus menggenggam erat tangan Reyhan.


"Cin...ta"


"Ssttt jangan bicara dulu kamu rilek kan diri kamu dahulu ambil nafas hembuskan. " Cinta memberi contoh agar Reyhan tidak terlalu banyak membuang tenaga.


"Rey kamu ini ngomong apa sih! Kita baru saja menikah tapi kamu malah ngomong aneh-aneh!" umpat Cinta sambil menangis. Sesungguhnya Cinta sangat khawatir dengan keadaan Reyhan.


Melihat suaminya berusaha bernapas dengan susah payah Cinta semakin lemas melihatnya.


"Rey bertahanlah aku yakin kamu bisa demi aku Rey demi aku. Kamu janji akan selalu menjaga dan melindungi ku kamu janji akan selamanya jadi Bodyguard aku jangan menyerah Rey please kamu kuat aku tahu itu!" Cinta menyeka air matanya.


"Cinta hari ini aku bahagia akhirnya aku bisa menikah dengan mu--" Reyhan berusaha mengambil napas kembali


"Tetaplah ingat diriku dalam hidupmu, bahwa aku akan selalu mencintaimu walau tidak lagi di dunia ini----" Kembali Reyhan tersengal-sengal.


"Apaan sih kamu aku gak suka! Aku gak suka kamu ngomong gini. Kita akan selalu bersama percayalah semua akan baik-baik saja."


"Kita masih baru menjadi suami istri bagaimana mungkin kamu bisa ngomong hal yang tidak benar" sahut Cinta tidak ingin hal buruk terjadi.


"Jaga diri baik-baik ya Cinta, aku akan selalu mengawasimu dari jauh tidak akan aku biarkan satu apapun mencelakaimu." lanjut Reyhan.


"Tidak Reyhan tidak kamu pasti kuat kita bisa melanjutkan mimpi kita hidup bahagia berdua bersama anak-anak kita" Reyhan pun tersenyum samar mendengar impian mereka.


Melihat Reyhan tersenyum sambil memejamkan mata. Cinta terus mencoba bercerita agar Reyhan tetap dalam keadaan sadar.


"Sebentar lagi kita sudah sampai bu" ucap suster memberitahu posisi mereka saat ini.


"Setelah ini pasien akan kami masukan ruang operasi ibu bisa tunggu di luar " pesan suster perawat.


"Baik sus lakukan yang terbaik buat suami saya" lanjut Cinta.


"Rey sebentar lagi dokter akan memeriksamu aku yakin kita akan segera berkumpul kembali" Cinta berusaha meyakinkan suaminya.


Tiba-tiba Reyhan memegang dadanya tubuhnya kejang-kejang kaku.


"Sus! Rey! Rey!" teriak Cinta panik.


"Suster suami saya!" Cinta kembali panik melihat suaminya kejang.


Para tenaga medis yang ada segera memberinya pertolongan pertama dan berusaha yang terbaik.


Sesampainya di Rumah Sakit Reyhan lantas di dorong masuk Instalasi Gawat Darurat.


Cinta hanya bisa menangis menyaksikan suaminya dalam usahanya bertahan hidup.


"Cinta!" panggil Mita dan Susanti melihat sahabatnya menangis dan Reyhan di dorong dengan tergesa-gesa ke ruangan gawat darurat.


.........................................................,