My Sexy Bodyguard I Love You

My Sexy Bodyguard I Love You
Dendam Ryan



Setelah Reyhan memakirkan montornya, Cinta dengan agak kikuk berjalan di taman kampus menuju ke fakultas nya berdampingan dengan Reyhan yang terus menggandeng tangannya.dan berjalan dengan penuh rasa percaya diri.


Setiap pasang mata yang melihat kemesraan mereka selalu melihat dengan tatapan terkejut tak percaya dan kemudian berbisik bisik.


Seorang Reyhan yang terkenal dingin dan cuek terutama terhadap wanita.Tiba tiba terlihat berjalan bergandengan tangan dengan putri ter-jutek kampus mereka.


"Rey ... fakultas aku sebelah sana, aku ke kelas dulu ya?' pamit Cinta yang sebenarnya merasa risih dengan berbagai jenis pandangan yang tertuju pada mereka sejak mereka memasuki gerbang kampus.


"Okay ntar kita ketemu di Cafe ya .. " sahut Reyhan sambil tersenyum dan mencium kening Cinta.


Tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan.....


Reyhan dan Cinta pun menoleh ke arah asal suara tepukan tangan tersebut . Di depan mereka ternyata telah berdiri tegak Ryan dengan senyum sinisnya dan sorot mata penuh dendam yang masih saja terus bertepuk tangan entah untuk apa dihadapan Cinta dan Reyhan.


"Wahh pahlawan kita ini ternyata hebat juga, pura-pura menolong lalu HAP dimakan sendiri hasil buruan nya" sindir Ryan yang tiba-tiba muncul.


Reyhan langsung memasang badan untuk Cinta.


"Kamu lagi!" seru Reyhan


"Cinta ... kamu cepat ke kelas" ucap lirih Reyhan.


"Tapi Rey ..." seru Cinta yang disambut Reyhan dengan tatapan tajam ke arah Cinta tanda tak ingin dibantah.


.......................................................


Dari kejauhan terlihat Santi dan Mita berlarian ke arah kerumunan.


"Ada apa sih itu!" penasaran Mita dengan kerumunan di halaman kampus.


"Heii Rudy ada apa itu?!" tanya Susanti pada temannya yang kebetulan berpapasan dengan mereka.


"Itu Reyhan dan Cinta ribut dengan Ryan." jelas Rudy.


"Apaa!! Thanks ya infonya" Mita dan Susanti pun berlari menuju kerumunan.


Sesampainya di kerumunan mereka berusaha memaksa masuk ke dalam dan melihat apa yang terjadi tampaklah di depan mata mereka Ryan yang berusaha menantang Reyhan.


Reyhan dengan begitu gagahnya memasang badan di depan Cinta seolah siap melindungi kekasihnya itu dan tak ingin terjadi apa-apa pada Cinta.


"Lihat pahlawan kesiangan ini sok-sok an jadi jagoan, kita lihat saja apa dia masih bisa bersikap sok jagoan menghadapi anak buah aku?" Ryan meludah di depan Reyhan .


"Ryan! kamu apa-apaan sih apa mau kamu?!" tantang Cinta dengan lantang.


"Kenapa cantik?? Apa mau aku?? kamu mau tahu apa mau aku?? Menagih janji kamu ... kamu tahu janji adalah hutang.!'" Ryan berusaha menyentuh Cinta.


Tiba-tiba tonjokan yang sangat keras berhasil mendarat tepat di wajah Ryan.


Ryan pun langsung tersungkur dengan darah segar yang mengalir dari mulutnya.


Semua yang melihat menjerit.Tapi tak satupun yang berani melerai.Semua tahu siapa Ryan dan Reyhan dan segala reputasi mereka berdua.


Ada yang berseru senang Reyhan membuat Ryan tak berdaya dengan sekali tonjok. Terlalu banyak keonaran yang dibuat Ryan di kampus ini.


Ryan berusaha bangkit dan mengusap darah yang mengalir dari mulutnya.


Dengan tatapan licik dan penuh amarah ia bersiul.


Reyhan merasa akan ada sesuatu yang hebat bakal terjadi melihat senyum jahat yang tergambar samar di bibir Ryan yang tertutup oleh darah segar.


"Cinta cepat minggir aku tidak mau terjadi sesuatu buruk padamu" ucap lirih Reyhan.


"Tidak Reyhan! Aku akan tetap bersamamu kita akan hadapi bersama bajingan satu ini" jelas Cinta yang tanpa disadarinya telah siap dengan kuda kudanya bersiap untuk menghadapi musuh mereka .


Kedua punggung mereka pun saling menempel siap menghadapi segala bahaya yang akan datang.


Tidak lama setelah siulan Ryan datanglah gerombolan laki laki dengan tubuh kekar masing-masing membawa alat siap untuk menghajar habis Reyhan


Cinta yang melihat kedatangan gerombolan berandal itupun terkejut semakin bulat tekadnya untuk menghadapinya bersama Reyhan, Cinta tidak akan membiarkan Reyhan melawan sendiri.


Sehebat-hebatnya ilmu bela diri Reyhan tapi untuk menghadapi serangan yang pasti brutal dari berandal berandal sewaan Ryan, Cinta tidak yakin Reyhan mampu menghadapi nya sendiri.


Cinta sangat mengkhawatirkan keselamatan Reyhan. Untuk itulah ia bertekad untuk menghadapi berandal berandal itu bersama.


Tetapi tidak bagi Reyhan justru Reyhan tidak ingin Cinta terlibat. Reyhan tidak ingin Cinta terluka sedikit pun.


'Cinta cepat minggir! ini pertarungan antara laki-laki." ucap Reyhan.


"Gila kamu Rey aku tidak mungkin meninggalkanmu sendirian menghadapi berandal berandal itu!" sahut Cinta


Berandal-berandal itu semakin mendekat dan siap menghajar habis Reyhan.


Ryan nyengir dengan liciknya.


"Bagaimana hei pahlawan kesiangan kamu sanggup menghadapi anak buah aku? Jangan sok sok an jadi pahlawan kalau tidak ingin hancur di tangan anak buah aku.' seru Ryan dengan lantangnya.


"Atau kamu ingin melihat wanita ingkar dan sombong ini hancur juga bersama kamu? kita lihat saja.! Dengar hei barista kalau aku tidak bisa memilikinya kamu pun tidak akan bisa memilikinya PAHAM!!" dengan suara yang sangat lantang Ryan mengancam membalaskan dendamnya pada Reyhan.


"Cinta! Cepat pergi dari sini! "


"Tidak Rey! "


Sekilas Reyhan melihat Mita dan Susanti sahabat Cinta di antara kerumunan yang menonton perkelahian mereka.


Melihat situasi yang tidak menguntungkan bagi Reyhan ada beberapa mahasiswa yang berinisiatif melaporkan pada pihak kampus.


Kali ini Ryan telah benar-benar kelewatan. Banyak teman yang merasa simpati pada Reyhan terutama para mahasiswi yang pernah jadi korban Ryan.


"Cinta ... cepat minggir !' seru Reyhan khawatir untuk kesekian kalinya.


"Tidak Rey ..... aku ----" belum sempat Cinta menyelesaikan kalimatnya. Tiba-tiba sesuatu yang hangat menyentuh bibirnya.


Sentuhan hangat dan membuat candu itu sesaat membuat Cinta lupa akan keberadaan mereka dan dalam situasi dan kondisi yang bagaimana


"Maaf" bisik Reyhan lirih.


Lalu tanpa sempat disadari oleh Cinta, tubuhnya didorong dengan keras menjauh dari Reyhan.


"Mita ... Santi titip Cinta!" seru Reyhan.


Belum sempat Reyhan bersiap menghadapi para berandal bersenjata itu, tiba-tiba....


......................................................


Apa yang terjadi dengan Reyhan??


yuk ikuti terus kisahnya