My Sexy Bodyguard I Love You

My Sexy Bodyguard I Love You
Bodyguard Cemen



Setelah hampir dua jam Cinta dan sahabat sahabatnya bergumul dengan perkuliahan nya. Akhirnya usai sudah perkuliahannya hari ini.


"Yeaaahh akhirnya ... pusing nih kepala. Kapan ya kuliah selesai?" celoteh Santi.


"Ya kalau kamunya rajin kuliah, kalau enggak ... mahasiswi abadi deh gelarnya!" kelakar Mita disambut gelak tawa Cinta.


"Ish ish ish sadisnyooo doa kalian" sahut Santi manyun


Mita dan Cinta pun kompak terkekeh


"Bercanda sayang, jangan dimasukin hati ntar deh aku kenalkan si Zoe biar kalian dekat, terus dia punya kesibukan lain menemani kamu belajar, shoping, nonton dan lain-lain. jadi dia gak lagi terima tuh, kerjaan jadi bayangan aku." celetuk Cinta .


"Hmm, benar juga Cinta. Kata kamu si Zoe juara kelas kan selalu dapat beasiswa, jadi cocok tuh ma Santi yang kurang fokus sama pelajaran." Senggol Mita terkekeh menggoda Santi.


"Yeee, tapi boleh juga tuh. Dari namanya aja sepertinya ganteng" ucap Santi sambil berpikir serius.


"Hmm mulai deh pawang buaya mengendus mangsa" sahut Cinta.


Kemudian tertawalah mereka bertiga. Sambil melangkah menuju Cafe favorite mereka.


"Cinta ... serius nanya nih emang si Zoe itu bentukannya seperti apa sih? beneran ganteng atau jangan-jangan serem, makanya kamunya lebih memilih si Reyhan daripada Zoe" Mita mulai penasaran.


"Nah .. nih dia yang aku juga gak tahu. Bodohnya aku !" Cinta menepuk jidatnya.


Kedua sahabatnya menatap Cinta tak berkedip masih mencoba mereka-reka ucapan Cinta barusan.


"Hmm kok kalian menatapku seperti itu sih! " sambil tetap terus melangkah memasuki pintu Cafe, diikuti Mita dan Santi.


Mata Cinta menyelusuri seluruh ruangan Cafe dari tiap ujung ke ujung Cafe, mencari meja yang strategis. Strategis yang dimaksud Cinta adalah meja yang pandangan ke tempat barista bebas hambatan.


"Hmm, yuk ! " ajak Cinta pada kedua sahabatnya setelah menemukan meja favorit nya.


"Wah pintar juga, ini meja favorit banget sepertinya " sahut Mita yang paham dengan meja pilihan Cinta.


Cinta pun terkekeh .


"Banget!" seru Cinta sambil pandangannya menyebar mencari cari. Tetapi yang dicarinya tidak ia dapatkan.


Melihat aura mendung di wajah Cinta. Mita dan Santi pun sudah bisa membaca dengan jelas penyebab mendung yang menyelimuti wajah Cinta.


"Sabar Cinta mungkin Reyhan masih ada kelas." Santi berusaha menghibur Cinta.


"Tenang saja kita kan full day disini sampe malam ya kan? Cinta kamu gak ada jadwal les kan hari ini?" tanya Mita.


"Ga ada" sambil matanya terus menatap ke tempat barista meracik kopi pesanan pelanggan.


"Cinta .... bagaimana dengan si Zoe? tuh Santi mulai tertarik dengan si Zoe." lirik Mita ke Santi.


"Kalau seandainya aku beneran dengan si Zoe, berarti kita sodaraan donk Cinta. hmm ... bahagianya" sambil memeluk Cinta.


"Woii Santi bangun ... bangun! Mimpi aja lu. Emang kalau si Zoe nya ga keren lu tetep mau?" tanya Mita.


"Dengar ya Mita sayang. menurut data yang ada pertama si Zoe selalu mendapatkan beasiswa, berarti otaknya oke kan? Kedua dia dipilih papanya Cinta untuk melindungi anak semata wayangnya, berati papanya Cinta percaya banget sama si Zoe dan yakin bisa melindungi anak tunggalnya,dan data terakhir yang berhasil aku rangkum dia tuh so sweet banget-----" belum selesai Santi berhalu ria Cinta memotong perkataannya.


"So sweet darimana nya?berisik tau! tukang lapor lagi dasar paparazi!' sewot Cinta sahabatnya memuji si Zoe.


"Sebentar Cinta, mungkin bagi kamu berisik karena dari awal kamu tidak menyetujui kehadirannya, dalam kehidupan kamu. Andai sebaliknya so sweet tau .... pagi-pagi dibangunkan lewat pesan singkat, kita tak sadar ngebut diingatkan dan pulang larut malam pun juga diingatkan demi apa coba demi keselamatan kita. So sweet kan?!" jelas detail Sinta.


"Hmm benar juga" gumam Mita sambil mangut-mangut.


"Gak peduli cakep atau tidak tetapi Zoe memenuhi kriteria sebagai lelaki idaman." pikir Sinta Sambil menaruh tangannya menopang dagunya.


"Sayangnya aku belum sempat melihat wajahnya" ucap Cinta.


"Serius Cinta? kalian belum pernah bertemu? papa kamu tidak berusaha mengenalkan kalian sebelumnya?" timpal Santi.


"Iya Cinta, yang namanya bodyguard dan yang di lindungi kan harusnya saling kenal, paling tidak tahu lah satu sama lain nya." ujar Mita


"Iya bener. Kalian semua tidak salah." jawab Cinta.


"Jadi ... kamu sudah bertemu Zoe bagaimana menurutmu? ya kalau dibandingkan si Reyhan pasti kalah lah, ya kan Cinta? tapi paling tidak ada poin nya kan? berapa menurut kamu?" tanya Mita penasaran.


Sinta hanya menatap Cinta penuh harap.


"Nah itu dia masalahnya."


"Kenapa ?" tanya Mita dan Santi serempak.


"Masalahnya setiap papa berusaha mengenalkan aku pada Zoe ... akunya kabur!' jawab singkat Cinta.


"Yaelah Cinta .. jadi sampai sekarang kamu belum pernah bertemu dengannya donk?!" ucap Mita.


Cinta hanya menggeleng gelengkan kepalanya."Belum"


"Jadi Zoe tahu kamu, kamunya yang gak tahu tentang Zoe."


"Iya" sahut Cinta lesu.


"Jadi seandainya si Zoe ada tuh diantara pelanggan Cafe disinipun kamu gak mengenalinya? betul begitu Cinta" Mita berusaha meyakinkan diri.


"Iya ... itu lah yang saat ini yang ku sesali." sahut lirih Cinta.


"Andai tahu, aku kan bisa labrak dia untuk tidak mengikuti aku atau memantauku.Tapi sampai saat ini, aku tidak tahu bagaimana rupa Zoe" sesal Cinta.


"Hmm iya juga sih. Bisa jadi Zoe itu yang itu atau itu atau itu " tunjuk Santi sembunyi sembunyi pada pengunjung Cafe yang masih duduk manis sambil nyeruput kopi pesanan mereka masing masing.


Baik Cinta, Mita maupun Santi saat ini sedang tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing. Sambil mata mereka menatap bergantian pada setiap pengunjung cowok di Cafe ini. Berkhayal salah satu dari mereka adalah Zoe.


Tiba-tiba Ryan cowok yang sudah lama menaruh hati pada Cinta. Tersenyum penuh arti saat memasuki Cafe dan melihat Cinta bersama sahabat-sahabatnya sedang duduk termenung di dalam Cafe.


Dengan langkah yang penuh keyakinan Ryan melangkah menuju meja Cinta .


Dengan reflek Cinta langsung menepis tangan Ryan dan hendak memberinya jurus berikutnya.


"Wow .... wow ... sabar girl! Aku cuman ingin nagih janji kamu." jelas Ryan.


"Janji apaan!?" Merasa tidak pernah berjanji apapun.


"Eits jangan bilang kamu lupa sayang.Janji akan nonton bersama ku berdua, saat aku mencarikan tempat duduk untuk mu malam itu " Ryan menekankan kata berdua agar para sahabat Cinta tidak ikut nonton bersama Cinta


"Sialan! ingat juga Ryan dengan janji abal-abal nya" batin Cinta.


"Hmm bagaimana ini?" Cinta menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Tenang sayangku, nanti akan aku jemput dan ku antar pulang jangan khawatir." Ryan berusaha memeluk dan mencium Cinta.


Plak


Tamparan yang cukup keras mendarat sukses di pipi Ryan .


Wajah Ryan memerah karena marah dan menahan rasa malu.


"Jangan kurang ajar Kamu Ryan. Memang benar aku punya janji denganmu tapi gak seperti ini caranya kamu menagih janji.!" jelas Cinta yang juga merasa disepelekan oleh Ryan.


"Maaf Ryan aku kira kamu laki laki sopan. Ternyata .... saat ini juga aku tarik kembali janji aku ke kamu." tegas Cinta.


Merasa harga dirinya dipermalukan Ryan tidak terima, ia berusaha dan terus berusaha memeluk dan mencium Cinta.


Sahabat sahabatnya berteriak histeris. Cinta berusaha berkelit.dan berusaha menjauhkan tubuh Ryan dari dirinya.


Bug


Bug


Bug.


Ryan tersungkur wajahnya berlumuran darah


"Pergi dari sini! dan jangan pernah bikin onar lagi di Cafe ini ! Dan satu lagi jangan pernah berani berpikir bahkan mendekati Cinta lagi kecuali kamu masih ingin berhadapan dengan aku lagi!" ancam Reyhan yang entah bagaimana ia muncul dengan gagahnya di saat yang tepat


Ryan dan kawan kawannya pun lari tunggang langgang mengetahui siapa yang memukuli dirinya dan melindungi Cinta.


Cinta dan sahabat sahabatnya hanya bisa terdiam dan terpesona dengan sikap gagah seorang Reyhan.


"Cinta? kamu tidak apa-apa kan? Cinta?" tanya Reyhan khwatir.


"Oh eh anu ... ehmm tidak apa-apa kok" sahut Cinta gagu berhadapan dan bicara dengan Reyhan .


"Okay kalian disini dulu aku bikinkan kopi special untuk kalian semua untuk penghilang syok ." Reyhan tersenyum sambil mengedipkan matanya pada Cinta


Deg .... jantung Cinta terasa berhenti sesaat, mendapatkan lemparan senyuman dan kedipan mata Reyhan.


"Wow ... hebat si Reyhan. si playboy Ryan sampai lari tunggang langgang seperti itu. Aura Reyhan memang luar biasa" kagum Mita dan di iyakan dengan anggukan Sinta.


Cinta menoleh ke kanan dan kekiri mencari sesuatu.


Sinta dan Mita yang melihat sahabatnya itu seperti sedang mencari sesuatu."Ada apa Cinta? Apa yang kamu cari?" tanya Sinta sambil ikut menengok ke kanan dan ke kiri.


"Zoe .. mana Zoe? Kata papa dia Bodyguard aku, yang akan melindungi aku, mana? Justru Reyhan yang melindungiku. Sedangkan Zoe bjsanya cuman jadi tukang lapor aja. Gilran aku lagi dalam bahaya ehh gak nonggol tuh, bodyguard apaan? cemen! " kritik Cinta


"Mungkin dia tadi juga mau menolong kamu Cinta, tapi keduluan Reyhan.Kamu sih pake kabur segala waktu dikenalkan, jadinya gak tahu kan? Diantara mereka mana yang bernama Zoe bodyguard kamu " jelas Sinta


"Hmm, coba ntar aku laporin tuh bodyguard Cemen papa, yang hari ini mission failed. Dan aku juga akan minta kirim foto Zoe, jadi next kita bisa tahu Zoe diantara pelanggan Cafe ini " ucap Cinta dengan hati berbunga-bunga.


"Yup Cinta, minta papa kamu kirim foto Zoe! Agar kita tahu yang mana bodyguard kamu itu."


"Permisi, ini kopi special buat kalian bertiga" sambil meletakkan tiga cangkir kopi, mata Reyhan melirik samar ke arah Cinta.


"Terima kasih Reyhan" ucap Cinta


"Sama-sama Cinta, maaf ya atas ketidaknyamanan yang barusan terjadi di cafe ini" sahut Reyhan.


'Tidak apa-apa kok " sahut Cinta.


Reyhan pun tersenyum


"Permisi saya kembali kerja dulu." pamit Reyhan sopan .


"Wow ini momen langka bener-bener wajib kudu diabadikan. Seorang Reyhan cowok terdingin di kampus bisa bersikap begitu manis" ucap Mita


"Sepertinya gayung bersambut nih!' goda Sinta pada Cinta.


Cinta hanya tersenyum samar, pikirannya saat ini sedang melayang ke bodyguard pribadinya."Kemana dia kenapa dia tidak menolong ku tadi?"


"Hmm nanti malam akan aku laporkan kejadian ini pada papa. Biar dipecat si Zoe dan bebas lah aku dari Bodyguard Cemen itu " bibir Cinta tersenyum puas dengan rencananya mengusir Zoe dalam hidupnya


...................................................


Akankah keinginan Cinta memecat Zoe terwujud?


Akankah Mereka akan bertemu Zoe ?


Ikuti kisah Cinta Reyhan selanjutnya, akan banyak kejutan-kejutan yang terjadi.


Jangan lupa like komen dan jadikan favorit ya


Sambil menunggu up aku kenalin nih karya teman aku yang berjudul Langit Jingga Mengubah Takdir


Jingga yang gendut berubah menjadi cantik setelah bertemu dengan Langit. Akhirnya berniat membalas dendam pada keluarganya yang selalu menyiksa dia sejak kecil. Bahkan Kakak tirinya berusaha untuk melecehkannya. Mereka juga selalu menghinanya. Kini dia sudah cantik. Jingga juga menjadi anggota perkumpulan rahasia. hubungannya dengan Langit hanya sebagai teman walau Jingga mencintai Langit. Jingga tahu Langit adalah playboy. Langit takut dengan komitmen dan pernikahan. Sampai suatu hari Langit benar-benar merasa kehilangan Jingga. Dia berjanji tidak akan melepaskan Jingga dan akan menikahinya.