
Suasana di ruang makan terasa hening. Mama sibuk dengan menata berbagai macam masakan untuk sarapan.
Papa Cinta sedang asyik dengan laptop dan beberapa berkas-berkas yang sudah ia siapkan sejak kemarin untuk dibawanya ke kantor hari ini.
"Selamat pagi pa. Pagi ma." sapa Cinta.
"Hari ini menu sarapan kita apa ma?" tanya Cinta sambil memeluk mamanya dari belakang dan mencium pipi mama.
"Spaghetti' jawab singkat mama.
"Wow yummy pastinya!"
"Makasih ma ... buat sarapan special nya hari ini." ucap bahagia Cinta
"Zoe, om minta nanti siang temui om di kantor ya!"
Terlihat papa sedang menelepon Zoe dan mengangguk angguk saat mendengarkan jawaban Zoe.
"Okay! Om tunggu" Kemudian papa memutuskan pembicaraannya dengan Zoe.
Mendengar nama Zoe disebut oleh papa.Cinta terdiam dan berpikir"Ada apa lagi nih. Kok Zoe disuruh menemui papa.?"
"Pagi pa." sapa Cinta sambil mencium tangan papanya.
"Pagi Cinta. Bagaimana sudah lebih fresh kan hari ini atau masih lemas?" Papa menempelkan punggung tangannya ke kening Cinta untuk memeriksa suhu tubuh, anak semata wayangnya itu.
"I am okay, pa" jawab Cinta.
"Ayoo Cinta dimakan dulu sarapannya.Nanti kamu terlambat lho." pesan mama mengingatkan.
"Iya ma ! makasih ma! wah kalau mama ada di rumah terus seperti ini, berat badan aku bakal nambah nih. Masakan mama dijamin pasti Uenaaakkk semua dan tiada duanya.." puji Cinta sambil menunjukkan kedua jempol tangannya.
"Kamu tuh bisa aja!' celetuk mama sambil mengacak-acak rambut Cinta.
Dengan lahapnya Cinta menghabiskan Spaghetti buatan mamanya yang rasanya TOP. Tidak kalah dengan Spaghetti restaurant Italiano yang super mahal.
Selesai sarapan, Cinta pamit untuk berangkat kuliah.
"Berangkat sendiri atau dijemput Reyhan nih?" tanya mama sambil tersenyum menggoda anaknya.
"Dijemput Reyhan ma." sahut singkat Cinta.
"Ohh ..., nih berikan ke Reyhan. Siapa tahu dia belum sarapan." Mama menyodorkan tepak makanan berisi Spaghetti kepada Cinta.
"Wow mama! terima kasih ya. Cinta yakin Reyhan pasti menyukainya." sahut Cinta sambil memeluk mamanya tercinta.
"Semoga. Oh ya Bodyguard kamu juga suka Spaghetti buatan mama lho!" ucap mama.
"Bodyguard Cinta? Si Zoe?" tatap Cinta meminta kejelasan dari mamanya
"Ih mama apaan sih!" Cinta tersipu malu.
'Pa! nanti kalau papa mau berangkat kantor, mama titip ini ya buat Zoe. Nanti papa mau ketemuan dengan Zoe kan?" tanya mama sambil menyodorkan tepak yang sama seperti yang diberikan mama kepada Reyhan.
Cinta hanya menatap diam melihat reaksi papanya yang tiba-tiba terbatuk-batuk.
"Pa ! Kenapa pa? Papa gak apa-apa kan?" sahut mama sambil menyodorkan segelas air putih .
"Gak apa-apa kok ma.Tidak usah Ma! Zoe gak usah dibawain spaghetti. Nanti Zoe papa ajak makan siang kok, di kantin kantor." tolak papa
"Oh"
"Sini ma kalau boleh buat Cinta saja jatah Zoe." Cinta mengambil dua tepak berisi Spaghetti dari tangan mama.
"Okay. Ini buat kamu dan Reyhan.. hati-hati di jalan ya." Mama memberikan dua tepak berisi Spaghetti pada Cinta.
"Daaa ma..pa!" Lalu Cinta pun melangkah pergi menemui Reyhan yang sudah menunggunya di depan.
.........................................................
"Pa, ada apa sebenarnya kok papa ingin bertemu Zoe siang ini?" tanya mama sambil mengaduk kopi hitam kesukaan suaminya itu.
"Karena papa ingin, Zoe belajar untuk mewakili papa. Papa sudah menganggap Zoe seperti anak sendiri. Jadi papa ingin Zoe juga kelak yang akan menggantikan papa bersama Cinta." jelas papa
"Tidak bisa begitu pa! Papa terlalu cepat mengambil keputusan. Yang berhak atas perusahaan kita nanti adalah Cinta berserta suaminya. Bukan Zoe!" protes mama.
Papa hanya terdiam takjub dengan tanggapan mama.
"Okay Zoe memang anak asuh kita.Mama juga tahu kalau Zoe anaknya baik, pintar dan penuh tanggung jawab.Mama juga sayang pada Zoe.Tapi belajar untuk mewakili papa di kantor? Apa gak salah dengar." kembali protes mama akan keputusan papa.
Papa hanya diam sambil tangannya terus memainkan bolpoin.
"Jadi menurut mama, siapa yang berhak untuk mewakili papa?' tanya papa.
"Cinta dan pasangannya kelak. Baru si Zoe." jawab mama.
Papa terlihat mengangguk - angguk berusaha memahami maksud dari perkataan istrinya.
"Okay kalau begitu. Papa akan beritahu ke Zoe nanti." Lalu papa pun membereskan pekerjaannya terlebih dahulu, menyeruput kopi hitamnya lalu berangkat menuju kantor
Mama memandang heran ke arah suaminya "Sebenarnya ada apa sih? Kok tumben papa menurut begitu saja. Tidak seperti biasanya.Bila aku membatah pemikirannya, papa akan mengajak aku berdebat sengit. Tapi kali ini kok ...??." batin mama.
......................................................
Hmm sebenarnya ada apa sih? ikuti kisah Cinta Reyhan selanjutnya ya.
Happy Reading ❤️