My Sexy Bodyguard I Love You

My Sexy Bodyguard I Love You
Berkumpul kembali.



"Alan!" Cinta terkejut dengan kedatangan Alan.


"Heii kamu! Kamu kan keponakan nya penculik itu ngapain kamu disini ! Mau menculik lagi?! Berani sekali kamu. Dasar keluarga bajingan!" Papa menarik kedua kerah baju Alan dan mengangkatnya keatas.


"Pa! Sudah pa Alan tidak bersalah pa!" Cinta mencoba meyakinkan papanya bahwa Alan anak baik kedatangannya tidak ada maksud apa-apa.


'Terus saja dibela sampai ga bisa melihat mana yang serius mana modus" ucap Susanti. jengkel.


"Kok bisa kamu tahu kalau kami ada di sini? Punya mata-mata ya kamu?!" bentak Mita.


Cinta bingung ada apa ini kenapa semua orang pada gak suka dengan kehadiran Alan. Padahal Alan tidak melakukan apa-apa yang membahayakan ataupun meresahkan. Setahu Cinta Alan anak yang baik selama Alan membantu dirinya bersembunyi dari semua orang karena masih marah dan bingung menghadapi kenyataan yang ada Alan bersikap sopan dan tidak ada perlakuan yang tidak baik dari Alan pada dirinya.


"Maaf sebenarnya aku juga gak tahu kalau kalian ada disini. Kebetulan baru saja aku mengantar teman rawat inap disini dan sekilas tadi aku melihat Cinta aku sendiri tadi awalnya ragu tapi setelah ku dekati ternyata ya memang Cinta makanya aku memanggil Cinta dan menemuinya. Hanya itu maaf bila kehadiran ku tidak diinginkan dan mengganggu kalian aku minta maaf." Kemudian Alan melangkah pergi.


"Hei Alan tunggu!" cegah Cinta.


"Cinta!" panggil papa Cinta.


"Al maafkan mereka ya" ucap Cinta.


Alan tersenyum " Tidak apa-apa Aku tahu diri kok!" Alan pun pergi meninggalkan Cinta.


Cinta merasa tidak enak pada Alan


"Keluarga Zoe !" panggil Suster perawat.


"Iya sus kami keluarga Zoe " jawab papa Cinta.


"Cinta ...ayo!" ajak Mita sambil menarik tangan Cinta.


"Tapi Mit..Al--"


"Kamu lebih sayang Alan atau Reyhan sih?" gerutu Mita.


"Sepertinya kamu benar-benar dicuci otak ya sama Alan. Setiap ada Alan kamu selalu lebih condong berada di pihak Alan" sungut Susanti.


Cinta hanya diam dan bingung dimana letak kesalahan Alan kenapa semua orang membencinya.


"Saudara Zoe sudah sadar pak sekarang kami akan memindahkannya ke kamar rawat pasien." penjelasan suster tentang keadaan Zoe.


"Baik sus jadi semua baik-baik saja kan? Tidak ada yang mengkhawatirkan bukan?"


"Baik pak semua dalam keadaan baik tinggal kita tunggu demamnya turun semua baik-baik saja." jelas suster.


"Baik sus terimakasih. Kami boleh kan menjenguk Zoe? "


"Silakan pak kami antar pasien ke kamar dulu ya"


"Baik sus kami tunggu" jawab papa Cinta.


"Cinta..."


"Iya pa" Cinta menghampiri papanya lalu memeluknya.


"Zoe baik-baik saja kok! Kamu gak perlu khawatir." ucap Papa menenangkan Cinta.


"Iya tinggal menunggu demam Zoe turun semua akan baik-baik saja" lanjut mama menguatkan Cinta.


"Hmm... tuh lihat! Cinta tadi terlihat sedih tapi setelah Alan muncul--- " sindir Susanti.


"Iya nih nyebelin banget dari raut mukanya sih sepertinya masih kepikiran Alan " Mita kesel dengan sikap Cinta yang plin plan akhir-akhir ini.


"Bagaimana kalau kita interogasi Cinta siapa sebenarnya yang ada di hatinya Alan atau Reyhan." usul Mita


"Boleh yuk" Mita dan Susanti pun menarik tangan Cinta untuk mengikuti mereka berdua.


"Yuk Cinta, ikuti kami!" kata Susanti


"Kita mau kemana ? " tanya Cinta.


"Om ...Tante ... pinjam Cinta nya sebentar ya ada yang mau kami bicarakan dengan Cinta." ijin Mita pada kedua orang tua Cinta


"Okay baiklah ... nanti langsung saja ke kamar rawat inap Reyhan ya kalian sudah tahu kan tempatnya?" sahut papa Cinta


"Siap om ..kami nanti langsung ke sana" jawab Susanti.


Sesampainya di taman dekat Rumah Sakit.


"Cinta duduk !" perintah Susanti.


Cinta pun menurut dan duduk di bangku taman. Ia tahu kedua sahabatnya ini sedang serius bila sampai mendudukannya.


"Cinta kita sudah bersahabat sejak lama jauh sebelum kamu mengenal Reyhan bukan Zoe ya. Kalau Zoe kami memang masih baru tapi dengan Reyhan kami duluan yang dekat dengan kamu walau pada kenyataannya Reyhan dan Zoe adalah orang yang sama." jelas Susanti


"Kami juga sangat tahu kamu mencintai dan menyayangi Reyhan bahkan kamu mengidolakan dia. Benar kan? Tetapi yang bikin kami merasa tidak lagi mengenali dirimu adalah sejak kamu mengenal Alan sikapmu jadi jauh berbeda. Apakah kamu sudah tidak mencintai Reyhan lagi apakah Alan sudah mencuri hatimu?" selidik Susanti lebih lanjut.


"Kalian ini kenapa punya pemikiran seperti itu sih! Alan dan Reyhan jelas jauh berbeda. Bagiku Alan hanya seorang teman baik yang pernah menolong dan menyelamatkan diriku tidak lebih Tetapi Zoe segalanya buat aku " jawab Cinta dengan tegas.


"Kamu yakin Cinta?" Mita memegang pundak Cinta


"Yakin lah! Justru kalian ini yang aneh kenapa sih selalu mencurigai Alan.?" tanya Cinta.


"Karena memang Alan punya niat memisahkan kamu dari Reyhan." sahut Mita dan Susanti kompak.


Cinta menatap tajam ke kedua sahabatnya itu.


"Cinta mungkin saat ini kamu belum menyadarinya. Tapi percayalah kami semua bahkan Reyhan bisa mencium gelagat dan niat buruk Alan padamu. Kami memang belum bisa membuktikannya. Tetapi kami minta tolong, kalau kamu memang mencintai Reyhan berhati-hati lah dengan Alan selalu waspada jauh lebih baik daripada penyesalan yang kita dapatkan" ucap tegas Susanti.


"Baiklah aku akan selalu waspada walau aku sebenarnya tidak yakin dengan tuduhan kalian terhadap Alan." sahut Cinta.


Tiba-tiba ponsel Cinta berdering.


Cinta pun segera menerima telepon masuk tersebut.


"Cinta cepat kemari Zoe mencarimu" kata papa.


"Baik pa Cinta akan kesana" sahut Cinta lalu menutup hubungan telepon.


Kedua sahabatnya menatap Cinta penuh arti


" Zoe sudah sadar ia mencariku. Yuk guys kita ke ruangan Zoe.!" Cinta setengah berlari menuju kamar rawat inap Zoe.


Sesampainya disana.


"Zoe!!" Cinta langsung menghampiri Zoe yang masih terbaring lemah dengan infus yang masih menempel di tubuh Zoe.


"Cinta..." sahut Zoe melihat Cinta setengah berlari menemuinya.


Kemudian merekapun saling berpelukan.


Menyadari anaknya butuh privacy Papa Cinta kemudian mengajak mama untuk meninggalkan ruangan.


"Maafkan aku Cinta aku telah membuatmu kecewa pada diriku. tapi sungguh Cinta aku tidak bermaksud untuk membohongi dirimu" ucap lirih Zoe.


Cinta menempelkan jari telunjuknya ke bibir Zoe.


"Ssstt aku sudah bilang aku sudah memaafkan mu. Kita buang jauh segala hal yang membuat kita bersedih okay? Yang penting saat ini kamu segera pulih .Itu target utama kamu deal!" Cinta memberi motivasi pada Zoe untuk lebih semangat pulih


"Kalau aku sudah pulih aku dapat apa ?" tanya Zoe menggoda.


"Dapat Cinta!" teriak kompak Mita dan Susanti lalu terkekeh.


"Kalian ini!" sahut Cinta terkejut dengan kedatangan Kedua sahabatnya ini dan menyeletuk dengan tiba-tiba.


Akhirnya mereka berempat pun tertawa bersama .


..........................................


Wah senangnya bisa berkumpul lagi semoga kebahagiaan dan kebersamaan mereka tidak akan ada yang mengusiknya lagi.


Apakah Alan akan menyerah begitu saja atau ...??


Ikuti terus kisah Cinta Reyhan


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


Happy Reading ❤️