
Pagi ini terlihat papa Cinta sudah rapi begitu juga dengan mama.
Di meja makan pun sudah tersedia berbagai lauk makanan yang lengkap dan cukup banyak untuk ukuran sekedar makan pagi.
...................................
"Non Cinta...non!" Panggil bibi membangunkan Cinta dari tidur lelapnya.
"Non ...sudah pagi ditunggu mama papa di meja makan." jelas Bi Ani
Cinta pun hanya menggeliat malas.
Beberapa kali menguap dan menggeliat.Lalu Cinta pun menggosok gosok matanya.
"Non! "
"Iya bi ! Sebentar Cinta mau mandi dulu bilang papa tunggu sebentar." teriak Cinta dari dalam kamarnya.
"Baik non Cinta, bibi sampaikan"
Cinta pun langsung menyambar handuk lalu bergegas melakukan rutinitas pagi.
Setelah selesai dengan segala rutinitas mandinya. Cinta pun langsung menyambar kemeja putih lengan tujuh per delapan dipadukan dengan jeans biru.
Dengan rambut yang tergerai ikal setengah basah membuat aura kecantikan Cinta terpancar keluar .
Cinta yang masih menyisir rambut ikalnya yang indah dikejutkan oleh suara ketukan pintu kamar.
Tok...tok...tok
"Bentar Bi...." seru Cinta.
Kembali pintu di ketuk pelan.
"Iyaaa! Sebentar Bi bilang papa bentar lagi turun kok!" Kembali Cinta masih menyisir rambutnya dan merapikan pakaiannya.
Suara pintu diketuk pun kembali terdengar.
Dengan perasaan dongkol Cinta pun membuka kasar pintu kamar.
"Iya ...iya... tunggu bentar kenapa sih gak sabaran banget !"
Betapa terkejutnya Cinta saat membuka pintu kamar Reyhan sudah bersandar di depan kamar Cinta dengan senyum yang penuh godaan.
"Pagi cantik ...Cintanya aku....pa kabar ? Bodyguard Zoe siap mengantarkan nona cantik ini kemanapun ia mau pergi."
"Ya ampun Zoe! Hampir saja aku semprot dirimu aku kira si bibi tapi kok iseng banget . Biasanya bibi gak pernah sejahil ini." ucap Cinta ngambek.
"Heii ...gak boleh ngambek dong ntar cantiknya hilang lho." goda Reyhan.
"Ih kamu genit ih ...gak pantas tau !" sahut Cinta.
"Kenapa tidak? Merayu kekasih sendiri kan halal " goda Zoe.
"Yeee....awas! Minggir!" Melati memaksa melewati Zoe yang berdiri di depan pintu.
"Jangan menghalangi dengan berdiri di depan pintu.Kata nenek ntar jauh jodoh tau rasa!" bisik Cinta menggoda Zoe. Lalu Cinta berjalan begitu saja meninggalkan Zoe.
"Apa kamu bilang ...enak saja ! Ini kan jodoh aku. Deket kalee Deket banget." Zoe memeluk erat Cinta yang tadi berhasil melewati dirinya.
'Cinta! Zoe ! ayo turun kita makan !" seru papa Cinta dari tuang makan.
"Tuh dengar! "
"Iya Pa !" teriak Cinta.
Setelah Zoe melepaskan pelukannya.
Cinta langsung kabur ke bawah.
"Cinta tunggu ketangkap habis kau!' seru Zoe bercanda.
Cinta malah mengolok-olok Zoe.
'Kejar daku kau kutinggal!" Lalu Cinta pun terkekeh dan pergi meninggalkan Zoe.
"Awas kau ya?!"seru Zoe.
Sesampainya Cinta dibawah betapa terkejutnya Cinta melihat papa mamanya dan ada satu lagi tamu wanita setengah baya yang juga berpakaian formal seperti kedua orang tua Cinta.
Spontan Cinta menghentikan langkahnya di empat anak tangga terakhir.
"Wow...wow...wow ada apa ini kenapa semua berpakaian rapi di pagi hari ini ?" pikir Cinta.
Tiba-tiba ada sentuhan lembut dipundaknya.
"Kenapa berhenti...Ayo !! Gak apa-apa meeka gak bakalan gigit kok. Katanya jagoan?" goda Zoe.
"Hei Cinta... Zoe...ayo nak sini jangan malu-malu?" ajak Mama Cinta.
"Zoe ayo ajak Cinta sarapan !"
"Iya tante....Ayo Cinta!" Zoe memeluk pinggang Cinta dan mengajaknya turun ke ruang makan.
Setelah mereka duduk melingkar akhirnya papa mengutarakan maksud dan tujuan mereka berkumpul di pagi hari ini.
Wanita setengah baya tadi ternyata kakaknya ibu kandung Zoe yang selama ini menemani Zoe menapaki hari-harinya sepeninggal orang tua Zoe.
"Cinta dan Zoe papa kira hubungan kalian ini sudah saatnya diikat dengan serius.Jadi pagi ini ibu Wanda berniat untuk mengikatmu Cinta sebagai calon istri Zoe keponakannya." jelas papa.
"Hah...apa ini berarti aku dilamar?" batin Cinta dengan perasaan campur aduk.
"Zoe ...?"
Zoe pun tiba-tiba menunduk berlutut lalu mengeluarkan cincin dari dalam sakunya.
Hati Cinta makin terasa bercampur aduk. Jantungnya pun berdetak cepat tak beraturan .
"Cinta Permata Berliana Putri ....maukah kamu menikah dengan aku?" tanya Zoe sambil menyerahkan cincin indah pada Cinta.
Cinta terdiam mematung tanpa kata . Ia merasa semua yang ada dihadapannya saat ini adalah sebuah mimpi indah yang membuatnya betah untuk tidur dan tidak bangun -bangun lagi
..................................
Yuk ikuti terus kelanjutannya.