My Sexy Bodyguard I Love You

My Sexy Bodyguard I Love You
Resign



Melihat perubahan wajah Reyhan. Mita berusaha menenangkan hati Reyhan. "Rey sabar ... percayalah Cinta gak mungkin mengkhianati mu. Cinta sayang banget sama kamu!"


"Iya Rey. Jangan berpikiran macam-macam dulu. Kamu tahu kan Cinta menghilang karena bingung dengan indentitas mu. Aku yakin saat itu dia syok. Dia gak tahu harus bagaimana cara menghadapi mu sebagai Zoe atau Reyhan.Aku yakin itu yang ada dalam pikirannya saat ini." Susanti mencoba membuka pikiran Reyhan lebih dalam agar tidak menghakimi begitu saja yang tampak dari luar.


Baik Mita dan Susanti yakin diantara Cinta dan Alan tidak terjadi apa-apa. Cinta hanya mencoba menenangkan diri terlebih dahulu sebelum kembali ke kehidupan nyata .


*Aku tahu itu. Tapi yang tidak kuterima adalah sikap Alan! " Kepalan kedua tangannya semakin kuat seolah siap untuk menghantam seseorang yang telah membuatnya marah.


"Rey mungkin bukan salah Alan juga. Mungkin Alan tidak tahu kalau-----"


"Tahu! Alan tahu! Justru karena dia tahu tapi pura-pura tidak tahu itulah yang membuat ku marah." ucap Reyhan penuh amarah.


Mita dan Susanti pun akhirnya hanya terdiam dan saling pandang.


"Tolong ajak Cinta menjauh. Aku mau bikin perhitungan dengan Alan." Reyhan semakin tidak tahan melihat kedekatan Cinta dan Alan.


Hati Reyhan seakan terbakar panas api cemburu.


Kembali Mita dan Susanti saling berpandangan.


"Cepat! Sekarang!" bentak Reyhan.


Mita dan Susanti pun tak bisa lagi berpikir panjang. Baru kali ini mereka melihat Reyhan se-marah dan se-emosi itu.


Mereka langsung berlari ke arah Cinta dan menarik Cinta agar menjauh dari Alan.


Cinta kaget dengan kedatangan kedua sahabatnya itu. Dan menolak untuk ikut bersama mereka.


"Please Cinta ikut kami sekarang.!" Mita mencoba membujuk Cinta.


Sekilas Cinta melihat Reyhan dengan tatapan sedih, kecewa. dan apa itu .... sorot mata itu... sorot mata penuh amarah.


Cinta seolah dibawa ke masa kecilnya. Saat itu ada beberapa anak lelaki yang mencoba mengganggunya. Cinta ketakutan lalu berteriak histeris meminta tolong. Tidak lama datanglah Zoe. Dengan sorot mata penuh amarah melihat Cinta diganggu anak--anak iseng hingga ketakutan. Zoe yang datang dengan bersepeda langsung melompat turun dan membiarkan sepedanya tergeletak terjatuh karena Zoe melempar sepedanya begitu saja saat ia turun.


Kemudian tanpa berkata sepatah kata pun Zoe langsung menendang dan menghajar tanpa ampun hingga membuat anak-anak yang tadi mengganggu Cinta lari tunggang langgang.


Zoe sejak kecil tanpa disadari sudah menjadi bodyguard sekaligus pahlawan bagi Cinta.


"Ayoo Cinta!" Mita dan Susanti mencoba menarik tangan Cinta agar menjauh dari Alan.


Lamunan masa kecil Cinta pun buyar seketika.


Kembali pada kenyataan yang terjadi sekarang.Sambil terus menatap Reyhan yang semakin mendekat.


Tetapi kali ini tatapan sedih Reyhan berganti dengan tatapan penuh amarah dan tidak lagi menatap dirinya melainkan.....??


Cinta mencoba mengamati gerak gerik Reyhan secara detail dan mencari tahu siapa yang mendapatkan tatapan penuh emosi itu. Ternyata tatapan penuh amarah itu tertuju pada Alan.


Alan yang akhirnya menyadari Reyhan dan sahabat-sahabat Cinta telah menemukan apa yang selama ini mereka cari yaitu Cinta.Hanya bisa bernapas pasrah.


Sedetik kemudian....Tanpa Alan sangka dan sadari


Sebuah hantaman keras berhasil mendarat di rahang Alan. Disusul pukulan-pukulan berikutnya yang selalu sukses mendarat di wajah putih Alan. Darah segar mengalir deras di pelipis, bibir dan hidung Alan.


"Reyhan! Cukup!! Alan tidak bersalah!" teriak Cinta berusaha lepas dari pegangan tangan Mita dan Susanti.


Reyhan terus saja menghajar Alan tanpa ampun.


"Mita ..... Santi ... please katakan pada Reyhan Alan tidak bersalah! Alan yang menolong aku waktu pingsan di taman. Alan tidak salah!" teriak Cinta dalam tangisannya.


Mita dan Susanti pun saling pandang lalu melepas Cinta yang langsung berlari menuju Alan yang sudah babak belur dihajar Reyhan.


"Stop! Hentikan Rey! Alan tidak bersalah! "


Melihat Cinta datang dan langsung memeluk Alan.


Reyhan menghentikan pukulannya.


"Alan tidak salah Rey! Justru dia yang menolong aku waktu aku pingsan di taman waktu itu." Cinta berusaha menjelaskan apa yang terjadi sesungguhnya.


"Tapi dia telah berbohong padaku ! Kemarin aku ke rumah Alan tapi dia bersikap seolah-olah tidak tahu keberadaan kamu. Padahal dia tahu betapa paniknya kami mencari kamu! Aku khawatir Cinta aku takut terjadi apa-apa dengan kamu." tidak terasa air mata Reyhan menetes.


Hatinya terasa sakit dan hancur melihat kekasihnya lebih membela laki-laki lain bahkan saat ini sedang memeluknya.


"Berbohong katamu?!. Lebih parah mana kebohongan yang kamu lakukan dengan Alan ?!.Alan hanya menjalankan perintah aku untuk tidak memberitahu siapapun tentang keberadaan ku. Sedangkan kamu?? Sadar kebohongan apa yang telah kamu lakukan! Mempermainkan perasaan orang seenaknya." ungkap Cinta


Reyhan hanya diam, bibirnya bergetar ingin membela diri tapi percuma pikirnya. Cinta kini sudah terlanjur membenci dirinya.


Hanya tatapan sedih yang tak bisa ia ungkapkan. Reyhan pun tak mampu lagi menahan air mata yang menggenang di pelupuk matanya dan membiarkannya jatuh menetes .Melepas segala kesesakan yang ia rasakan .


"Cinta!" panggil mama dan papa Cinta.


Kedua orang tua Cinta langsung memeluk anak semata wayangnya itu yang telah berhari-hari hilang.


Melihat Alan babak belur. Papa Cinta melihat ke arah Reyhan yang berlutut lunglai. Dari tangan Reyhan mengalir darah segar walau tidak banyak.


Papa Cinta menghampiri Reyhan.


"Cinta ... sudah berhasil saya temukan om." Reyhan mencoba menahan air matanya yang kembali mengalir. Sesak dan sakit rasanya menyadari orang yang disayangi tidak lagi menyanyanginya.


'Hari ini ... saya.... Zoe... resign sebagai pengawal Cinta. Tugas saya sudah selesai." ucap lirih Zoe.


"Zoe..."


"Zoe apa maksud kamu?" tanya papa Cinta.


Zoe berdiri perlahan ... menatap Cinta yang sedang dipeluk mamanya. Lalu Zoe pun melangkah pergi.


"Zoe!" panggil papa Cinta.


"Reyhan!!" Mita dan Susanti berlari mencoba menahannya pergi


"Tugas aku sudah selesai. Aku titip Cinta pada kalian." Reyhan tersenyum getir lalu Reyhan pun terus melangkah pergi.


...............................................


(Keesokan harinya.)


Di sebuah cafe terlihat Mita dan Susanti saling diam dan hanya memainkan gelas minum mereka


"Kemarin Cinta yang hilang. Kini Reyhan yang hilang." gumam Susanti.


"Mita ... kita gak bisa membiarkan semua ini. Kita harus bertindak.Cinta dan Reyhan itu saling mencintai aku yakin itu. " ucap Susanti.


"Benarkah? Aku takutnya kita salah. Perasaan Cinta sekarang telah berganti pada Alan " celetuk Mita ada nada kesal dalam ucapannya.


"Tidak semudah itu aku kira.Saat ini Cinta hanya kecewa pada Reyhan dengan dua indentitas Reyhan. Tetapi di lubuk hati terdalam Cinta, aku yakin Cinta masih mencintai Reyhan." jelas Susanti.


"Lantas bagaimana caranya agar mereka saling menyadari perasaan mereka yang sesungguhnya.Tanpa dibumbui rasa kecewa dan sakit hati.?" tanya Mita.


"Itu yang harus kita pikirkan. Kita harus menyusun rencana supaya mereka saling menyadari perasaan mereka sesungguhnya." lanjut Susanti.


"Hmm bagaimana ya ? Kasihan mereka, dikelabui oleh perasaan Kecewa dan merasa dibohongi. Hingga mereka lupa ada hati suci yang sebenarnya mempunyai cinta sejati di dalamnya." Mita mencoba memikirkan cara agar Cinta dan Reyhan kembali bersatu


.......................................................


Hai haii mohon doanya ya semoga Cinta dan Reyhan bisa bersatu kembali


Jangan lupa tap Favorit dan tinggalkan komen, like dan jejak ya agar Reyhan dan Cinta bisa terus bersama.


Buat semua dukungannya selama ini terima kasih ya 🙏.


Happy Reading