
Sesampainya di Bandara, Cinta langsung memakirkan mobilnya. Dan langsung berlari secepat kilat mencari kedua orang tuanya.
"Mamaaaa ... Papaa.... tunggu Cinta!" teriak Cinta saat melihat kedua orangtuanya dari kejauhan.
"Itu Cinta Pa...!" seru mama sambil mencolek papa berulangkali, memberitahu keberadaan Cinta .
Kemudian Cinta dan mama pun berpelukan.
"Cinta pikir mama papa sudah berangkat " tangis Cinta sedih.
"Cinta sayang mama!"
"Iya sayang mama juga sayang banget sama Cinta" sambil membelai lembut rambut Cinta.
Kemudian Cinta juga memeluk papanya.
"Cepat pulang ya pa .... jagain mama, jangan lama-lama disana, Cinta ntar kangen papa mama" ucap lirih Cinta, walau ia kecewa dengan keputusan papanya tentang Bodyguard untuk dirinya tetapi sebenarnya ia paham maksud baik papa yang sebenarnya.
Papa pun memeluk erat Cinta. "Papa sayang banget sama Cinta. Sering-seringlah telepon mama dan papa okay!" Papa pun mencium kening Cinta .
Cinta pun mengangguk cepat."Hati-hati ya ma .... pa!" pesan Cinta.
"Iya sayang ... kamu juga ya!" sahut mana sambil kembali memeluk dan mencium kening dan kedua pipi Cinta.
"Nah ... itu Zoe ! " seru papa.
Mata Cinta membelalak, tubuh nya berubah menjadi kayu untuk sesaat.
Mendengar nama Zoe disebut papanya, dan sedang menghampiri mereka.Cinta pun langsung memutar otaknya. Mencari cara kabur yang elegan.
"Hmm tidak mungkin kalau aku langsung kabur saat ini, bagaimana ini ... think ... think ... Cinta come on ...!" Langkah Zoe semakin terdengar jelas.
"Terima kasih Zoe sudah menyempatkan diri datang! " sambut papa.
Langkah Zoe semakin terdengar jelas mendekati mereka.
"Akhirnya kalian bisa bertemu juga. Zoe ini Cinta, Cinta ini ----"belum sempat papa meneruskan perkataannya.
"Ma ... pa ... Cinta kebelet!" Berlarilah Cinta kabur dari mereka.Tanpa menoleh sedikitpun.
"Hei ... Cinta! " panggil mama yang tidak menyangka anak yang semanja kucing tadi tiba-tiba berubah lepas bagaikan harimau liar.
"Cinta!" teriak papa.
Zoe hanya tersenyum samar, melihat Cinta yang terus menghindarinya.
Mama hanya bisa memandang punggung Cinta yang akhirnya hilang diantara lalu lalang manusia.
Sedangkan papa Cinta hanya geleng-gelengkan kepala, sambil mengepalkan tangannya menahan segala emosi yang ada.
Mama mencoba meredam amarah suaminya , ia mengusap punggungnya beberapa kali.
"Maafkan Cinta ya nak Zoe, Cinta mungkin masih tidak setuju dengan ide kami mengutus kamu untuk mendampinginya, karena ya ... itu sifat terlalu mandirinya dan tidak ingin merepotkan orang lainlah yang bikin ia sekeras ini." ucap mama pada Zoe.
"Iya Zoe, maaf ya sampai detik ini kalian tidak berhasil berkenalan. Padahal Om ini pengen sekali kalian saling kenal." harap papa Cinta.
"Iya Om .... Tante, tidak apa-apa. Bila waktunya tepat Zoe yakin kok kami pasti bisa berkenalan." jawab Zoe menimpali harapan orang tua asuhnya.
"Okay Zoe makasih ya buat laporannya hari ini! Om sangat puas." Sambil menepuk pundak Zoe.
"Sama-sama om!" sahut Zoe.
"Baiklah kami titip anak kami Cinta, jagalah dan dampingi dia selama kami berada Singapura!"
'Iya nak kami titip Cinta ya, kabari kami selalu.!" pesan mama.
"Siap Om, Tante jangan kuatir saya akan berusaha semampu saya memantau, menjaga dan melindungi Cinta dimanapun ia berada." sahut Zoe yakin.
"Baiklah nak, kami percayakan anak kami padamu" Sambil menepuk pundak Zoe.
"Okay Zoe hati-hati, Om dan Tante berangkat dulu ya kalau ada perlu apa-apa jangan sungkan hubungi Om!"
"Siap delapan enam Om" lalu mereka bertiga tertawa bersama.
.............................................
Setelah beberapa menit ngumpet di Toilet . Akhirnya Cinta memutuskan untuk secepatnya keluar dari Bandara.
"Upss hampir saja, Gila! Kenapa sih dia selalu ada disekitar papa mama, awas ya Zoe sampai kamu merebut perhatian dan kasih sayang kedua orang tuaku" geram Cinta lalu berjalan cepat keluar Bandara.
Brakkk
Tas dan buku-buku Cinta berserakan .
"Sial! Gak punya mata ya?!" damprat Cinta.
"Maaf .... kak!"
Cinta terdiam sesaat, "Suara itu ... seperti suara ----" Cinta menengadah ke arah sosok orang yang baru saja bertabrakan dengannya.
"Reyhan! Kamu?---" Terkejut Cinta menyadari yang bertabrakan dengannya barusan adalah si Barista ganteng Reyhan.
"Heii ... Cinta?!" Seru Reyhan kaget, ternyata ia bertabrakan dengan pelanggan Cafe nya.
"Sedang apa disini?" tanya Reyhan sambil celingukan mencari sesuatu.
"Mau menjemput keluarga? atau teman?" tanya Reyhan kembali
Cinta bagai terhipnotis, baru kali ini ia melihat Reyhan dalam jarak sedekat ini.
Mata indah sekaligus tajam itu, Hidung mancung dan sedikit brewok disekitar dagunya menambah ke-machoan seorang Reyhan. Seluruh tubuh Cinta terasa membeku dan otot otot tubuhnya pun melemah tak berdaya
"Cinta?!" Reyhan mencoba menyadarkan Cinta, dengan melambaikan tangannya berulang ulang di depan wajah Cinta.
"Oh Haii .... " Wajah Cinta merona merah karena malu.
"Aku duluan ya Rey ... ada kelas tambahan sore ini, sudah telat nih!" Cinta mencoba membuat alibi agar ia bisa kabur dari hadapan Reyhan.
Dan tanpa menunggu jawaban Reyhan, Cinta sudah berlari menjauh dari Reyhan.
Setelah duduk di dalam mobil. Cinta baru bisa bernafas dengan lega.
"Oh My God ! perasaaan apa ini selama ini aku gak pernah merasakan perasaan seperti ini, kenapa pula tadi aku tidak bisa bergerak dan jantung terus berdetak begitu cepat tak beraturan." Cinta menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Ufff , okay Cinta, tarik nafas dalam-dalam hembuskan! Tarik lagi hembuskan." Cinta berusaha menenangkan diri
Kemudian ia mulai menyalakan mobilnya dan mengendarainya menuju tempat ia berlatih vokal.
Di studio tempat Cinta berlatih vokal. Pikirannya kacau, hingga ia tidak bisa berlatih dengan baik. Banyak nada nada yang diajarkan padanya hari ini tidak ia mengerti dan kuasai selalu salah dalam memberikan contoh.
Pikirannya melayang dan terus melayang pada sosok cool bermata tajam dan senyum menawan. Siapa lagi kalau bukan si Reyhan.
Merasa ia tak mampu berkonsentrasi dalam latihan vokal hari ini, Akhirnya Cinta pun ijin untuk pulang lebih awal dengan alasan tidak enak badan.
Akhirnya ia pun mengendarai mobilnya menuju rumah sahabatnya Mita.
Di rumah Mita , Cinta menceritakan bagaimana seharian ini ia berturut-turut bertemu dengan Reyhan. Awal bertemu di Cafe dan siang tadi di Bandara.
"Hmm Reyhan shift pagi di cafe?? tumben" gumam Mita.
"Kamu salah orang mungkin, Reyhan gak pernah shift pagi.Karena pagi ia biasa ada kelas.Dan aktif di tim pecinta alam ." jelas Mita
"Ya ampun Mit ... masak iya aku tidak bisa membedakan itu Reyhan atau bukan. Sekarang aku tanya adakah cowok yang kegantengannya, paling enggak mirip dengan Reyhan?! di kampus kita. Ada tidak??" tanya Cinta
'Ya gak ada sih, sepertinya saat ini Reyhan lah yang menduduki ranking pertama cowok ter-hot dan terganteng di kampus ini' jelas Mita.
"Nah tuh kan!" sahut Cinta cepat.
"Tapi sungguh gila kamu! beruntung banget bisa bertemu Reyhan sesering itu. Padahal yang lain susah banget untuk bertemu, terkadang mereka hanya bisa melihatnya dari jauh keberadaan Reyhan. Sedangkan kamu bisa dalam jarak sedekat itu? Dan sesering itu " tanya Mita heran.
"Hmm, semoga dialah jodoh aku Tuhan?" doa Cinta.
"Wow ada yg mulai jatuh cinta nih" timpal Mita sambil tersenyum penuh arti
"Eh Mita... sebelum aku mendeklarasikan diri bahwa aku jatuh cinta pada si Reyhan. aku mau tanya ya?"
"Silakan? Bila aku bisa menjawab akan aku jawab." jawab Mita.
"Kamu kan yang mempunyai banyak info nih tentang si Reyhan. Apakah kamu jatuh cinta juga pada Reyhan.? Kalau iya, aku mundur deh aku gak mau berebut cowok dengan sahabat sendiri." tatapan berharap sedih ia lancarkan pada sahabatnya itu.
Mita pun tertawa terbahak-bahak "Tidak sayang, ambillah si Reyhan! Semoga ia juga mempunyai perasaan yang sama denganmu, aku dan Susanti akan sangat senang hati dan mendukungmu bila kamu berpacaran dengan Reyhan. Kami akan sangat bangga dan bahagia." jawab Mita yakin.
"Aminnn ! Kamu tahu Mit, tatapan tajam dan teduh matanya itu lho, bikin hati ini klepek klepek dibuatnya." sahut Cinta.
Mita mendengarkan dengan penuh perhatian apa yang disampaikan sahabatnya ini, karena ini adalah momen yang sangat langka. Seorang Cinta memuji dan mengagumi seseorang.
Malam semakin larut Cinta pun masih gigih mencari info tentang Reyhan sebanyak-banyaknya.
Tiba-tiba telepon Cinta berbunyi, dari layar ponselnya tertera tulisan MAMA.
"Sebentar ya Mit, mama aku telepon." ijin Cinta untuk menerima telepon.
"Hallo ma... sudah sampai kan di Singapura.?!" tanya Cinta.
"Sudah sayang, mama papa sudah berada di Singapore sekarang " jawab mama
"Syukurlah ma'
"Cinta ... sekarang kan sudah malam. Kok kamu belum pulang? Pulang nak, jangan terlalu malam di rumah teman. Bahaya di jalan bagi cewek,bila pulang larut malam." perintah mama.
Cinta spontan menutup ponselnya dan menghentikan hubungan telepon dengan mamanya.
Wajah Cinta langsung berubah merah, tetapi kali ini karena amarah.
Ia menoleh ke kanan ke kiri melihat sekeliling.
Lalu ia berdiri dan berlari ke halaman rumah Mita, lalu disusul oleh Mita yang bingung dengan tingkah Cinta setelah menerima telpon dari ibunya.
"Heiii pengecut keluar!?Jangan hanya bisanya jadi paparazi" teriak Cinta.
"Heii Cinta ada apa,?" tanya Mita menyelidik.
"Si brengsek Bodyguard pilihan papa sudah mulai bekerja. Barusan mama telepon, mama bilang aku harus pulang, tidak boleh bermain di rumah teman terlalu malam." jelas Cinta
"Kamu ngerti maksudku kan? Kedua orang tua aku berada jauh di negeri seberang. Bagaimana mungkin ia bisa tahu aku sedang dirumah kamu, kalau bukan karena laporan bodyguard sialan itu" geram Cinta
Mita hanya mengeryitkan dahinya, dan menoleh ke kanan kekiri dan sekeliling mencari sosok bodyguard pribadi Cinta. Tetapi nihil
"Ya udah Mit, kita lanjut besok di kampus saja obrolan kita ini okay!" pamit Cinta.
" Hmm, Okay! di Cafe kampus saja, lebih asyik untuk ngobrol. Sambil---" pancing Mita.
"Cuci mata dan tebar pesona" sahut Cinta.
"Yee itu kan kamu, di Cafe itu asyik buat ngobrol sambil ... ngopi lah" kelakar Mita
Lalu tertawalah mereka berdua
................................................
Hai hai hai makasih ya sudah dukung karya ketiga aku ini
Semoga karya ketiga aku ini bisa diterima dengan baik seperti yang dua karya sebelumnya.
Ikuti terus ya kisah CintaReyhan.
Jangan lupa like komen dan dukungannya ya.... bagi hadiah hadiah lainnya,serta Vote bila masih ada juga boleh
Sambil menunggu up ikuti juga karya teman saya yang berjudul
Falling Into Your Trap
Seumur-umur dalam hidupnya, Lisa tidak akan menyangka bahwa dirinya akan dijodohkan oleh keluarganya sendiri, terlebih lagi oleh sang Kakak yang keberadaannya selalu ia sayangi dan kagumi. Tidak pernah dalam bayangan tergila nya bahwa pernikahan paksa akan menjadi salah satu moment hidupnya dan jalan kisah cintanya. Nalisa Rembulan Cakra Wijaya selalu menginginkan cerita layaknya dalam kisah novel romansa yang selalu dibacanya. Seseorang yang ditakdirkan khusus untuknya dalam pertemuan tiba-tiba yang romantis sehingga setidaknya dia bisa menceritakan kisah manis ini pada buah hatinya suatu hari kelak. Bukan ini, bukan perjodohan dengan seorang lelaki maniak aneh yang mengatakan bahwa Lisa adalah cinta pertamanya. Lelaki bernama Noren Agustion Giovano ini sungguh menguji dirinya sendiri.