My Sexy Bodyguard I Love You

My Sexy Bodyguard I Love You
Pagi yang cerah



Sinar mentari pagi telah menerobos paksa jendela kamar Cinta.


Cinta masih tertidur pulas di peraduannya. Tiba-tiba ia pun menggeliat manja dan tertidur lagi.


Tak lama kemudian terdengar pintu kamarnya di ketuk.Samar dan makin lama makin jelas.


"Non Cinta ... non!" samar terdengar suara memanggil Cinta.


Suara samar itupun terabaikan begitu saja Cinta masih asyik berada di dunia mimpinya. Keberadaannya di pulau kapuk begitu nyaman dan membuatnya enggan untuk beranjak dan meninggalkannya.


Sekali lagi terdengar pintu kamarnya diketuk lebih keras lagi seolah berusaha menembus alam mimpi Cinta dan mengajaknya untuk kembali ke alam nyata.


Suara ketukan pintu yang semakin keras berhasil membuat Cinta menggeliat dan makin menyadari akan bunyi ketukan yang berasal dari pintu kamarnya.


"Non Cinta .... !! Non!" Kembali suara itu berusaha menyadarkan Cinta dan mengajaknya untuk segera pergi dari nyamannya pulau kapuk.


Cintapun mulai menggosok gosok matanya "Suara itu .... " batin Cinta berusaha untuk mengenali suara dan keadaan sekitar.


"Non.... bangun non! ditunggu ibu dan bapak di bawah!" Bi Ani kembali mencoba membangunkan Cinta.


"Seperti suara bibi" batin Cinta


Spontan ia terbangun dan duduk di kasur "Iya bi bentar" sahut Cinta yang mulai tersadar dan bangun dari kenyamanannya berlayar di pulau kapuk.


"Ditunggu ibu dan bapak non di bawah"


"Iyaa bi sebentar. Bilang ibu saya masih mandi " jawab Cinta.


"Baik non." Lalu terdengar langkah kaki bi Ani meninggalkan dan menjauh dari kamar Cinta.


Cinta pun masih termenung dan mencoba menguasai keadaan."Uff" Hela napas Cinta.


Cinta mulai teringat apa saja yang terjadi semalam sebelum ia terlelap.


"Hmm Reyhan ---" Belum selesai Cinta membatin. Terdengar notifikasi pesan masuk dari hape.


Cinta pun meraih hape nya dan ternyata dari seseorang yang baru saja terlintas di kepala Cinta ... Reyhan.


Tertulis disana [Sepuluh menit lagi aku tunggu di depan rumah].


"Hah! sepuluh menit? bagaimana ini?!" Cinta pun kemudian menyambar kasar handuk di gantungan dan langsung masuk ke kamar mandi.


Tidak perlu waktu lama bagi Cinta apalagi di waktu pagi hari yang dingin seperti hari ini. Secepat kilat Cinta menyelesaikan ritual mandinya dan kemudian mencari baju untuk ke kampus. Akhirnya blus biru tosca dipadukan dengan jeans hitam menjadi pilihannya di pagi ini.


Setelah yakin dengan penampilannya, Cinta pun meraih beberapa buku yang harus ia bawa hari ini.


Kembali terdengar notif pesan masuk dari hapenya. Dengan tergesa-gesa, Cinta pun menyambar hapenya dan melihatnya. Sedetik kemudian mata Cinta terbelalak terkejut membaca siapa yang mengirim pesan masuk tersebut.


"Zoe?" gumam Cinta. Cinta pun mulai membaca pesan masuk dari Zoe yang berisi nada Toxic seperti biasa [Jangan ngebut ke kampus, hari ini aku mulai memantaumu kembali. Jangan bikin hal-hal yang memancing orang jahat mengincarmu] .


"Ih apa sih maksud Zoe ini.Memangnya aku ini pembuat onar apa?! sembarangan!" dengus Cinta dan melempar hape nya ke dalam tas nya.


Setelah yakin dengan semua persiapannya, Cinta pun bergegas turun menuju ruang makan.


Terlihat di ruang makan sudah berkumpul papa dan mama. Papa seperti biasa sedang membaca koran sambil menyeruput kopi hitamnya. Sedangkan mamanya sedang mengoles roti tawar dengan mayones saos serta mengisinya dengan daging asap dan selada."Hmm roti isi favorit nih buatan mama, pasti itu untuk aku" batin Cinta.


"Pagi semua!"sapa Cinta kemudian Cinta mencium mama dan papanya bergantian.


"Hmm sepertinya anak mama ini lagi bahagia nih hatinya" selidik mama sambil tersenyum menggoda.


"Nih sayang roti nya sarapan dulu" ucap mama sambil menyodorkan setumpuk roti isi yang dari penampilan nya begitu yummy.


"Maa .... " ucap Cinta ragu.


"Iya sayang??"


"Iyaa Cinta ada apa?" tanya mama.


"Boleh Cinta minta satu lagi roti isinya ma?" pinta Cinta sambil memasang wajah puppy.


"Hahaha kamu ini sebegitu sukanya kamu dengan roti isi buatan mama ya? Satu saja belum dimakan sudah minta lagi" ucap mama.


"Roti isi mama enak sih tapi ... bukan buat Cinta semua ma"


Mama menatap Cinta penasaran."Terus buat siapa?"


"Reyhan" ucap lirih Cinta malu bercampur takut.


"Ohh ... okay mama bikinin ya" sahut mama sambil tersenyum penuh arti. Kemudian mama pun mulai membuat roti isi special untuk seseorang yang special bagi anaknya tersebut.


"Reyhan menjemputmu?" tanya papa tiba - tiba.


"Iya pa" jawab Cinta singkat.


Suasana kemudian hening.


"Jangan malam-malam pulangnya" pesan papa.


"Iya pa. Mungkin selesai Reyhan bekerja langsung pulang."


"Lho Reyhan sudah bekerja?" tanya mama.


"Iya ma barista di cafe dekat kampus" jelas Cinta.


"Wow Barista?? Kapan-kapan suruh bikinin kopi buat papamu pasti senang tuh papa kamu" sahut mama.


Tiba-tiba papa tersedak.


"Ini pa minum dulu" Cinta menyodorkan air minum pada papa.


Papa pun meneguk habis air yang diberikan Cinta.


Ponsel Cinta pun berbunyi dan ternyata dari Reyhan, yang memberitahu bahwa ia telah sampai di depan rumah Cinta.


"Pa.. Ma ..Cinta berangkat dulu ya bye!" pamit Cinta lalu mencium pipi mama dan papa bergantian.


"Cinta .... kapan-kapan Reyhan suruh mampir ke rumah ya, mama papa ingin kenal juga dengan calon mantu " goda mama.


"Ih mama genit ah ! daaa ma ... pa!" lalu Cinta pun berlalu pergi.


Setelah Cinta hilang dari pandangan, papa melipat korannya dan kembali menyeruput kopinya hingga habis.


"Ma ... papa ke ruang kerja dulu ya" pamit papa sambil mencium pipi mama


"Baik pa " sahut mama tersenyum.


....................................................


Di ruang kerja, Papa terlihat termenung dan memainkan bolpoin di tangannya.


Pikiran papa melayang entah kemana."Bagaimana cara memberitahu Cinta tanpa menimbulkan drama nantinya" batin papa.


.....................................................


Haii terus ikuti yuk kisah Cinta Reyhan .


Sebenarnya ada apa sih ? Drama yang bagaimana yang dimaksud papa Cinta??


Ikuti terus ya kisahnya jangan lupa like dan komen kalau suka jadikan fav juga ya terima kasih banyak