
"Cinta!....Cinta anakku! Kamu sudah sadar nak!" peluk cium mama Cinta.
Mereka saling berpelukan dan menangis bersama.
"Ma...Cinta kangen mama."
"Iya sayang mama juga kamu baik-baik saja kan? Mama Papa khawatir memikirkan kamu." sahut mama Cinta.
"Anak papa gak kangen papa nya nih?" goda papa Cinta
Cinta dan mama kompak menoleh ke arah papa.
"Papa!" Cinta menjulurkan kedua tangannya ke arah papanya tanda meminta peluk.
"Yakin nih mau minta peluk papa bukan nya yang ini?" tubuh papa bergeser ke samping sedikit maka tampaklah disana Reyhan sedang memandang lembut.
Jantung Cinta terasa berdetak dengan cepat.Tetapi menyadari ada kedua orang tuanya disini ia tidak bisa begitu saja meluapkan perasaan rindunya pada sosok di depannya ini.
"Ehem ..tuh kan dugaan papa benar lebih pengen dipeluk yang ini kan?" Papa merangkul Reyhan sambil tersenyum menggoda.
Tidak terasa pipi Cinta berubah semu memerah.",Oh Tuhan kenapa wajahku terasa panas seperti habis direbus." batin Cinta.
"Papa!" Cinta kembali mengulurkan tangannya sekaligus mengalihkan perhatian yang tadinya terpusat pada dirinya.
Lalu merekapun berpelukan saling melepas kerinduan."Papa... Cinta kangen papa"
Papa Cinta makin mengeratkan pelukannya sambil mengusap lembut punggung anak semata wayangnya itu "Papa jauh lebih kangen kamu sayang. Papa sangat khawatir akan keselamatan mu.Tetapi syukurlah calon mantu papa sangat pintar meyakinkan papa agar berserah dan terus berdoa dan percaya padanya untuk menemukan kamu.Dan dia sudah membuktikannya.!" Papa Cinta pun kembali merangkul Reyhan dengan bangga.
"Papa semakin yakin untuk melepaskan kamu dalam pelukannya.Karena papa yakin Zoe sangat menyanyangimu dan mampu menjaga dirimu dengan baik."ucap papa.
"Sayangi Zoe seperti Zoe juga sangat menyanyangimu." bisik papa pada Cinta.
Wajah Cinta semakin memerah digoda oleh papanya sejak tadi.
Reyhan hanya tersenyum dengan sabar menunggu giliran dirinya melepas rindunya pada kekasih tercintanya.
"Cintaaaa! We Miss you!" Tiba-tiba kedua sahabatnya itu muncul dan memeluk Cinta dengan sangat eratnya hingga Cinta pun terbatuk-batuk karena pelukan sahabatnya terlalu erat.
"Heii! Kangen sih boleh tapi jangan sampai bunuh orang. Cinta tercekik tuh!" Reyhan dengan spontan menarik tangan Mita dan Susanti agar menjauh dari Cinta.
"Ih apaan sih kamu Rey! Kami kan juga rindu Cinta" sambil terus bergelayutan di tangan Cinta.
"Kangen sih gak dilarang tapi jangan membahayakan Cinta dong!' seru Reyhan.
"Ish ish ish no no no jadi orang jangan terlalu protektif dan posesif gak baik!' lanjut Santi
Papa dan mama Cinta hanya bisa menahan tawa mereka melihat kelakuan para sahabat Cinta Versus bodyguard pribadi sekaligus calon suami Cinta
"Apa kabar kalian aku kangen!" sapa Cinta pada kedua sahabatnya.
"Yeee Cinta kangen kita San!" sorak Mita.
Reyhan terlihat merengut di pojokan ."Banyak banget sih penggemar Cinta kapan nih giliran aku. Awas saja ya ntar giliran aku mereka dilarang menggangu." batin Reyhan sambil memainkan kunci mobilnya.
Papa Cinta yang melihat tingkah Reyhan yang terlihat sedikit dongkol hanya tersenyum sambil menyenggol lengan istrinya."Sepertinya kita harus cepat-cepat keluar. Ada yang menahan kangen tuh!" bisik papa Cinta sambil lirikan matanya menuju ke arah Reyhan..
Mama yang melihat pun ikut tersenyum paham "Mitaaa ...Santi yuk ikut Tante sebentar!" ajak mama Cinta agar memberi peluang pada Reyhan melepas rindunya pada Cinta.
"Kemana Tante? Masih kangen nih dengan Cinta sudah lama gak ngobrol" protes Mita.
"Hayuk sebentar saja!Ntar juga bisa disambung lagi obrolannya." Mama Cinta menarik tangan kedua sahabat anaknya itu agar segera meninggalkan kamar.
"Yuk Cinta... kami pergi dulu sebentar"
"Tapi Tante!' Mita dan Susanti masih saja protes.
"Sudah... bantu Tante dulu yuk!" Mama Cinta pun mengandeng kedua tangan Mita dan Susanti agar segera keluar dari kamar.
Papa hanya tersenyum penuh arti dengan sikap istrinya.
"Yuk ya Zoe Om tinggal dulu ya. Om titip Cinta." sambil menepuk pundak Reyhan kemudian meninggalkan ruang rawat Cinta.
"Cinta ..papa mama keluar dulu ya cari makan. Kamu mau dibawakan apa?"
"Pisang keju pa";sahut Cinta.
"Okay cantik papa cari pisang keju nya dulu ya. Zoe---"
"Iya om siapp!" sahut Reyhan walau papa Cinta belum menyelesaikan kalimatnya.
Akhirnya kini tinggal Reyhan dan Cinta saja di ruangan.
Reyhan pun menghampiri Cinta.Ia meraih tangan Cinta.
"Cinta... kamu tahu saat aku kamu hilang-----"
"Cinta kamu mau es campur!" tiba-tiba Mita masuk ke ruangan.
Reyhan dan Cinta pun terkejut dan hanya menoleh ke arah Mita.
"Aucch sakit San! Apaan sih !" teriak Mita yang telinganya dijewer oleh Susanti
"Hayukkk ditunggu mama dan papanya Cinta tuh!" Santi menarik tangan Mita
"Iya iyaaa!" sahut Mita.
Cinta hanya menggeleng gelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat adu mulut Mita dan Susanti.
..............................................