My Sexy Bodyguard I Love You

My Sexy Bodyguard I Love You
Perasaan Tersembunyi.



"Haii Cinta!" sapa Susanti saat melihat cinta datang bersama Reyhan.


"Haii kamu dah datang? Pagi amat" jawab Cinta merangkul sahabatnya itu.


"Iya dong semangat empat lima nih mungkin efek ngeliat keindahan malam kemarin." Susanti dan Cinta pun terkekeh bersama.


"Mita mana nih? Jangan-jangan kesiangan tuh anak dia kan tukang molor" celetuk Cinta


"Ho oh coba aku hubungi Mita. Bahaya nih kalau dia terlambat! Hari ini kan jadwal dosen killer mampus tuh anak kalau terlambat." cemas Susanti membayangkan Mita terlambat datang .


"Cinta ! Aku ke kelas ya" pamit Reyhan yang dari tadi mengawal Cinta dengan setia.


"Oh okay semangat ya sukses buat ujiannya!" Cinta memberi semangat Reyhan yang hari ini ada test susulan.


Reyhan pun mengangguk dan setengah berlari menuju ke fakultasnya sendiri


"Rayhan ujian?" tanya Susanti.


"Iya susulan."


"Oh gara-gara kehujanan itu ya. Ceweknya jahat sih sudah minta maaf tulus masih aja gak percaya dihukum lagi di bawah hujan." goda Susanti .


"Ihh sialan kamu! Asal ngomong ya!" Kemudian Cinta dan Susanti pun saling kejar mengejar di lorong kampus.


Tiba-tiba Braaakk


Beberapa buku lumayan tebal berjatuhan di hadapan Cinta.


"Maaf " seru Cinta dengan perasaan kacau saat menyadari dirinya menabrak seseorang saat berlarian tadi.


Dengan spontan Cinta pun membantu merapikan buku yang berhamburan karena kecerobohan dirinya.


"Enggak apa-apa Cinta biar aku saja.Kamu masuk kelas saja dulu."


"Suara itu...bukannya itu suara---" Cinta pun mendongak dan benar dugaannya Alan telah berada di hadapannya ternyata Alan lah yang ia tabrak tak sengaja tadi.


Spontan ketika mengetahui bahwa dihadapannya adalah Alan. Cinta pun segera beranjak untuk meninggalkannya.


Tetapi dengan cekatan Alan menahan lengan Cinta.


"Cinta ayoo!" teriak Santi.


Cinta pun langsung berlari ke arah Santi dengan mengucap syukur akhirnya ada alasan untuk dirinya. menjauh dari Alan.


"Haaii guys! "teriak Mita dari kejauhan sambil berlari kecil di sepanjang lorong.


"Nah tuh si tukang molor akhirnya datang juga. Kami pikir kamu bakal telat. Berani banget padahal hari ini jadwal dosen killer ." cerocos Susanti.


"Enggak dong... kan Reyhan tadi yang menelepon diriku terus menerus. Sampai aku terbangun jadi gak jadi telat deh." cibir Mita.


"Reyhan??!" seru kompak Cinta dan Santi.


'Reyhan ku? Zoe?" tanya Cinta lebih meyakinkan diri.


Dan dengan santainya Mita mengangguk.


Cinta dan Santi pun saling berpandangan.


"Yup! Kenapa ? Ngiri ya ?" sambil menggoda Cinta dan Santi Mita pun kabur ke kelas.


Kembali Cinta dan Santi saling berpandangan.


"Mita! Tunggu! " Cinta dan Santi pun berlari mengejar Mita.


Sesampainya mereka di kelas tidak lama kemudian sang dosen killer pun juga memasuki ruangan.


Untuk beberapa jam ke depan Cinta dan teman temannya serius mengikuti kelas .


......................................


"Hey Rey...ntar kamu masuk siang atau malam ?" tanya Dika.


"Sore kenapa?" tanya Reyhan balik. Sambil membetulkan tali sepatunya.


"Bisa tukeran tidak? Aku harus antar mama aku ke dokter siang ini ." Dika berharap Reyhan mau bertukar shift dengan dirinya.


"Hemm baiklah !" Reyhan teringat ibunya. Sebagai anak pasti ia akan melakukan apapun untuk membuat ibunya kembali sehat dan tersenyum.


Tanpa berpikir panjang Reyhan pun menyanggupi tawaran Dika untuk berganti shift dengan dirinya.


"Terima kasih Reyhan terimakasih!" seru Dika girang.


Reyhan hanya tersenyum bahagia. Bagi dirinya bila temannya bahagia.ia pun juga bahagia. "Salam buat ibu ya.Senoga cepat sembuh .!" ucap Reyhan pada Dika.


"Siap Rey thank you!" sahut Dika yang langsung berlari pulang.


Reyhan meraih ponselnya lalu mengirim pesan pada Cinta bahwa ia berganti shift karena teman butuh bantuan.


Reyhan minta maaf.Siang ini tidak bisa menemani Cinta ke toko buku


Setelah membaca pesan Reyhan Cinta pun akhirnya mengajak kedua sahabatnya itu untuk pergi bersama dengannya ke toko buku.


Bel tanda kelas usai pun berbunyi .


Sebagian dari teman temannya pun berebut keluar kelas.


"Okay Cinta aku tunggu di depan ya aku mau pipis dulu " pamit Amanda pada kedua sahabatnya itu. Lalu Amanda pun berlalu dari hadapan mereka


"Tunggu Manda ! Cinta aku tinggal pipis juga ya! Kami tunggu didepan" pesan Santi lalu menyusul Amanda.ke toilet.


Cinta pun mengangguk .Lalu kembali membereskan buku-buku nya.dan mengatur ulang susunannya .


Tiba-tiba ada tangan yang menyentuh pundaknya dengan lembut.


Betapa kaget dirinya saat menyadari Alan sudah berada di belakangnya dan menatap lembut dirinya dengan sorot mata penuh cinta


"Cinta,.." Hanya satu kata itu saat ini yang mampu Alan keluarkan dari bibirnya.Lidahnya selalu terasa kelu bila berdekatan dengan Cinta


Ingin rasanya Alan mengungkapkan semua perasaannya agar Cinta pun tahu apa yang ia rasakan.Tetapi ia tahu diri bahwa kemungkinan Cinta menerima dirinya sebagai sosok yang sangat berarti dalam hidupnya sepertinya masih panjang.


...........