My Sexy Bodyguard I Love You

My Sexy Bodyguard I Love You
mimpi buruk



"Maafkan aku Cinta! Cintaaa tunggu!" teriak Reyhan dan langsung tersadar dan bangun dari tidurnya.


Perlahan Reyhan menenangkan dirinya, ia masih belum benar-benar paham apa yang baru terjadi.


Reyhan terdiam sesaat.Ia menggosok gosok matanya untuk meyakinkan diri.


"Hmm ternyata cuman mimpi" Reyhan bernapas lega.


Reyhan berusaha mengingat apa yang baru saja ia alami yang ternyata semua hanyalah mimpi.


Mimpi buruk bagi Reyhan.Ia hanya bisa termenung mengingat mimpi buruknya tadi.


"Cintaa. semoga tadi hanya bunga tidur saja. Aku tidak bisa membayangkan bila kamu benar-benar pergi dari ku." gumam Reyhan sambil kedua telapak tangannya menutupi wajahnya.


"Aku benar-benar mencintaimu, Maafkan aku, belum bisa bersikap jujur padamu. Ini beban tersendiri bagiku ingin diri ini jujur padamu tapi aku takut Cinta, takut mimpi tadi menjadi nyata" keluh Reyhan


Reyhan melangkah tertatih tatih menuju jendela kamarnya.Langit malam ini terlihat begitu indahnya dengan diiringi angin sepoi-sepoi dan sinar rembulan yang bersinar terang.


"Katakan pada om, jujur,! Apa benar kamu mencintai anakku Cinta dan sejak kapan?"


Pertanyaan yang sudah Reyhan duga akan terlontar dari mulut papa Cinta, tapi bukan secepat ini. Reyhan benar-benar tidak menduga secepat ini papa Cinta mengetahui hubungan mereka.


Tetapi karena Reyhan memang tulus menyanyangi dan mencintai Cinta.Dengan begitu gamblangnya ia mengutarakan apa yang ia rasakan. Reyhan pun berjanji bila memang mereka berjodoh ia akan menjaga dan membahagiakan Cinta lahir dan batin. Saat ini yang bisa ia lakukan hanyalah meminta restu kedua orang tua Cinta.


Reyhan meraih ponselnya. berpikir sejenak dan kemudian memutuskan untuk menghubungi Cinta.


Belum sempat dirinya mencari nomer Cinta, dering ponsel mengagetkan dirinya. Semakin terkejut Reyhan menatap layar ponselnya yang tertera nama Cinta.


Dengan senyum yang terkulum bahagia karena ternyata Cinta pun merasakan hal yang sama dengan dirinya.Reyhan pun menerima telepon dari Cinta.


Tidak lama kemudian mereka telah terlibat perbincangan yang seru dan mesra.


"Ya sudah Reyhan selamat beristirahat ya semoga cepat pulih dan bisa kembali beraktivitas lagi.Banyak yang kangenin kamu tuh! Cafe sepi sejak kamu gak masuk." jelas Cinta memberi info.


"Kamu ini bisa saja, Barista yang lain kan juga ada, mereka juga lebih jago ngeracik kopinya.Aku mah masih junior " Reyhan mencoba merendah.


"Lhaa ... kamu ini lagi dimana?" tanya Reyhan panik ia melirik jam dinding dimana jarum jamnya telah menunjukan pukul sebelas malam.


"Cinta! Kamu dimana?!" tanya Reyhan sekali lagi.


Panggilan Video tertera di layar ponsel Reyhan.


Secepat kilat Reyhan menerima undangan panggilan Video dari Cinta.


Di layar terlihat suasana cafe yang sepi hanya terdengar alunan musik.


Reyhan geleng-gelengkan kepala.


"Cinta Cukup! Dengar kata aku, cepat pulang! Bahaya ini sudah malam Hampir tengah malam." rayu Reyhan yang sangat mengenal Cinta bila dikerasi ia semakin keras.


Sehingga Reyhan berusaha mengambil hati Cinta perlahan , agar mau mengikuti perintahnya dan segera pulang.


"Tuh kan sepi! Kamu sih tak percaya." keluh Cinta.


"Iya ya sayang, aku paham sekarang.Aku minta maaf ya... sekarang kamu pulang. Okay!" rayu Reyhan lagi.


"Iyaa .. aku pulang. Sebentar lagi ya , tunggu selesai nyeruput kopi dulu. " jawab Cinta


"Pulang! soal kopi ntar aku bikinin yang enak special buat kamu. Sudah tinggalkan saja " seru Reyhan khawatir.


"Ayolah Cinta , jangan lama lama mikirnya.Pulang! Sekarang!" tegas Reyhan.


.........................................…....


Apakah cinta akan melakukan perintah Reyhan?


Yuk ikuti terus kisah selanjutnya.