
"Itu disana Zoe!" tunjuk Cinta sambil setengah berlari menyusul Zoe.
"Cinta! Reyhan!" teriak Mita dan Santi.
Alan terlihat mulai terkapar mendapat serangan dari beberapa preman jalanan.
"Heii hentikan !" seru Reyhan.
Para preman tersebut lalu menghentikan serangannya terhadap Alan. Lalu menoleh ke arah teriakan Reyhan.
"Wah satu lagi nih bos mau cari mati." celetuk salah saru anggota preman.
"Itu kan gadis yang kemarin bos. Yang turun dari bis!" tunjuk salah satu preman itu.
"Iya dan cowok yang kita habisin ini tadi yang mencegah kita bersenang-senang dengan gadis itu." sahut salah satu preman.
Reyhan yang mendengar ocehan preman itu dan niat jahat mereka pada Cinta membuat darah Reyhan terasa naik dan mendidih. Tanpa ba-bi-bu lagi Reyhan langsung melancarkan serangannya berupa tendangan berputar yang langsung tepat mengenai kedua preman tersebut.
Tanpa persiapan dan tanpa terduga serangan yang dilancarkan Reyhan tepat dengan telak mengenai rahang dan mulut sang preman yang mengakibatkan darah segar mengalir dan menyembur dari bibir serta mulutnya.dan langsung tersungkur jatuh.
Melihat kedua kawannya terkapar sekaligus .Karena terkena tendangan berputar Reyhan.Ketiga orang preman yang tersisa lainnya saling menatap ketakutan lalu bersiap diri untuk kabur.
"Jangan pernah kembali dan jangan berani-berani mencoba bahkan berpikir untuk menggoda istri aku!!" Ancam Reyhan sambil memeluk Cinta.
"Ingat itu! Kalau kalian berani macam-macam aku akan cari kalian kemanapun kalian berada. Dan akan aku buat perhitungan dengan kalian!!" Reyhan meludah di depan mereka.
"Pergi sana jauh-jauh!" hardik Reyhan. Yang membuat ketiga preman tersebut lari tunggang langgang.
Melihat para preman lari tunggang langgang Cinta kemudian memeluk dan mencium Reyhan "Terima kasih" bisik Cinta.
Cinta pun kemudian menghampiri Alan yang terlihat terkulai lemas terkapar di tanah.
"Al!" panggil Cinta sambil mengecek keadaan Alan yang sudah terkapar di tanah.
'Mita! Santi ! Ayo bantu!" panggil Cinta yang berusaha mengangkat Alan.
"Cinta biar aku saja" Reyhan memanggul Alan ke ruang pengobatan.
Sampai akhirnya perkara ini diketahui oleh pihak kampus.Reyhan dan Cinta pun dipanggil untuk memberikan kesaksiannya.
Setelah semua urusan selesai Cinta, Reyhan, Mita dan Santi pun memutuskan untuk mendinginkan kepala dan menenangkan diri mereka karena ketegangan yang terjadi sepanjang hari tadi. Mereka pun sepakat untuk refreshing jalan-jalan ke Mall
Saat melangkah mendekati tempat parkir.. Tiba-tiba muncullah Alan. Dengan wajah penuh dengan perban.
"Haii .." sapa Alan
"Haii...Alan? Bagaimana keadaanmu sudah baik kan? " tanya Cinta ketika melihat Alan menghadang jalan mereka.
"Al bagaimana ceritanya sampai kamu dikeroyok preman-preman tadi?" tanya Mita masih bingung awal mula Alan dikeroyok para preman tadi.
"Mereka marah karena kemarin aku membubarkan mereka saat menganggu Cinta dengan mengatasnamakan Ryan tapi akhirnya mereka tahu Ryan masih berada di penjara." jelas Alan.
"Dan akhirnya hari ini mereka balas dendam padamu" sahut Mita.
Alan mengangguk.
Reyhan memandang tajam ke arah Alan memperhatikan setiap gerak gerik dan cerita yang diceritakan Alan pada semuanya.
Entah kenapa Reyhan merasa ada yang aneh dari cerita yang disampaikan oleh Alan..Tapi apa itu, Reyhan sendiri belum menemukan nya.
"Kakimu bagaimana?" tanya Reyhan yang melihat sendiri tadi sewaktu ia membopong, kaki Alan seperti kesakitan dan tidak bisa diluruskan. Tetapi kenapa sekarang sudah bisa berdiri tegak di hadapannya.
"Hmm bisakah kaki cidera itu sembuh dengan begitu cepatnya." batin Reyhan.
"Sudah lebih baik dari tadi pagi. Sekarang sudah bisa berjalan lagi walau belum bisa secepat kaki normal." ucap Alan sadar dengan kecurigaan Reyhan.
Reyhan hanya tersenyum samar.
"Aku harus menyelidiki kasus ini ada yang tidak beres" batin Reyhan.
...........................................