
Cinta terlihat tergopoh-gopoh terbangun lalu menyambar handuk dan langsung masuk kamar mandi.
"Non Cinta dipanggil ibu!" Terdengar suara bi Ani dari balik pintu kamar Cinta.
"Iya bi bentar" jawab Cinta dari dalam kamar mandi.
Setelah selesai dengan segala prosesi mandi, Cinta menuju lemari bajunya. Memilih beberapa outfit yang menurutnya sesuai dengan kepribadiannya dan nyaman untuk digunakan seharian.
Hari ini jadwal Cinta padat sekali. Pagi ada kelas di kampus , lanjut menemani Reyhan siap siap pulang, kemudian sore ada kelas Dance.
Cinta benar benar harus minum vitamin dan mengisi asupan energinya yang cukup agar tetap fit hingga semua jadwalnya terselesaikan dengan baik dan sempurna.
Tiba-tiba ia teringat si Zoe bodyguard kasat matanya entah mengapa terbiasa dengan keberadaan Zoe yang antara ada dan tiada tapi jujur sebenarnya Cinta merasa nyaman dan aman merasa seperti ada seseorang yang selalu siap sedia menghadapi segala sesuatu yang akan membahayakan dirinya.
Sejak kejadian Ryan yang brutal dan membuat kekasihnya terkapar, nyali Cinta sekarang mulai menurun.Ngeri bila membayangkan kembali kejadian itu.
"Zoe .... andai kamu saat itu tidak sakit, aku yakin kamu akan membatu Reyhan menghadapi para berandal berandal itu."
Tak terasa air mata Cinta pun mengalir di pipi mulusnya."Reyhan .... maafkan aku" gumam lirih Cinta.
Cinta masih saja belum bisa memaafkan dirinya, andai ia tidak menyepelekan "Ryan andai saja tidak ada perjanjian itu andai saja ..." semua penyesalan itu terus berputar di kepala dan pikirannya.
"Non Cintaaaaa...." panggil Bi Ani mengingatkannya untuk sarapan.
"Iya bi ... ini Cinta sudah mau turun!"
"Baik non. bibi sampaikan bapak dan ibu" Lalu bi Ani pun meninggalkan kamar Cinta.
Setelah Cinta merasa yakin dan percaya diri dengan penampilannya, ia pun menyambar tas dan beberapa buku yang sudah dipersiapkannya sejak semalam.
Cinta pun menuruni tangga dan menuju ke ruang makan Disana sudah menunggu kedua orang tuanya.
"Pagi pa .. pagi ma..." sapa Cinta .
"Hai cantik yuk kita sarapan.Papa kamu sudah dari tadi menunggu, kangen pengen makan bersama seperti dulu lagi" kata mama sambil mengambil piring dan mengambilkan lauk favorit papa.
"Sini sayang, duduk dekat papa.Bagaimana kuliah kamu? Semua berjalan lancar kah? " tanya papa kepada Cinta.
Cinta menarik kursi yang berada di ruang makan dekat papa
Sebelum menjawab Cinta menyodorkan piring pada mamanya.Kemudian ia pun mengambil lauk yang disukainya
"Semua berjalan dengan lancar pa " jawab Cinta sambil mengunyah tahu krispi favoritnya yang biasanya ia cocol kan dengan saos sambal.
" Pa ....' kata sapaan yang penuh arti
"Iya sayang, ada apa?" jawab papa singkat sambil terus menikmati sarapan pagi nya.
"Kabar Zoe bagaimana?"
Papa dan mama kompak terbatuk batuk mendengar pertanyaan anaknya.
"Pa ... ma.. . Kenapa?" tanya Cinta khawatir.
"Enggak apa-apa sayang!" sahut papa Cinta sambil meneguk air minum dari gelasnya
"Ma tolong ayamnya" ucap Papa.
"Ayam goreng mama memang the best deh " ucap Cinta.
"Pastinya siapa dulu?" celetuk papa.
"Mama!" sahut Cinta dan papa kompak.
Mamapun tersipu malu mendapat pujian dari sang suami dan anak gadisnya.
"Pa ... Zoe kapan mulai bekerja kembali?" tanya Cinta meminta kejelasan.
"Hmm ada yang mulai kangen nih dengan kehadiran Zoe " senggol papa pada mama sambil memberi kode menggoda.
"Ih papa! selalu deh!" sewot Cinta sedikit malu.
Mama hanya tersenyum.
"Papa nih suka menggoda.Cinta kan sudah punya pacar pa sekarang?" jelas Mama.
"Mama..!!" sahut Cinta malu.
"Oh ya?? siapa ma? papa kok baru tahu " protes papa sambil melirik Cinta.
"Namanya Reyhan.Pintar bela diri juga pa idola seluruh cewek di kampus Cinta" jelas mama lagi.
"Mama ih..." kembali Cinta tersipu.
"Reyhan??"
"Iya.. Reyhan. Kenapa? Papa kenal?" tanya mama.
"Reyhan yang korban pengeroyokan kemarin itu ?" tanya papa sambil menatap Cinta tajam.
Cinta menelan saliva nya lalu mengangguk pelan. Sambil mengamati raut wajah papa.
"Korban pengeroyokan?" tanya mama.
Kembali Cinta mengangguk.
Papa Cinta terdiam dan menatap anaknya intens.
Cinta yang tanpa sengaja beradu pandang dengan papanya merasa takut dan hanya bisa menunduk.
Tak lama papanya pun berdiri dari kursinya dan berjalan menuju Cinta, lalu mencium keningnya dan pergi meninggalkan Cinta dan mama yang masih kebingungan.
...................................................
Hai hai hai maaf ya author lama up masih banyak kesibukan di RL yang menyita waktu hingga bekum sempet menemani Cinta dan Reyhan.
Hmm kira kira papa Cinta kenapa ya? kenapa meninggalkan Cinta dan mama tanpa penjelasan apapun ?
Marah kah papa Cinta ? Mungkinkah Cinta mendapat restu dari kedua orang tuanya akan hubungannya dengan Reyhan?? Ikuti terus ya kelanjutannya .
Jangan lupa like dan komen serta favorit ya kalau suka
Happy Reading.