
[Maaf siang ini aku tidak bisa menjagamu. Jangan jauh-jauh dari sahabat-sahabat kamu ya. Jaga diri! Jangan pancing masalah dan keributan.] bunyi pesan masuk dari Zoe baru saja Cinta terima.
"Cinta ...yuk!" ajak Reyhan sambil menyodorkan tangannya.
Cinta masih terdiam sambil memegang ponselnya.
"Cinta ada apa?' tanya Reyhan.menyelidik.Melihat Cinta terdiam dan termenung menatap ponselnya.
"Eh. .. Rey!"
"Ada apa Cinta? " tanya Rey serius.
"Tidak apa-apa Rey! yuk" Cinta mengulurkan tangannya dan berjalan beriringan menuju kelas mereka masing-masing.
"Cinta, nanti kamu langsung ke sanggar? latihan dance?" tanya Reyhan.
Cinta mengangguk yakin.
"Maaf aku gak bisa ngantar ke sanggar. Aku kerja shift pertama tidak apa-apa kan?" tanya Reyhan sambil memegang kedua tangan Cinta.
"Tidak apa-apa Rey. Kamu kerja aja. Aku bisa pesan ojek online kok." Senyum Cinta merekah untuk meyakinkan Reyhan bahwa dia baik-baik saja.
"Makasih sayang, buat pengertian nya. Hati-hati di jalan ya kabari kalau sudah sampai Sanggar." Lalu Reyhan mencium kening Cinta. Kemudian pergi meninggalkan Cinta menuju ke kelasnya sendiri .
"Daa Reyhan!" suara Mita dan Susanti kompak sambil melambaikan tangannya.
Reyhan yang mendengar suara mereka langsung menoleh dan tersenyum saat mengetahui siapa yang berteriak kompak tadi .
"Titip Cinta ya guys!" seru Reyhan dari kejauhan sambil melambaikan tangannya saat mengetahui yang menyapanya tadi adalah Santi dan Mita.
"Siapp komandan!" seru lantang Mita dari kejauhan.
"Thanks!" Lalu Reyhan menghilang di balik lorong.
Cinta yang melihat tingkah laku sahabat dan kekasihnya itu, hanya tersenyum bahagia.
Ia sangat bahagia mempunyai sahabat-sahabat yang baik dan kekasih yang penuh perhatian.
"Kok titip Cinta ke kita sih! Kita bisanya apa,?" ucap lirih Susanti.
Mita dan Cinta serempak menoleh ke arah Susanti.
Merasa sahabat sahabatnya menatapnya.Susanti lalu menjelaskan "Cinta jauh lebih bisa jaga dirinya sendiri. Kan Cinta jago bela diri. Lah kita? Harusnya bukan nitip ke kita tapi ke Zoe!'" goda Susanti melirik ke arah Cinta.
Kini ganti Mita dan Susanti yang menatap Cinta intens.
"What??" sambil menoleh ke arah Mita dan Susanti bergantian.
"Reyhan pasti belom tahu tentang Zoe!" tebak Mita.
"Pasti belom lah. Kalau sudah tahu, pasti Reyhan gak perlu khawatir. Karena tahu sudah ada yang jagain kekasihnya dari jauh." ucap Susanti.
"Bisa-bisa si Zoe diajak ketemuan sama Reyhan, diberi ultimatum jangan dekat-dekat Cinta. Takut kekasihnya diambil. " kelakar Mita yang disambut gelak tawa Susanti.
Cinta hanya diam. Selama ini ia memang belum memberitahu Reyhan tentang keberadaan Zoe. Cinta juga belum bisa membayangkan reaksi Reyhan bila tahu selama ini gerak gerik mereka ada yang mengawasi.
Spontan Cinta menoleh ke kanan dan ke kiri melihat sekeliling.
"Kenapa Cin? kamu lihat Zoe?" tanya Mita sambil ikut melihat ke sekeliling mereka.
"Hmm walaupun ada di depan mata pun. Mana aku tahu itu Zoe. " keluh Cinta.
"Kamu sih waktu mau dikenalin sama papa kamu kabur mulu!" protes Susanti.
"Iya iya aku salah. Waktu itu kan aku gak suka kalau papa ambil keputusan sepihak! Jadi aku kabur. Niatnya nunjukin ke papa kalau aku gak setuju dengan keputusannya. Ehh ternyata percuma. Tetap aja papa pake Zoe untuk jadi Bodyguard bayangan ku." jelas Cinta.
"Yah udah. Yuk kita masuk kelas dulu bentar lagi dah mulai" ajak Mita .
"Oke siap delapan enam Bu! Laksanakan !" kelakar Cinta dan akhirnya mereka bertiga tertawa bersama.
......................................................
(Di kantor papa Cinta)
Jam di dinding menunjukan pukul satu siang.
Papa Cinta terlihat sedang termenung dan tangannya terus memainkan bolpoin.
Terlintas di pikiran papa. Saat Reyhan membukakan pintu mobil untuk Cinta. Membuat papa tersenyum bahagia.
"Dia memang anak yang sopan dan selalu menghargai orang lain. Terutama wanita.Aku yakin ia tidak akan melukai dan mengecewakan Cinta." gumam papa.
"Selama ini sudah terbukti dia selalu menjaga dan melindungi Cinta. Hingga ia rela dirinya dihajar dan dikeroyok oleh berandal-berandal sewaan itu."
"Sepertinya Reyhan memang baik untuk Cinta. Tapi bagaimana cara mengatakan pada Cinta kalau sebenarnya aku sudah lama ingin menjodohkannya dengan---"
Belum selesai papa melanjutkan kalimatnya.
"Permisi pak ... ada yang ingin bertemu bapak. Katanya sudah bikin janji temu dengan bapak!" info sekretaris kantor.
"Siapa ya?"
"Namanya Zoe"
"Suruh tunggu bentar ya."
Setelah membereskan pekerjaan nya sebentar. Lalu papa Cinta pun bersiap untuk menemui Zoe.
....................................................
"Cintaa!" panggil Alan
Mendengar namanya dipanggil. Cinta pun menoleh ke arah sumber suara.
"Heii Al .. " sapa Cinta.
"Cin .... aku dengar kamu latihan dance ya?" tanya Alan antusias.
Cinta mengangguk cepat.
"Boleh gak aku gabung di sanggar kamu."
Alan adalah mahasiswa baru pindahan dari Samarinda. Bisa dibilang baru banget. Jadi Alan masih perlu banyak beradaptasi dengan lingkungan dan banyak tanya untuk mencari tahu apa yang ia butuhkan.
"Kamu dancer juga?" tanya Cinta.
Alan mengangguk yakin.
Cinta memperhatikan Al sekilas.Ternyata Alan memang mempunyai fisik yang bagus sebagai dancer cowok.
"Okay Al. Kalau kamu mau, ikut aku sekarang, boleh! Kebetulan aku ada jadwal latihan hari ini atau kalau kamu sibuk, datang saja ke sanggar se-ada waktunya kamu.Ini alamatnya." Cinta menyodorkan kartu nama sanggar tarinya.
"Aku ikut kamu aja deh biar sekalian ada guide nya." goda Alan.
"Hahaha. Kamu ini ada-ada saja." jawab Cinta sambil tertawa.
"Okay aku pesan ojek online dulu ya"
"Kita barengan aja Cinta.Aku bawa kendaraan kok." ajak Al
"Hmm, boleh deh yuk !" ajak Cinta.
Lalu Cinta dan Alan berjalan bersama menuju tempat parkir mobil.
"Lho itu kan Cinta Mit!" tunjuk Susanti
"Itu kan Alan anak baru di kelas kita kan?" tunjuk Susanti.
Lalu mereka mengangguk bersama.
"Kok mereka jalan bareng? "
"Bukannya tadi Cinta pamit akan ke sanggar untuk latihan dance." ucap Mita heran.
'Kok firasat aku gak enak ya." ucap lirih Susanti.
"Hush ngomong apaan sih kamu San!" tepis Mita.
"Beneran MIT ! Tiba-tiba perasaan aku aneh. Semoga kali ini perasaanku salah!" harap cemas Susanti.
Susanti sahabat Cinta terkenal di lingkungan terdekat mereka memiliki six sense yang lumayan kuat
Apa yang diucapkan atau yang ia rasakan biasanya sering benar dan selalu terjadi.
"Sebenarnya ada apa ya? ngapain juga Cinta bersama anak baru itu." tanya Mita
"Iya.Dan tidak seperti biasanya juga Cinta mau saja pergi berdua dengan cowok selain Reyhan." ucap Susanti.
"Coba deh kamu hubungi Cinta. Chat saja, gak enak juga nanti Cinta menjawabnya. Kan ada Al disebelahnya" saran Susanti.
"Okay .. okay! Aku chat sekarang!" Mita pun menuliskan beberapa kalimat pertanyaan kepada Cinta. Lalu mengirimnya ke nomer WhatsApp Cinta.
Untuk beberapa saat mereka menunggu jawaban Cinta. Tetapi jawaban itu tidak datang-datang juga
Mita dan Susanti saling berpandangan mencari solusi.Perasaan Susanti semakin tidak enak saja Tapi Susanti juga tidak tahu kenapa perasaannya seperti itu
"Coba aku telepon saja" inisiatif Susanti.
Susanti mengambil ponselnya lalu menekan nomer Cinta. Nada sambung terdengar. Santi menunggu respon Cinta sedetik dua detik ternyata tidak ada jawaban juga.
'Bagaimana ini?" tanya Mita khawatir
"Tapi ada Zoe kan? " ucap Susanti mencoba menghibur dan menenangkan perasaannya sendiri
Mita mengangkat bahunya tanda tidak tahu dan tidak yakin.
"Harusnya! Andai kita tahu nomer Zoe" harap Mita.
"Boro-boro nomer Zoe, orangnya saja kita gak tahu" seru Susanti.
"Kita?? Cinta sendiri saja gak tahu bentukan Bodyguard nya bagaimana ?" keluh Susanti.
"Terus bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan" tanya Mita.
"Coba hubungi Reyhan?"
"Bukannya Reyhan di Cafe ya? Shift pagi kata Cinta'" Susanti mencoba untuk mengingatkan.
"Kalau gitu kita ke Cafe yuk beritahu Reyhan!" saran Mita.
"Ayoo cepat! Perasaan aku makin gak enak nih" ajak Susanti menarik tangan Mita.
Susanti dan Mita berlari lari kecil.Mereka menuju ke Cafe dekat kampus mereka dimana Reyhan bekerja sebagai Barista disana.
Setelah mereka sampai di Cafe. Santi dan Mita pun celingukan mencari sosok Reyhan. Tetapi sosok yang dicarinya tidak diketemukannya juga.
"Bagaimana nih? " tanya Susanti.
Mita melangkah menuju kasir Cafe dan bertanya disana.
"Permisi mas? bisa bertemu dengan Reyhan nya sebentar?"
"Reyhan?" tanya kasir Cafe.
Santi dan Mita mengangguk kompak.
"Reyhan tadi ijin. Mungkin nanti sore dia datang."sahut temannya.
"Ijin?" Mita dan Susanti saling berpandangan. Lemas sudah tubuh Mita dan Santi mendengarnya.
..........................................................
Apa yang terjadi sebenarnya?? Ikuti terus yuk kisah Cinta Reyhan.
Bila suka jangan lupa komen, like, dan jadikan fav yaa kirim-kirim hadiah juga boleh.
Terima kasih.
Happy Reading ❤️