
Dengan mengendap-endap, Reyhan berusaha mencari celah pintu atau jendela yang mungkin bebas dari penjagaan.
Bangunan gudang tua yang terbengkalai itu minim jendela. Tetapi setelah Reyhan menelitinya lebih lanjut akhirnya ia menemukan titik celah untuk dirinya masuk ke dalam gudang itu
Dengan keahlian pakour yang dimilikinya.Bukan lah sesuatu yang sulit bagi Reyhan untuk menyelinap masuk ke dalam gedung tersebut.
Reyhan sangat bersyukur, tidak sia-sia dirinya belajar keahlian parkour yang sangat-sangat sulit dan butuh ketrampilan ketepatan dalam mengukur jarak lompat Akhirnya keahliannya ini bisa ia gunakan untuk usahanya menyelamatkan kekasihnya.
..................................................
"Bagaimana bos apa sudah ada kabar dari orang tua gadis serigala itu "
"Belum. Harus dengan ancaman apalagi ya? Agar bisa membuat orang tuanya segera menebus gadis itu." Kepala penculik sedikit bingung dengan tidak adanya reaksi dari orang tua Cinta
"Jangan sampai bos sudah dengan susah payah menculik gadis ini, ehh ternyata orang tuanya tidak peduli." seru salah satu preman.
"Hmm aku sudah terlanjur berjanji pada ponakan ku untuk tidak menyakiti gadis itu.Tapi kalau tidak kita sakiti, orang tuanya tidak akan panik.Akhirnya begini kita dianggap angin semilir saja." gerutu pak Lucky kepala, sekaligus otak penculikan ini.
"Bawa sini gadis itu! kita sayat sedikit tangannya sambil kita video call orang tuanya agar mereka panik dan segera mengambil keputusan.Untuk segera memberikan tebusan sebesar dua puluh milyar atau mencabut tuntutan terhadap Ryan.'"perintah otak penculikan.
Kemudian kedua preman itu pergi untuk membawa Cinta pada bos mereka.
............................................
Derit bunyi pintu tua terdengar nyaring, saat dua preman itu masuk dan akan membawa paksa Cinta.
Cinta menolak saat akan dibawa oleh dua preman tersebut.
Cinta berusaha berteriak tetapi mulutnya disumpal dan dilakban. Kedua tangannya pun diikat.
Saat dua preman tersebut berusaha membawanya, Cinta berusaha kabur dengan menendang ******** sang preman yang akhirnya tumbang kesakitan.
"Aarghhh! Cewek sialan! Akan kuhabisi kamu!" teriak salah satu preman terkena tendangan maut Cinta
Cinta terus berusaha kabur. Tetapi sayang dia dihadang lima preman yang tersisa.
"Tangkap dia!" perintah salah satu preman.
Walaupun Cinta sudah berusaha untuk kabur tapi jumlah preman yang mengepungnya cukup membuat dirinya kewalahan apalagi tangannya masih terikat. Dan akhirnya tertangkap lah Cinta oleh preman-preman tersebut.
..........................................................
Reyhan berusaha mencari Cinta. Satu per satu ruangan ia buka tapi belum juga ia menemukan keberadaan Cinta.
Hingga akhirnya ia mendengar suara keributan di ruangan atas.
Reyhan pun mengikuti arah suara tersebut yang diyakini oleh nya itu suara berasal dari sang penculik.
Reyhan terus mendekati asal suara yang terdengar mengadu kesakitan dan ada juga suara umpatan serta ancaman-ancaman lainnya
Reyhan semakin yakin ada Cinta yang sedang mereka sandera disitu.
"Cinta ,.. dimana kamu?" gumam Reyhan khawatir.
"Halo bapak Leo yang terhormat, sampai detik ini saya pantau belum ada transfer masuk dan tuntutan pun juga belum dicabut. Jangan pikir saya hanya bercanda. Waktu yang saya berikan sudah hampir habis kalau anda tetap tidak memenuhi permintaan saya, maka jangan harap anda melihat lagi anak semata wayang bapak."
Lalu Lucky memberi kode pada anak buahnya untuk membawa Cinta kepadanya lalu menunjukan pada orang tua Cinta.
Lakban dan sumpalan di mulut Cinta pun dibuka paksa..
"Papa! Mama! " jerit Cinta saat melihat kedua orang tuanya di layar smartphone milik Lucky.
Jeritan pilu Cinta membuat mama tak kuasa menahan emosi nya.
" Bajingan! Jangan berani kau sentuh anakku.!" jerit mama Cinta.
Lucky tertawa dengan angkuhnya.karena berhasil menakuti kedua orang tua Cinta.
"Aku hitung sampai sepuluh, jika tidak ada transfer masuk atau kepastian cabut tuntutan. Maka ...." Lucky mengarahkan pistol ke arah pelipis Cinta.
"Satu ..dua .. tiga--" Lucky terus menghitung dan perlahan jarinya bergerak siap menarik pelatuk.
"Tunggu! Okay okay saya trasfer sekarang!" teriak Papa Cinta sambil mengambil ponselnya dan menelepon sekretarisnya untuk mentransfer sejumlah uang yang diminta Lucky.
Lucky menyeringai penuh kemenangan
Tiba-tiba terdengar pintu di dobrak.
"Paman! Lepaskan Cinta ! " suara lantang tiba-tiba itu menggema di seluruh bangunan itu.
"Alan! " gumam Reyhan yang bersembunyi tidak jauh dari tempat Cinta disandera.
Reyhan mencari celah dan kesempatan untuk dapat menyelamatkan Cinta tanpa membahayakan Cinta.
"Paman ingkar! Paman bohong!" teriak Alan lantang.
"Paman bilang hanya ingin berbicara empat mata dengan Cinta tanpa menyakitinya tetapi nyatanya Paman memperalat Alan untuk membawa Cinta pada paman dan menyanderanya bahkan sekarang ingin melukai Cinta!'?" Emosi Alan meledak-ledak.
Melihat kesempatan yang bagus ini. Karena perhatian Lucky terpecah dengan protes sang ponakan. Maka Reyhan meloncat dan melumpuhkan satu persatu anak buah Lucky yang ada di ruangan itu.
Secara Reflek Lucky menembak membabi buta saat tahu anak buahnya tumbang satu per satu oleh Reyhan.
Alan langsung menyergap Lucky dan berusaha mengambil pistol yang dipegangnya. Lalu terjadilah pergumulan yang sengit antara Alan dan pamannya Lucky.
Tanpa menyia-nyiakan waktu lebih lama lagi. Reyhan langsung meraih tubuh Cinta dan melindungi Cinta dari tembakan yang tak terarah itu dengan tubuhnya.
Sial bagi Reyhan ada dua tembakan yang mengenai pundak dan kaki Reyhan saat melindungi Cinta.
Dengan menahan rasa sakit dan tertatih Reyhan berusaha membawa Cinta menjauh dari situasi yang berbahaya itu.
................ ............. .............
Mendengar beberapa kali suara tembakan. Mita dan Susanti pun saling pandang .
"Reyhan!' seru mereka bersamaan.
Tanpa menunggu lama lagi, Susanti langsung membawa mobilnya pergi menjauh dari lokasi dan menghubungi polisi serta melaporkan apa yang sedang terjadi.
"Bagaimana ini?" Suara tembakan tadi? Reyhan .... Cinta?" ucap Mita khawatir.
"Kita tidak tahu apa yang sedang terjadi kita tunggu disini. Kalau iring iringan polisi datang kita ikuti. Kita bilang bahwa kita yang melaporkan tadi." jawab Susanti.
"Kita bantu dalam doa saja semoga semua dalam keadaan baik-baik saja. Reyhan maupun Cinta selamat tanpa kurang apapun." lanjut Susanti mencoba menenangkan diri dan berpikir positif
Tidak lama kemudian terdengar sirene mobil polisi beriring-iringan.
Setelah menunggu beberapa saat dengan perasaan yang khawatir sejak para polisi mengepung dan sebagian masuk ke dalam gudang tua tersebut.
Terlihat samar, Keluarlah cinta merangkul Reyhan yang berjalan tertatih dengan kaki dan pundak yang berlumuran darah.
"Itu Cinta dan Reyhan!" tunjuk Mita.
"Yeee mereka selamat! Terima kasih Tuhan Engkau telah selamatkan kedua sahabat kami." ucap Susanti bersyukur.
Akhirnya mereka berdua berlari menemui Cinta dan Reyhan.
........................................................
Kedua orang tua Cinta pun telah mendapatkan kabar dari polisi bahwa anak mereka selamat Berkat seseorang yang saat ini sedang menunggu dirawat oleh tim medis.Karena terkena tembakan beruntun yang membabi buta dari pentolan penculik yang panik. Dan para penculik itu kini telah mereka amankan.
Mendengar kabar yang membahagiakan tersebut Papa Cinta bersujud syukur lalu mengajak istrinya pergi menemui anaknya.
...................................................
Cinta, Mita dan Susanti masih saling berpelukan. Mereka sangat bahagia masih bisa berkumpul bersama kembali.
"Terima kasih Reyhan berkat kamu Cinta dapat ditemukan dan selamat." ucap Susanti
"Tapi lihat karena melindungi ku Reyhan jadi terkena Tembakan "
"Maafkan aku Rey!" ucap sedih Cinta.
"Heii Cintanya aku. Ngomong apaan sih kamu. Tidak ada yang perlu dimaafkan kamu tidak salah!" seru Reyhan sambil membelai rambut Cinta
"Tapi gara-gara aku, kamu jadi begini.?" butiran hangat yang lembut menetes dari pelupuk mata Cinta.
"Aku mencintaimu Cinta. Justru aku akan merasa sangat tidak berguna dan sedih bila kamu terluka." ucap Reyhan.
Lalu mereka pun berpelukan.
"I love you Rey.."
"I love you too Cinta " jawab Reyhan sambil terus membelai dan mencium kening Cinta
Reyhan sangat bahagia sekali walau ia terluka tapi rasa sakitnya terobati dengan melihat Cinta selamat dan kini aman dalam pelukannya.
"Ehem..." terdengar suara bass lantang dari belakang Cinta.
Cinta pun menoleh ke arah suara yang tidak asing di pendengarannya itu
"Papa! Mama!" Lalu Cinta memeluk erat papa dan mamanya.
"Cinta anakku! Kamu selamat ! Kami takut sekali tadi, saat kamu ditodong pistol oleh bajingan jahanam itu! " ucap papa.
"Ternyata Ayah dan anak tidak beda jauh. Otak kriminal dan kepala preman !" umpat mama pada si penculik.
Lalu papa dan mama Cinta menoleh ke arah Reyhan yang terlihat masih berlumuran darah menunggu tim medis datang untuk membersihkan luka dan mengeluarkan peluru dari tubuh Reyhan
"Terima kasih nak!" ucap papa singkat sambil tersenyum dan mengacak-acak rambut Reyhan.
"Good Job! " seru Papa Cinta.Lalu menepuk pundak Reyhan yang sebelah satunya, yang tidak terkena tembakan.
"Aku selalu yakin denganmu!" senyum papa kembali merekah.
Reyhan pun tersenyum kikuk dan menganggukkan kepala.
Cinta, Mita dan Susanti menatap heran. "Sejak kapan Reyhan dan Papa Cinta akrab? " batin Mita.
"Aku selalu yakin denganmu? Apa maksud papa? Papa kenal Reyhan?" batin Cinta.
"Maafkan tante, tadi siang sudah menuduh mu yang tidak-tidak.Tante khilaf.MaafkanTante ya. Terima kasih Zoe! Terima kasih telah menyelamatkan anak kami. Ternyata tepat pilihan suami aku. Kamu bisa kami andalkan untuk menjaga dan melindungi Cinta." ucap mama Cinta.
Cinta menatap bingung bergantian ke arah mama dan papanya.
"Zoe?? maksud mama?" tanya Cinta bingung.
"Ini Reyhan ma! bukan Zoe! Zoe bodyguard yang papa bayar untuk melindungi aku tidak pernah muncul ! Ia tidak pernah melindungi aku! Waktu peristiwa pengeroyokan Ryan kemarin dan penyanderaan tadi, Reyhan lah yang selalu ada dan melindungi aku, bahkan rela membiarkan dirinya teraniaya serta terluka untukku. Bukan Zoe ma! Ini Reyhan " tunjuk Cinta ke arah Reyhan
"Reyhan? Reyhan kekasih kamu?Teman kuliah kamu itu? Sang Barista?" Mama pun bingung. Lalu menatap ke arah Reyhan dan Cinta.
Cinta mengangguk yakin.
"Anak lelaki dengan luka tembakan ini mama kenal sebagai Zoe. Kenapa sekarang Cinta bilang kalau ini Reyhan kekasihnya?' batin mama.
Lalu mama pun menoleh ke arah papa berganti ke Zoe.
"Pa !.... ada apa ini?'' Mama punya felling papa mengetahui sesuatu yang tidak ia ketahui.
"Dan kamu. Katakan di depan tante dan Cinta. Siapa sebenarnya kamu? Zoe atau Reyhan" tantang mama.
Cinta menatap Reyhan bingung Dari sorot matanya meminta jawaban.
........................................................
Mau tahu jawabannya yukk ikuti terus kisah Cinta Reyhan.
Bila suka ceritanya yuk komen like dan jadikan favorit ya
Kirim hadiah juga boleh ditunggu .
Terima kasih buat dukungannya.
Sambil menunggu up, aku kenalin karya teman aku unopp dengan judul TRIPLE K
Ketiganya memiliki nasib yang sama.tidak tau asal usulnya, tak tau dimana keluarga berada. apa mereka anak haram yang tak di inginkan?
Mereka gadis yang memiliki inisial yang sama 'K', Kania Reskyta Utami, Keysa Refilita Putri dan Kirana Resky Natasya mereka bertemu saat kecil, sampai sekarang ketiganya menjadi sepasang sahabat yang tak bisa di pisahkan.
Hanya tinggal di sebuah kontrak petak kecil? Mereka tidak pernah mengeluh. Mereka menjalaninya dengan suka cita. ketiganya banting tulang bekerja sana sini untuk melanjutkannya pendidikan ke universitas yang mereka inginkan.
Tetapi di suatu kejadian, mereka bertemu dengan Pria kaya yang angkuh dengan kepribadian yang berbeda beda. mereka terikat dalam suatu perjanjian.
Bagaimana nasib mereka kedepannya?
Apa TRIPLE K bisa bersabar dengan kepribadian menyebalkan mereka yang membuatnya naik darah?