My Sexy Bodyguard I Love You

My Sexy Bodyguard I Love You
Terkejut



Sudah hampir dua jam perjalanan menuju kampung halaman Zoe.


"Masih jauh Cinta? " tanya Mita.


"Harusnya sih sudah hampir sampai" Cinta berusaha mengingat kembali jalan menuju kampung halaman Zoe.


Sudah hampir lima belas tahun ia tidak pernah lagi ikut papanya ke kampung halaman Zoe.


Banyak yang sudah berubah. Toko- toko sudah mulai banyak di sepanjang jalan.


"Berhenti!" seru Cinta mendadak.


Susanti pun akhirnya menginjak rem mendadak .Untung saja jalanan sepi.


"Ada apa ? Kamu melihat Reyhan? " tanya Susanti.


"Kita sudah sampai?" Mita mencoba mengamati keadaan sekitar.


"Itu ...sungai tempat aku dan Zoe dulu bermain." tunjuk Cinta.


"Kita kesana yuk Santi. Kamu pasti suka." ajak Cinta.


Akhirnya mobil Susanti pun melaju ke arah sungai yang ditunjuk oleh Cinta.


Sungai terlihat berkilau indah saat sinar mentari mengenai permukaan sungai yang jernih.


Saat mobil Susanti menepi dan berhenti. Cinta langsung membuka pintu mobil dan berlari menuju ke tepi sungai.


Cinta merentangkan kedua tangannya .Dan menghirup udara dalam-dalam. "Segarnya!" gumam Cinta.


"Woww pemandangan disini sangat indah.Dan udaranya.segar beda dengan di kota." seru Mita sambil merentangkan kedua tangannya dan berputar putar berlarian .


Susanti menghirup udara dalam-dalam "Hmm ternyata benar udara disini jauh lebih segar daripada di kota" batin Susanti.


"Santi! sewa sepeda yuk! Tuh ada persewaan sepeda kita bisa bersepeda sepanjang sungai." ajak Cinta dengan penuh semangat.


"Aku juga mau Cinta! " Mita berlari mengikuti Cinta menuju persewaan sepeda.


Kemudian mereka bertiga pun berlari menuju persewaan sepeda.


Akhirnya mereka memilih sepeda yang sesuai dengan mereka. Lalu mulai menyusuri sepanjang tepi sungai.


"Wah asyik juga ya Cinta? Sudah lama aku tidak bersepeda." Mita terlihat sangat menikmati perjalanan mereka kali ini.


"Apalagi aku ... terakhir bersepeda waktu masih Sekolah Menengah Atas." sahut Susanti.


"Dulu aku sering bersepeda bersama Zoe setiap aku ke kota ini. Dan itu sudah sangat lama." cerita Cinta dengan wajah berbinar binar saat bercerita tentang kebersamaan dirinya dengan Zoe waktu mereka masih kecil.


Mita dan Susanti pun saling berpandangan penuh arti.


"Sepertinya ada yang kangen nih" sindir Susanti.


Cinta hanya tersipu malu. Dan tetap mengayuh sepedanya menyusuri tepi sungai . Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah sepeda yang tergeletak di tanah di depan sebuah gudang kosong.


Hampir saja Mita terjatuh dari sepeda karena Cinta mendadak menghentikan sepedanya.


"Ada apa Cinta?" tanya Susanti heran


Bagai dihipnotis Mita dan Susanti pun mengikuti Cinta.


"Gedung apa ini Cinta ? " Susanti mengamati dengan teliti keberadaan mereka.saat ini .


Sebuah gudang tua yang terlihat masih kokoh berdiri menyisakan kejayaannya pada masanya.


"Ini gedung apa Cinta " tanya Mita sambil berkeliling mencoba menebak.


"Ini dulu kantor papa aku. Waktu ada proyek disini. Dan disinilah pertama kali aku berjumpa dengan Zoe." kenang Cinta


"Hmm... pantas kamu langsung menghentikan sepeda kamu saat melihat gedung ini. Ternyata banyak kenangan yang tersimpan disini." Susanti berkeliling gedung dan menengok ke arah jendela yang mengarah ke arah sungai.'"Pemandangan yang sangat memanjakan mata" komentar Susanti.


"Aku berhenti bukan karena gedung ini. Yang pertama kali membuat aku berhenti tadi adalah sepeda yang tergeletak di luar tadi. Kalian melihatnya bukan? Sepeda lipat hitam ada tulisan kuning." Cinta memberikan kejelasan


Mita mengangguk "Aku melihatnya."


"Kalau tidak salah itu sana dengan yang ada di foto yang Zoe berikan padaku." Cinta pun menunjukan foto tersebut pada Mita.


"Iya kamu benar Cinta itu sepeda Zoe.!" ucap Mita.


Tiba-tiba Susanti bereaksi seperti melihat sesuatu yang tidak iseharus nya ia lihat


'"Itu kan?-----" sambil salah satu tangan menutup mulut nya dan tangan satunya menunjuk ke arah luar gedung.


"Ada apa San?" Cinta akhirnya menghampiri Susanti yang berdiri mematung di depan jendela.


Betapa terkejutnya dirinya melihat Reyhan sedang berboncengan dan saling tertawa lepas. Bersama seorang gadis manis berambut sebahu .


Tiba-tiba kaki Cinta terasa lemas dan tak sanggup untuk berdiri lebih lama lagi


"Siapa itu Cinta?" tanya Mita yang ternyata ikutan melihat ke arah luar jendela


"Entalah " sahut Cinta bingung melihat Reyhan tertawa bersama gadis lain. Rasanya ada perasaan sakit tapi tidak berdarah dalam dada Cinta. Hanya lelehan cairan hangat melewati pipi mulusnya. Sebagai perwakilan apa yang sedang ia rasakan saat ini.


....................................


"Yuk ikuti terus kisah Cinta dan Zoe "


Jangan lupa tinggalkan jejak ya tap favorit , like dan komen


Oya saya bawakan sedikit oleh-oleh karya teman literasi saya .



Happy Reading