My Secret Bride

My Secret Bride
Bab59



Di sebuah ruangan ICU seorang pria terlihat sangat rapih dengan penampilannya yang acak acakan, posisinya tidak berubah sedikitpun sedari tadi. Dia duduk di kursi yang ada di samping brankar yang di tiduri sang istri sembari memegang tangan sang istri dengan penuh cinta, sesekali dia mengecup punggung tangan istrinya dengan ucapan cinta yang keluar dari bibir miliknya.


"Sayang bangunlah, aku mohon" pinta Nicho penuh harap pada sang istri, sedari tadi air matanya tidak berhenti turun tanpa permisi. Hatinya hancur saat sang istri di aniaya bahkan dilecehkan oleh pria yang berstatus sebagai ayah dari suaminya, bahkan wanita yang masih memiliki darah daging yang sama dengannya tega menghabisinya dan membuatnya menjadi wanita cacat.


"Maafkan aku tidak bisa menjagamu baby"


"lepaskan aku, aku tidak mungkin mencelakai putri ku sendiri sialan!" sayup sayup Nicho mendengar teriakan ibu mertuanya, namun dia hanya diam mengabaikan keributan diluar karena menurutnya prioritasnya saat ini adalah wanita yang sedang berbaring dihadapan nya.


tok tok tok


"Nich, Nyonya Rita tetap kekeh memaksa ingin bertemu dengan Nasya" ucap Maxim menyembulkan kepalanya keruangan dimana tempat Nasya di rawat


"Biarkan dia melihat di kaca, jangan biarkan dia masuk ke sini" jawab Nicho dingin tanpa menatap lawan bicaranya.


Mendapat Izin melihat putrinya dari balik kaca saja Nyonya Rita sudah sangat bersyukur, ia cukup tau diri untuk masuk mendekati Nasya. Dia adalah ibu terburuk yang tidak bisa menyelamatkan putrinya dari ambang kehancuran.


"Putriku yang malang" lirih Nyonya Rita dari balik kaca dadanya sesak melihat bagaimana tidak berdayanya putrinya di sana, bayangannya kembali kepada kenangan masa lalunya dimana dia dengan teganya membiarkan putrinya kelelahan dan kecapekan, dia tidak peduli sedikitpun dengan keadaan putrinya bahkan saat Nasya melarikan diri pun dia tidak peduli.


"Maafkan aku, sungguh aku tidak punya pilihan selain menjauhkan mu dariku" memang Nyonya Rita memiliki alasan mengapa dia sangat acuh tak acuh pada putrinya dia tidak peduli putrinya diperlakukan seperti babu oleh semua orang di mansionnya, itu karena dirinya tidak ingin ingat jika Nasya adalah putrinya dari pria yang telah dihabisinya, jika mengingat hal itu rasa bersalah menggerogoti jiwa Rita tanpa ampun, dan membiarkan dia pergi dari rumah adalah hal yang tepat karena Nyonya Rita tahu dengan siapa Nasya tinggal.


"Aku adalah manusia yang tidak pantas menjadi seorang ibu" ucapnya lagi, tubuhnya luruh ke bawah Nyonya Rita menangkup tangannya sendiri dan menenggelamkan wajahnya di sela lututnya yang dilipat, dia tidak berhenti menangis bagaimana terlukanya Nasya saat itu. Meskipun dia tidak tahu bagaimana kronologinya tapi dia yakin yang Nasya lewati tidak lah mudah.


"Nich makanlah, jangan seperti anak kecil ingatlah kamu sudah Tua" titah Bastian pada sahabatnya ia sungguh miris melihat bagaimana tidak terurusnya penampilan Nicho yang biasanya menjaga penampilan.


"Bagaimana aku bisa makan, jika istriku masih terbaring lemah begini?" tanya Nicho menatap Nasya dengan penuh penyesalan, menyesal karena tidak dapat menyelamatkan keselamatan Nasya.


"Apa kamu akan tetap begini? membiarkan mereka tertawa di sana, sedangkan kamu di sini hanya menangis meratapi cobaan yang Tuhan berikan di pernikahan kalian? ini bukan seperti kamu Nich!" teriak Maxim frustasi.


"Pelankan suaramu sialan!" desis Nicho dingin.


"Pergilah bersihkan dirimu, masih banyak hal yang harus kita selesaikan, kita juga perlu memikirkan bagaimana caranya memberi mereka hukuman yang pantas atas apa yang mereka lakukan" ucap Bastian mencoba membuat Nicho mengerti.


"Aku takut meninggalkan istriku Bas" ucap Nicho menatap Bastian dan Maxim dengan tatapan miris dan terluka yang tersirat di matanya.


"Bram akan menjaga Nasya dengan Tim ku" Bastian mencoba membujuk Nicho.


"Apa mereka mampu? apa mereka tidak akan mengkhianati ku?" tanya Nicho


"Yakinlah, Bram pasti bisa menjaga istrimu" ucap Maxim memberi sahabatnya support.


"Baiklah, siapkan keperluanku, sepertinya sudah lama sekali tanganku tidak berolah raga" ucap Nicho lalu berdiri dari kursinya, "Baby, aku mandi dulu, jangan cemas ada Bastian dan Maxim yang menjagamu, mmwah" sebelum meninggalkan Nasya Nicho menyempatkan untuk mencium kening istri tercintanya setelahnya dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lebih dari 2 hari tidak terkena air.