
"Siapa yang mengizinkan mu mengikuti prank Bram? kita bukan selebritis yang kerjanya bikin konten" ucap Nicho menatap tajam kepada asistennya, "Sekarang katakan dimana istriku?"
Nicho masih belum sadar jika ini bukan prank ini nyata jika Nasya memang menghilang, Bram tidak mengerti dengan keadaan bosnya saat ini
"Tenangkan diri anda Tuan, saya yakin anda pria yang cerdas Anda pasti mudah menemukan istri anda" ucap Bram mencoba menguatkan bos nya yang masih terlihat Ling lung.
"Bram aku melihat Nasya mendekorasi taman belakang, dia ingin memberiku kejutan kehamilannya, jadi aku yakin ini juga salah satu konsep kejutannya bukan?" tanya Nicho dengan menahan senyumnya dia sudah tidak sabar ingin menghujani istrinya dengan kecupan kasih sayang, dia juga sudah tidak sabar ingin menyapa putranya dari istri tercintanya.
"Tuan? ini bukan prank ini nyata, Nona hanya ingin memberikan suprise tidak dengan acara prank Tuan, tolong mengertilah" ucap Bram dia kesal melihat tuannya yang seolah tidak percaya dengan situasinya saat ini.
"Aku yakin ini prank" tanya Nicho menunjuk nunjuk Bram dengan senyuman meledek namun diiringi dengan air mata yang turun ke pipinya dengan deras. Dia hanya ingin percaya jika ini adalah prank yang direncanakan istrinya, namun hatinya merasa nyeri karena sebenarnya dia sadar mungkin ini memang nyata bukan sekedar prank, jika prank apakah kabar kehamilan istrinya juga prank?.
"Tuan, nona Nasya dan mang ucup di jegal saat sedang dalam perjalanan menuju kantor oleh dua mobil SUV yang berisi 8 orang dari masing masing mobil, namun tidak ada rekaman yang menunjukkan kemana mobil SUV itu membawa Nona dan mang Ucup" jelas Bram mencoba menjelaskan pada Tuannya.
"Ini tidak lucu Bram, kita tidak sedang bermain film kan?" tanya Nicho masih tidak percaya dengan keadaan nya saat ini, baru saja ia menangis haru karena baru tahu kabar kehamilan istri tercintanya jadi dia yakin jika ini masih skenario yang Nasya susun
Brak
Bastian masuk ke dalam ruang dimana Nicho berada tanpa basa basi dia langsung menarik kerah baju Nicgo dan memberinya bogem mentah pada perut Nicho beberapa kali, "Dimana Nasya sialan!"
"Tuan saya mohon hentikan, bos masih tidak mengerti apa yang terjadi" ucap Bram mencoba melerai dua orang yang saling melemparkan tatapan tajam yang menusuk.
"Hentikan Bas, kita perlu mencari jalan keluarnya jadi tunda dulu aksi sialan mu ini!" bentak Maxim penuh amarah pada kedua sahabatnya yang malah adu jotos.
"Max? ini prank kan?" tanya Nicho pada asisten pribadinya.
"Ini nyata Nich, aku sudah mengerahkan anak buah Bastian di dunia bawah, namun masih belum bisa mendeteksi dimana keberadaan Nasya, aku harap kamu segera sadar jika Nasya menghilang adalah kenyataan bukan hanya sekedar prank" jelas Maxim panjang lebar pada Nicho.
"Maafkan aku Nich, ini kelalaian ku, aku lalai menjaga keselamatan kalian" ucap Maxim mensejajarkan tubuhnya dengan posisi duduk dihadapan Nicho, "Aku mohon hanya kamu yang bisa mencari keberadaan Nasya, aku mohon percayalah ini nyata,"
Tinggg
Suara hp Bastian berdenting, sebuah pesan masuk ke hp Bastian namun setelah membaca isi pesannya Bastian langsung melempar ponselnya ke dinding dengan wajah penuh amarah.
"Dasar tidak becus" umpat Bastian dengan suara baritonnya.
"Bagaimana bas?" tanya Maxim pada sahabatnya.
"Bagaimana apanya, sadarkan teman bodoh mu jika istrinya dalam bahaya, tidak usah Ling lung saat keadaan sedang memburuk" teriak Bastian saat melihat Nicho malah terbengong dengan tatapan menerawang.
"Nich, ini nyata aku mohon percayalah Nasya memang sedang mengandung putramu aku tahu itu dari Alana, dia ingin memberimu kejutan, tapi saat ini Nasya sedang dalam bahaya" jelas Maxim mencoba menjelaskan pada bos sekaligus sahabatnya.
"J****g sialan!" umpat Nicho saat mengingat kembali ucapan Stev yang merasa ini adalah hari yang paling bahagianya.
"Ada apa Nich?" tanya Maxim saat Nicho mengumpat
"Aku akan menghabisi kalian jika ini benar benar ulah kalian," Nicho menggeram mengepalkan tangannya dengan rahang yang mengeras menahan amarah. "Cek lokasi si tua Bangka dan j****g sialan!" perintah Nicho dengan aura dingin yang menguar.
Bram langsung mencari keberadaan Stev dan Tuan Vernandes yang diperintahkan oleh bos nya langsung.
"Jika sampai sesuatu terjadi pada istri dan anakku, aku tidak akan memberikan ampun sedikitpun pada kalian!" ucap Nicho penuh ancaman dengan tatapan menerawang jauh.