My Secret Bride

My Secret Bride
Bab19



Bagiku mencintai bukan berarti harus memiliki, Karna aku tidak tahu oleh siapa hatimu ingin dimiliki. Aku terlalu takut untuk mengatakan semuanya, aku takut akan menerima kekecewaan sampai akhirnya aku menyesal Karna tidak mengutarakan keinginanku, yang bisa aku lakukan hanyalah tetap berada di sisimu hanya untuk melindungi mu. Meski selama aku ada di sisimu kamu tidak tahu niatku sesungguhnya kau hanya tau jika aku adalah asisten kekasih mu.


"Shittt!" umpat Maxim membenturkan kepalanya ke dinding agar dia bisa menghilangkan rasa Stress yang memenuhi rongga kepalanya.


"Bahkan hingga detik ini, kenapa aku tidak bisa mengatakannya?" tanyanya pada dirinya sendiri lewat cermin. "Padahal aku lebih tampan dari Nicho?"


Dia terus terusan mengumpati dirinya sendiri bahkan dia tidak segan menjambak bahkan membenturkan kepalanya saking kesalnya otaknya selalu tidak bisa teralihkan pada Nasya.


*


*


Keesokan harinya pagi pagi sekali Nasya sudah keluar rumah untuk proses syutingnya, jadwal hari ini memang sangat padat tidak seperti hari biasanya.


"Sya abis di sini ada pemotretan," ucap Alana "Model gue emang the best meski masih baru fans loh udah banyak aja, gini emang kalo punya body bagus" ledek Alana sambil bergelayut manja di lengan Nasya.


"Ini emang cita cita gue, pengen buktiin pada dunia kalo ada cewek seksoy kaya gue" bangganya sambil tertawa.


"Gue lebih suka loh yang percaya diri gini bukan dingin kayak kemarin, kayak psychopat tau gak?" ungkap Alana sambil cemberut.


"Berisik loh Syetan" umpat Nasya sambil memukul kepala Alana


"Awhhh sakit sialan!" teriak Alana.


"Siap siap adegan selanjutnya" teriak asisten sutradara.


Nasya segera masuk ke dalam lingkaran syuting untuk mengerjakan pekerjaannya.


"Jangan pernah berharap Nicho akan tergoda oleh mu lagi, Karna sekarang selera Nicho tinggi tidak lagi rendah seperti dulu" peringatan Stev saat berpapasan dengan Nasya lalu berlalu tanpa memberi Nasya waktu untuk menjawab.


"Cihhh,, dasar j****g, kau ambil kekasihku, ku poroti daddymu, emang enak" umpat Nasya pelan dengan nada meremehkan.


"Nona, akhir akhir ini tidak ada data telepon antara Tuan Nicho dan Nona Nasya" ucap seseorang yang di beri tugas oleh Steve untuk memantau perkembangan apakah Nicho benar benar mencintainya atau tidak.


"Apa kau yakin?" tanya Stev meragukan


"Yakin 100% Nona, jika tidak percaya silahkan lihat datang keluar masuk telepon Tuan Muda" ucapnya lagi sambil menyodorkan dua berkas.


"Aku sudah kirimkan sisanya ke rekening yang kamu berikan kemarin" ucap Stev sambil mengibaskan tangannya menyuruh sang ajudan untuk pergi.


"Saya permisi Nona".


"Kita lihat saja, siapa yang akan menang" ucap Stev tersenyum smirk.


Cuttt


"Aku pulang duluan Sist" ucap Nasya sambil menepuk pundak Steve.


Stev hanya bisa mengepalkan tangannya dia merasa kesal Karna Nasya bersikap seolah olah mereka baik baik saja, tentu saja itu akan membuat reputasi Stev tersaingi.


Setelah sampai di tempat pemotretan Nasya tanpa membuang-buang waktu segera mengganti pakaiannya dengan bikini warna maroon yang kontras dengan kulitnya yang putih mulus, dan lagi lingeri ini sangat seksi memperlihatkan buahnya yang seolah olah ingin keluar apalagi talinya hanyalah tali spaghetti.


Ketika Nasya berpose semua orang tidak ada yang tidak menatapnya mereka menatap kagum akan tubuh Nasya yang sangat ideal padahal tinggi Nasya hanya 153 cm tapi Karna dia mempunyai tubuh body goals hingga membuat memakai pakaian apa saja mampu membuat jakun kaum Adam naik turun. Apalagi saat ini mungkin kaum Adam harus mengantri pergi ke toilet.


"Wah,, Nona anda membuat saya tidak fokus" ucap Sang Potograper. "Tubuh anda benar benar sempurna padahal tinggi anda bisa dibilang kecil, kau mungil namun mampu membuat atmosfer panas Nona" puji sang Potograper.


"Hahah anda bisa saja thank you".


Brak


Tiga pria bertubuh kekar dengan penampilan serba hitam masuk ke studio foto dengan cara yang tidak sopan, mereka masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Who are you?" tanya Nasya pada pria pria itu Karna bingung mereka langsung memakaikan Nasya cardigan yang sudah dibawa oleh mereka.


Tanpa menjawab salah satu pria di sana segera menyeret paksa Nasya agar keluar.


"Sialan! apa yang kau lakukan? kau siapa hah?" tanya Nasya sambil berteriak


Semua orang langsung ribut termasuk Alana mereka mencoba untuk membantu Nasya namun pria pria berbaju hitam sekitar 15 tiba tiba masuk kembali ke studio untuk menahan mereka yang ingin membantu Nasya.


"Lepaskan aku sialan!" teriak Nasya di sepanjang lorong namun pria dengan perawakan besar itu tidak menghiraukan Nasya sedikitpun bahkan dia dengan berani menjambak rambut Nasya yang mencoba memberontak.


Brughh.


Nasya segera dilemparkan ke dalam mobil.


"b**St keluarin gue" teriaknya dari dalam.


"Sudah berapa kali aku peringatkan jangan pernah memancing emosiku" ucap Pria yang ternyata berada di sampingnya.


"Kau pikir aku takut? kau tidak bisa menyakitiku Karna Bastian sudah ada sini" ucap Nasya


"Bastian hanya warga asing, aku sudah membuatnya di deportasi dari negara ini," ucapnya sambil menunjukkan foto Bastian yang di kirim ke negara asalnya.


"B*jingan kau Bastard!!!!" teriak Nasya sambil memukul mukul kepala Nicho dengan keras


plakkkk


"Kau akan tau dengan siapa kamu bermain" ucap Nicho setelah menampar Nasya yang saat ini hanya bisa menahan air matanya Karna sifat Nicho yang kelewatan.